Relationship Goals

Relationship Goals
Bagian 47_Terasa Sakit


__ADS_3

“Mama.”


Bara yang melihat wanita yang sangat dibencinya dengan rahang mengeras. Tidak ada wajah ceria yang sejak tadi terlihat. Berbeda dengan Alice yang menatap bingung mamanya yang melangkah dengan air mata yang menggenang di pelupuk mata.


“Rika,” ucap Galuh dengan wajah tidak percaya. Matanya menatap Rika yang tengah berdiri dengan wajah datar.


Randy mengelus pelan pundak istrinya, membuat Rika yang baru saja ingin melupakan emosinya tersentak keget. Rika menatap Randy yang sudah menatap dengan pandangan lembut, seakan mengatakan bahwa saat ini dia tengah mengandung dan butuh ketenangan diri.


Rika tersenyum dan akhirnya mengangguk menurut. Berbeda dengan Bara yang masih saja menatap Galuh dengan pandangan penuh kebencian. Bahkan, ketika wanita tersebut menatapnya dengan air mata mengalir.


“Bara, anakku,” panggil Galuh yang langsung melangkah mendekati Bara. Namun, ketika jemarinya hendak menyentuh wajah Bara, tangannya langsung ditepis, membuat Galuh menatap dengan pandangan bingung.


“Pergi dari rumah dan tidak memikirkan anaknya yang terlantar sama sekali. Hidup mewah dengan pria lain dan sekarang kamu datang memanggilku anak? Jangan bercanda, Nyonya Galuh. Aku bahkan tidak berniat bertemu denganmu,” desis Bara membuat Galuh langsung tercengang.


Rika yang mendengar menitikan air mata. Dia tahu apa yang membuat adiknya begitu membenci Galih, mama yang bahkan sudah dilupajan olehnya. Dengan cepat, Rika melangkah mendekati Bara yang ada di sebelah Randy. Jemarinya mengelus pelan lengan adiknya dan menatap dengan lembut.


“Kita pulang sekarang, Bara,” ucap Rika membuat Alice menatap lekat. Air matanya turun dengan perlahan, tanpa suara.


Bara yang mendengar langsung pergi, tanpa menatap Alice yang sudah terasa hancur di sebelahnya. Galuh langsung menangis terisak melihat anaknya yang tidak menganggapnya sama sekali. Ditambah dengan nasib putri angkatnya yang juga begitu mengenaskan.


"Apa yang terjadi sebenarnya,” gumam Surya dengan mata menatap Galuh lekat, seakan meminta penjelasan mengenai semua kekacauan yang terjadi di rumahnya.


Galuh hanya diam dengan suara tangis yang tiada henti. Sedangkan Alice, matanya menatap Bara yang sudah melangkah keluar dari rumahnya. Seluruh kenangan indah yang pernah dilaluinya sekaan terlintas begitu saja di hadapannya.

__ADS_1


Aku berniat melamarmu, Alice. Aku pernah mengatakannya, tetapi aku tidak pernah memberikan keseriusan. Jadi, sekarang aku bertanya lagi denganmu, Alice. Will you marry me? Kamu mau hidup selamanya denganku? Mencintai dalam suka dan duka. Hanya denganku sampai maut memisahkan.


Apa kamu benar akan meninggalkanku, Bara? Dengan rasa sakit yang kembali terulang? Bahkan saat ini jauh lebih dalam, batin Alice dengan air mata yang semakin deras.


Alice yang sudah tidak tahan memilih segera melangkah menuju ke arah Bara yang sudah hampir masuk ke dalam mobil, membuat Surya dan Galuh menatap terkejut.


“Bara, jangan pergi,” ucap Alice ketika dia berhasil menggenggam tangan pria tersebut.


Bara menatap Alice yang ada di belakangnya dengan tampilan kacau. Perlahan, matanya memejam, meresapi luka yang sama.


“Aku mohon untuk kali ini, jangan pergi. Kamu sudah berjanji denganku,” kata Alice dengan tangis terisak, membuat Rika yang melihat ikut menitikan air mata.


Bara melepaskan genggaman tangan Alice dan menatap gadis tersebut datar. “Aku tidak bisa bersama denganmu, Alice. Aku benar-benar tidak bisa,” jawabnya membuat Alice semakin terisak.


