Relationship Goals

Relationship Goals
Bagian 48_Tidak Bisakah Kamu Kembali?


__ADS_3

Bara terduduk di lantai ruang tamu dengan wajah kacau. Wajahnya sudah tidak terawat sama sekali. Bahkan penampilannya jauh berbeda dengan Bara biasanya. Tidak ada lagi semangat dalam pancaran mata bening yang dulu selalu terlihat dingin.


Sudah satu minggu Bara mengurung diri di apartemen guna menenangkan diri. Tidak memberikan siapa pun masuk, bahkan ponsel dan semacamnya sudahdimatikan. Dia hanya ingin sendiri. Sejenak sampai perasaannya mampu menentukan mana yang akan diputuskan.


Bara masih asyik dengan lamunannya ketika suara bel apartemen terdengar. Bara hanya diam, tidak menggubris siapa yang datang. Sampai sebuah panggilan dari telfon rumah kembali terdengar dan hanya diabaikan. Namun, panggilan tersebut terasa menyesakan telinganya, membuat Bara akhirnya bangkit dan meraih gagang telfon tersebut.


“Bara.”


Itulah suara yang pertama kali didengarnya. Rika dengan segala kecemasan yang menguasai wajahnya.


“Bara, ke mana saja kamu selama satu minggu ini? Kamu mau buat aku mati gara-gara cemas memikirkan keadaanmu?” maki Rika dari seberang panggilan.


“Aku masih ingin sendiri, Rika,” jawab Bara dengan rasa malas.


“Tidaka da. Kamu sudah terlalu lama menyendiri dan tidak mendaptkan hasil apa pun. Cepat buka pintunya atau aku akan menunggumu sampai pagi nanti,” ancam Rika dengan suara melengking.


“Jangan konyol, Rika. Pulanglah. Aku hanya mau sendiri,” kekeh Bara masih dengan pendiriannya. Dia berharap Rika akan mengerti semua keinginannya.


“Sudah cukup aku memberimu pengertian, Bara. Sekarang keluar atau aku akan menunggumu di sini,” tegas Rika dengan suara dingin, “kamu cukup mengerti seperti apa kakakmu ini, kan?”


Bara yang mendengar menghela anaps perlahan. Dia segera mematikan panggilan Rika dan memilih melangkah ke arah pintu. Dengan malas dia membuka pintu tersebut dan melihat Rika yang sudah berada di depannya seorang diri.


“Ya Tuhan Bara, kamu ini benar-benar keterlaluan, ya,” teriak Rika dengan wajah lega, tetapi telapak tangannya memukul pelan lengan Bara yang langsung mengaduh.


“Puas kamu buat semua orang khawatir? Aku dan Mas Randy bahkan mencarimu ke mana-mana. Alice juga,” kata Rika yang langsung diam ketika menyebut nama Alice.

__ADS_1


Bara hanya memasang wajah datar ketika mendengar nama yang sudah satu minggu ini dirindukan olehnya. Ya, dia rindu dengan Alice, tetapi rasa sakit hatinya juga tidak bisa terobati dengan begitu saja. Dia masih tidak bisa menerima jika mamanya pergi meninggalkan anaknya dan malah memilih merawat anak dari pria lain. Sungguh mengenaskan.


Bara melangah masuk, membiarkan Rika yang ada di belakangnya ikut masuk. Sampai akhirnya, Bara memilih duduk dan menatap televisi yang masih menyala dengan tayangan yang selalu dilihat Alice ketika di sana.


“Ini lagi,” decih Bara yang langsung mematikan televisi, membuat Rika yang ada di sebelahnya menatap dengan penuh tanya.


Rika menghela napas perlahan dan menatap Bara lekat. “Bara, aku tahu apa yang membuatmu menjadi sepeti ini. Kamu bahkan sampai lupa merawat diri sendiri sekarang. Kenapa kamu tidak mencoba mendengar apa yang ingin mama sampaikan terlebih dahulu? Lagi pula Alice juga tidak tahu menahu mengenai hal ini, kan?”


Bara menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan. Matanya menatap Rika yang saat itu terlihat serius, meski masih ada wajah cemas yang tergambar jelas. “Aku tidak butuh penjelasan apa pun darinya, Rika. Aku hanya tidak mau berhubungan dengan apa pun yang menyangkut dengan wanita itu,” desis Bara dengan suara dingin.


“Mama, Bara. Mama,” ucap Rika mencoba mengubah sikap Bara.


“Dia tidak memiliki hak untuk mendapat panggilan mama ketika dia memilh meninggalkan kita dan bersama dengan pria lain, Rika!” teriak Bara dengan wajah menegang. Rika yang mendengar hanya mampu menutup mata dan meresapi sakitnya. Dia tidak tahu harus bagaimana jika menyangkut dengan emosi adik semata wayangnya. Sampai akhirnya Bara memilih bangkit dan berniat meninggalkan Rika yang saat itu hanya diam.


