Relationship Goals

Relationship Goals
Bagian 46_Hari Lamaran


__ADS_3

Aku berniat melamarmu, Alice. Aku pernah mengatakannya, tetapi aku tidak pernah memberikan keseriusan. Jadi, sekarang aku bertanya lagi denganmu, Alice. Will you marry me? Kamu mau hidup selamanya denganku? Mencintai dalam suka dan duka. Hanya denganku sampai maut memisahkan.


Alice tersenyum sendiri setiap mengingat ucapan Bara yang dilontarkan tepat satu minggu yang lalu. Bibirnya masih mengulum senyum bahagia ketika menyadari hari ini adalah hari di man Bara akan melamarnya. Sejak semalam dia bahkah sudah tidak bisa tidur dengan nyaman. Akhirnya, dia memutuskan untuk menelfon Bara dan mendengar kekasihnya bernyanyi untuknya.


“Aku harap semua akan berjalan dengan baik, Bara. Aku harap tidak ada halangan apa pun untuk hari istimewa kita kali ini,” pinta Alice dengan mata terpejam. Sampai sebuah suara ketukan membuatnya tersentak dan menatap ke sumber suara.


“Masuk,” ucap Alice memberi izin.


Tidak lama kemudian, pintu terbuka, menghadirkan Galuh dalam balutan dress berwarna hijau, membuat kulitnya semakin terlihat bersih. Bibirnya mengulum senyum bahagia karena terlihat Alice yang juga sangat bahagia.


“Senangnya anak mama satu ini,” kata Galuh membuat Alice bersemu merah.


Galuh berhenti tepat di belakang Alice dan menatap pantulan anaknya di cermin rias di kamar tersebut.Tampak Alice dengan balutan dress berwarna emas dan dan rambut yang sengaja di sanggul, sehingga menampilkan leher jenjangnya. Ditambah riasan tipis yang membuat Alice semakin terlihat begitu cantik.


“Kamu bahagia, sayang?” tanya Galuh dengan mata menatap anaknya lekat. Tangannya diletakan di pundak Alice.


Alice yang mendengar mengangguk mengiyakan. Dia memang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya kali ini. Bahkan, rasa bahagia yang pernah di rasa berbeda ketika dia hendak bertunangan dengan Randy.


“Alice benar-benar bahagia, Ma,” jawab Alice dengan wajah yang menunjukan hal yang sama.


Galuh menghela napas perlahan dan mengangguk lembut. “Mama harap kamu akan bahgai dengannya, sayang. Mama harap dia adalah pria baik yang akan selalu menemanimu,” ucap Galuh dengan pandangan lembut.


Alice yang mendengar segera melepaskan tangan Galuh yang ada di bahunya. Dia segera membaik badan dan menatap mamanya lekat. Dengan cepat langsung mendekap Galuh erat.


“Maafin Alice ya, Ma. Alice gak bisa buat kabulin keinginan Mama. Alice malah memilih Bara dari pada Dave,” ucap Alice merasa bersalah karena tidak bisa menuruti keinginan mamanya.


Galuh yang mendengar mengelus pelan pinggung anaknya. “Yang terpenting dalam hidup mama adalah kebahagiaanmu, sayang. Mama sudah tidak mempermasalahkan hubunganmu dengan Dave yang tidak bisa berlanjut ke jenjang pernikahan. Intinya, apa pun yang membuatmu bahagia, mama akan mendukungnya,” jawab Galuh dengan penuh pengertian.


Alice merasa senang dengan jawaban mamanya. Dia segera melepaskan pelukannya dan menatap mamanya lekat. Bibirnya mulai terbentuk senyum lega. Sampai pada akhirnya, sebuah deheman keras membuat keduanya menatap ke arah suara tersebut bersalah.

__ADS_1


Surya yang sejak tadi melihat tersenyum lekat dan mulai melangkah mendekati anak serta istrinya. “Sudah menangisnya. Sekarang kita keluar. Bara dan rombongannya sudah datang,” kata Surya dengan wajah bahagia. Dia baru saja melihat mobil yang ditumpangi Bara, tetapi tidak melihat jelas siapa saja yang ada di dalamnya.


Alice yang mendengar mengangguk dan menghela napas pelan. Setelah merapikan pakaiannya, dia segera melangkah keluar kamar bersama dengan Galuh dan juga Surya.


Lancarkan semuanya, Tuhan, batin Alice dengan penuh harap.


_____


“Bara, apa kamu tidak bisa diam?” celetuk Rika dengan wajah kesal karena adiknya yang sejak tadi gelisah.


Bara yang mendapat protes langsung menatap ke arah Rika dengan wajah kesal. Dengan perlahan, dia mulai mebalik badan dan menatap Rika yang ada di bangku penumpang bersama dengan Gibran.


“Diamlah, Rika. Kalau kamu gak bantu menenangkan, jangan bicara,” ucap Bara dan kembali menatap ke depan.