Bara segera masuk ke dalam mobil dan menatap lurus ke depan. Randy seakan tahu apa yang dirasakan adik iparnya, dia segera menjalankan mobilnya, meninggalkan rumah Alice yang tengah diselimuti duka.


Alice kembali melangkah dan mengejar Bara menyusuri jalan. Dia berharap pria yang ada di dalam tersebut mulai tersentuh dan mengubah keputusannya. Namun, sampai saat Alice terjatuh karena lelah pun Bara masih saja tidak berhenti.


“Bara, aku mencintiamu,” ucap Alice dengan air mata yang mengalir semakin deras. Dia bahkan sudah terduduk di aspal dengan tampilan yang kacau, membuat Surya dan Galuh yang melihat merasakan sakit yang sama.


_____


Bara segra turun dari mobil Randy dan melangkah masuk ke dalam apartemennya. Tidak ada senyum yang terlihat sama sekali dari wajahnya. Dia hanya diam menahan tangis yang sudah siap meledak. Namun, sekuat mungkin ditahan olehnya.

__ADS_1


“Sayang, mau ke mana?” tanya Randy ketika melihat Rika juga hendak turun.


“Aku harus mengikutinya, Mas. Kita tidak bisa membiarkan Alice dan Bara menjadi seperti ini. Mereka saling cinta,” kata Rika dengan wajah cemas. Dia tahu kebencian Bara terhadap mamanya, tetapi Alice juga tidak tahu mengenai hal tersebut, bukan?


Randy yang mendengar menghela napas perlahan dan mengusap wajah istrinya yang sudah dipenuh air mata lembut. “Sayang, aku rasa Bara hanya membutuhkan waktu. Dia baru saja melihat om Surya yang menunjuk tidak hormat ke arahmu, wanita yang sangat dihormati olehnya. Setelah itu, dia bertemu dengan tante Galuh setelah sekian luka yang dirasakan. Jadi, biarkan sendiri dulu, sayang. Kita harus memberi waktu untuknya merenung,” jelas Randy dengan perlahan.


Rika yang mendengar akhirnya pasrah dan mengangguk mengerti. Randy tidak berniat menyusul Bara sama sekali karena berbicara sekarang tidak akan mengubah pemikiran adik iparnya. Sampai akhirnya dia memilih untuk meninggalkan apartemen Bara dan kembali ke rumahnya.


Sedangkan Bara, dia langsung masuk dan menutup pintu rapat. “Sial!” teriak Bara sembari melempar jas yang dipakainya.


Bara menghela napas perlahan ketika rasa sedihnya mulai terasa. Air matanya perlahan jatuh dari sudut mata ketika melihat ruangan apartemen yang meninggalkan banyak sekali kenangan Alice.


“Kenapa harus kamu, Alice. Kenapa?” ucap Bara dengan wajah gusar. Tubuhnya luruh di lantai dingin apartemen.


Bara mendongak, menatap langit-langit rumahnya dengan pandangan nanar. Dia menjadikan kursi di belakangnya sebagai sandaran dan mulai menutup mata rapat.


“Kenapa harus wanita itu yang menjadi mamamu, Alice. Aku bahkan belum bisa memaafkan perbuatan bodohnya yang meninggalkan kami hanya untuk bersama dengan pria lain. Dan ternyata pria itu adalah papamu,” ucap Bara merasa kecewa dengan nasibnya.


Bara menghela napas perlahan dan mulai memejamkan mata. Dia berharap ini semua hanya mimpi baginya.


“Aku tidak percaya dengan nasib percintaanku kali ini. Sangat miris,” gumam Bara yang mulai merasa lelah. Sampai akhirnya dia kembali terlelap dalam tdiurnya, meninggalkan masalah yang benar-benar membuatnya merasa frustasi.


_____

__ADS_1


Hallo sayang Kim. Selama membaca ya. Jangan lupa tingggalkan like, comment dan juga tambah ke daftar favorit. Jangan lupa juga baca cerita Kim yang berjudul “Wedding with My Lecturet”. Tingggalkan like, comment dan juga tambah ke daftar favorit.


Untuk yang belum baca cerita “Wedding Drama”, cus baca sayangkuh. Tingggalkan like, comment dan juga tambah ke daftar favorit. Sampai ketemu lagi di bab selanjutnya. Bye bye sayangkuh.


__ADS_2