“Lalu, apa Alice juga harus menerima akibatnya? Apa Alice yang tidak bersalah dalam hal ini harus mendapat hukumannya? Dia sangat mencintaimu, Bara dan aku tahu kamu juga mencintainya. Kenapa kamu tidak mencoba tetap bersamanya dan menjalani semua bersama?" ucap Rika lirih, tetapi mampu membuat Bara menghentikan langkah. “Setidaknya jika bersama kalian akan bisa menjalaninya dengan baik.”


Rika menatap pintu yang sudah terkunci rapat dan menatap dengan mata nanar. “Kamu memang sudah dewasa, Bara. Tetapi aku tahu, terkadang egomu mengalahkan akal sehatmu.”


_____


“Apa memang seperti ini takdirku?” gumam Alice dengan air mata yang masih saja mengalir, meratapi nasibnya yang tidak pernah terasa baik sama sekali.


Alice semakin deras menitikan air mata ketia mengingat semua masa bahagianya bersama dengan Bara, pria yang saat ini entah di mana keberadaannya. Sekali lagi, dia merasakan sakit karena cinta yang terasa tidak pernah menjadi hal baik baginya.


Alice memilh menyembunyikan wajahnya di antara kaki yang sudah ditekuk dan menangis sejadi-jadinya, meski tanpa suara. “Akut idak bisa menahan sakit ini sendiri, Bara. Tidak bisakah kamu kembali lagi? Aku mencintaimu, sangat,” gumam Alice dengan rasa frustasi.

__ADS_1


Alice tengah memejamkan mata, menahan rasa air mata yang sejak tadi mengalir dengan sangat derasnya. Sampai sebuah suara membuyarkan semuanya. Alice kembali mendongak ketika terdengar pintu kamarnya terbuka, menampilkan sosok wanita yang malah semakin membuatnya tergugu.


Galuh menitikan air mata melihat wajah kacau anaknya. Perlahan fia mulai mendekati Alice yang tengah menagis dengan bibir bergetar.


“Sayang,” panggil Galuh dengan suara begitu pelan.


Alice menghela napas dan langsung turun dari ranjang. Dengan cepat dia mulai mendekap mamanya erat, menumpahkan segala keluh kesah yang selama ini disimpannya dalam hati.


“Mama, bawa Bara kembali, Ma. Bawa dia kembali,” ucap Alice dengan suara terisak.


Galuh yang mendengar semakin merasa sakit. Rasa bersalah semakin kuat melingkupi hatiny kali ini. Rasanya dia memang sudah sangat salah karena melukai banyak pihak.


“Maafkan mama, sayang. Mamafkan mama karena sudah membuatmu kehilangan Bara,” jawab Galuh dengan tangis tertahan.


Alice hanya diam dan semakin menitikan air matanya deras. Jujur, dia tidak menyalahkan apa yang sudah mamanya perbuat. Hanya saja, dia menyayangkan begitu banyak hal karena wanita yang sangat dikaguminya ternyata wanita yang berbeda di mata anak-anak kandungnya.


“Ma, apa takdir Alice memang semenyakitkan ini?” tanya Alice dengan suara lemah dan mata menatap lurus ke depan. “Ditingggal menikah setelah bertunangan, kehilangan mama kandung Alice, dibenci oleh nenek sendiri, selalu saja dilecehkan oleh paman sendiri dan bahkan sekarang Alice harus kehilangan orang yang sangat Alice sayangi. Apa semua hal yang Alice harapkan tidak bisa Alice dapatkan?”


Mendengar itu Galuh semakin menitikan air mata. Dengan cepat dia mendekap Alice dan memeluk anaknya erat. “Mama akan membawanya kembali, sayang. Mama akan membawanya kembali untukmu. Bara tidak akan meninggalkanmu. Mama janji,” ucap Galuh membuat mata Alice menitikan air mata tidak terbendung.


Surya yang sejak tadi mendengar percakapan istri dan anaknya pun ikut menitikan setes air mata. Dengan perlahan, dia mulai menghapusnya dan menatap keduanya lekat. “Papa pastikan semua akan kembali seperti semula, Alice. Papa janji itu,” kata Surya dengan penuh keyakinan.


_____


Haloo semuanya. Selamat membaca sayang-sayang Kim. Jangan lupa tinggalkan like, comment dan tambah ke favorit. baca juga cerita Kim yang berjdul “Wedding With My Lecturer” ya sayangkuh. Jangan lupa tinggalkan like, comment dan tambah ke favorit.

__ADS_1


Eits, Kim juga punya cerita yang sudah tamat loh. Judulnya “Wedding Drama”. Cus kepoin deh. Jangan lupa tinggalkan like, comment dan tambah ke favorit. Kim juga akan update cerita mini di instagram setiap hari Sabtu dua minggu sekali ya sayangkuh. Penasaran dengan cerita Sabtu besok? Cus intip instagram Kim untuk membacanya dan tahu mengenai info update dan cerita baru Kim di @kimm.meili. sampai ketemu lagi di next chapter baby. 😘😘


_____


__ADS_2