Rika membelalak kesal dan menatap ke arah Bara tajam. Dengan cepat dia menepuk kepala adiknya pelan, membuat pria tersebut mengaduh ringan.


“Jadi, sekarang si manusia tanpa ekpresi mulai bisa mengekspresikan perasaannya?” sindir Rika dengan wajah mengejek. “Aku harus mengatakan terima kasih banyak kepada Alice. Setidaknya adikku satu-satunya tidak menjadi patung yang hidup.”


“Sudahlah, sayang. Bagaimana pun Bara mau melamar Aljce, wajar kalau dia merasa gelisah,” ucap Randy memberikan penjelasan kepada istrinya.


Rika hanya mengabaikan saja dan kembali diam. Dia sibuk sendiri dengan Gibran. Randy membelokan mobilnya ketika sampai di rumah megah milik orang tua Alice. Setelah memarkirkan mobil, dia segera keluar. Dia begitu hapal dengan tata lekat ruangan di rumah tersebut karena memang sudah lama mengenal keluarga Alice. Namun, setelah pertunangannya digagalkan, dia tidak pernah menginjakan kaki di rumah tersebut dan ini adalah pertama untuknya.


Bara menghela napas keras dan mulai keluar. Di pintu utama sudah ada yang menantinya. Mereka segera melangkah masuk ke dalam rumah dengan bimbingan dari orang yang tadi menghadang mereka.


“Silahkan duduk terlebih dahulu. Tuan Surya akan segera turun dengan nona Alice,” kata salah satu pengawal yang menatap Bara ramah.


Mereka akhirnya duduk dan menanti kehadiran sang pemilik rumah. Randy melirik ke arah Bara yang masih saja diam dengan tangan yang disatukan. Wajahnya tampak begitu tegang memikikan apa yang sebentar lagi akan terjadi.


“Jangan gugup. Tenang saja, semua akan berjalan dengan baik,” bisik Randy membuat Bara tersenyum kecil dan menatapnya.

__ADS_1


Suara sepatu yang mulai bersentuhan dengan lantai rumah tersebut terdengar. Bara menatap ke asal suara dan melihat Alice tengah melangkah bersama dengan Surya. Bibirnya mulai memancarkan senyum bahagia sampai akhirnya gadis tersebut menuruni anak tangga terakhir.


Surya menatap Randy dengan kening berkerut heran. “Randy. Kamu di sini?” tanya Surya yang tidak mengetahui apa pun mengenai Bara.


Randy semakin bingung dengan pertanyaan Surya. “Iya, Om. Aku kakak ipar Bara,” ucap Randy tidak mengerti.


Bara yang mulai sadar menatap dengan wajah tegang. Dia memang menyembunyikan fakta bahwa dia adalah adik dari Rika, wanita yang sudah merebut calon suami Alice.


“Apa?” geram Surya dengan mata membulat.


Alice menatap papanya dengan pandangan takut. Dia baru akan menyentuh lengan papanya ketika Surya sudah berteriak dengan jemari mengacung ke arah Bara tajam.


“Jadi kamu adik dari wanita yang sudah mengancurkan kehidupan Alice, Bara?” bentak Surya dengan amarah menggebu. “Aku tidak akan pernah mengizinkan anakku menikah dengan keluarga dari wanita ini,” lanjut Surya sembari menunjuk Rika lekat.


Bara yang melihat diam seketika. Tangannya sudah mengepal menahan amarah yang siap meledak. Siapa pun, dia tidak akan pernah membiarkan orang lain menunjukan kakaknya dengan cara tidak hormat.


Randy yang mulai mengerti dengan kekacauan tersebut mulai membuka mulut. Namun, terhenti karena suara di belakang pria tersebut menyadarkan mereka dari kegaduhan yang baru saja terjadi.


“Mas, ada apa, ini?” tanya Galuh yang baru turun.


Rika segera menatap ke asal suara dan diam seketika. Jantungnya berhenti berdetak dengan mata yang menatap Galuh lekat, bahkan matanya tidak berkedip sama sekali. Hal yang sama terjadi dengan Bara yang juga diam.


Galuh tidak memperhatikan sekitar dan melangkah mendekat. Namun, belum sampai di samping suaminya, sebuah suara menyadarkannya. Galuh menatap ke asal suara dengan wajah yang tidak kalah terkejut.


“Mama,” panggul Rika dengan air mata berlinang dari sudut matanya. Membuat semua menatap ke arah Rika dengan pandangan bingung, kecuali Bara.


_____


Huaaaa....kalian benar sayangkuh. Galuh memang orang tua Rika dan Bara. Apa yang akan terjadi selanjutnya, ya? Jangan lupa tetap ikuti kisah Bara dan Alice, baby.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, comment dan tambah ke favorit sayangkuh. Baca juga cerita Kim yang berjudul “Wedding with My Lecturer” ya sayangkuh. Tinggalkan like, comment dan tambahkan ke favorit, Darl. Sekalian dungs baca Wedding Drama hehe. See you next chapter.


_____


__ADS_2