
Bella melangkah beriringan dengan Ryan menuju ke arah tempatnya akan melangsungkan pernikahan. Menatap seisi tamu undangan yang sudah memandangnya dengan kagum. Membuatnya mengulas senyum tipis dan mengabaikan bahwa seluruh tamu tersebut tidak satu pun dikenal olehnya.
“Kamu bahagia?” bisik Ryan tanpa menatap Bella sama sekali.
Bella melirik ke arah Ryan dan mengulas senyum tipis. “Aku bahagia, Ryan,” jawab Bella. Dia memilih mengeratkan dekapan di lengan pria tersebut dan menatap lekat.
Ryan yang merasakan dekapan tersebut langsung menatap ke arah Bella, membalas senyum bahagia calon istrinya. Senyum yang tidak pernah ditunjukan kepada siapa pun. Membuat beberapa pasang mata tamu undangan menatap tidak percaya.
“Ryan senyum dengan wanita itu. Alangkah beruntungnya,” ucap seorang wanita yang baru saja mereka lewati.
Bella yang mendengar semakin melebarkan senyum, menatap Ryan dengan perasaan takjub. Sampai senyumnya mulai menghilang dan menatap Ryan serius. Bahkan, dia menghentikan langkah, membuat pria tersebut ikut berhenti dan menatap Bella penuh tanya. Sama halnya dengan para tamu undangan yang mempertanyakan sikap Bella.
“Ada apa?” tanya Ryan lirih.
“Ada hal yang harus aku tanyakan denganmu, Ryan,” jawab Bella dengan perasaan bercampur. Dia takut kalau nantinya Ryan akan marah dengan perbuatannya.
“Apa?” Ryan menatap Bella dengan pandangan yang sama serius.
Bella menarik napas dalam dan mengembuskan pelan. Melepaskan pegangan tangan Ryan, meyakinkan diri sendiri bahwa itu adalah perbuatan yang benar. “Ryan, saat nanti kita menikah, aku ingin memiliki anak, hidup dengan benar dan aman. Aku tidak mau ada hal buruk yang nantinya akan mengancam anak kita,” ucap Bella lirih.
Ryan yang ada di depannya hanya diam mendengarkan. Merasa penasaran dengan apa yang akan dikatakan Bella selanjutnya. Mengamati wajah yang terlihat takut di depannya. Apa yang sebenarnya mau dia katakan, batin Ryan penasaran.
Bella menelan salivanya pelan dan melanjutkan ucapannya. “Sedangkan sekarang kamu tahukan apa yang menjadi pekerjaanmu? Kamu bekerja denga banyak sekali risiko dan juga musuh, Ryan. Jadi, aku minta agar kamu meninggalkan dunia hitammu saja. Aku mau kamu fokus dengan perusahaan keluargamu dan tidak ikut campur dalam dunia hitam seperti saat ini,” cicit Bella dengan perasaan takut. Ditambah tatapan mata para tamu undangan yang langsung menatapnya lekat.
Ryan terdiam. Mengabaikan suara riuh dari berbagai kalangan di sekitarnya. Sejenak, dia menimang apa yang akan dilakukannya. Menatap wajah takut Bella yang terlihat jelas di depannya.
“Aku tidak memaksa, Ryan. Aku hanya memberikan saran saja,” sambung Bella ketika Ryan tidak juga menanggapi apa yang dikatakan.
Ryan tersenyum kecil dan menghela napas pelan. Kakinya mulai melangkah mendekati Bella dan menarik wanitanya pelan. “Aku terima saranmu, sayang. Aku akan fokus dengan perusahaan papa dan juga keluarga,” putus Ryan enggan kehilangan Bella.
Aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi, Bella. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang berarti dalam hidupku, batin Ryan.
__ADS_1
Bella tersenyum tipis. Dia memilih fokus dengan Ryan yang kembali menyodorkan tangan untuk digandengnya. Dengan pelan, dia menggandeng lengan pria tersebut dan kembali melangkah ke arah tempatnya akan melangsungkan janji pernikahan.
Langkah keduanya terhenti. Bella menatap ke arah Ryan yang terlihat serius mengucapkan janji suci dengannya. Membuat rasa haru yang kian mendalam. Mama, papa, aku menikah dengan pria yang bahkan sangat kamu benci dulu. Pria yang sudah membeli anakku dan memperlakukan dengan sangat tidak baik. Namun, sekarang dia menjadi sosok pria berbeda yang sangat mencintaiku. Aku bahagia dengannya dan aku harap kalian merestui kami. Maafkan seluruh kesalahannya yang dulu ma, pa, batin Bella.
Ryan menatap ke arah Bella dengan tepuk tangan yang terdengar begitu riuh. Dengan perlahan, dia menghapus air mata yang siap mengalir dengan ibu jarinya dan mengulas seynum tipis.
“Jangan menangis. Bukannya aku sudah berjanji akan membuatmu tersenyum?" ucap Ryan lirih.
Bella mengangguk pelan dan mendekap Ryan erat. “AKu mencintaimu,” bisik Bella pelan.
“Aku juga, sayang,” jawab Ryan santai.
Dan aku harap kamu akan menjadi pria terakhir dalam hidupku. Yang akan bahagia dan menua bersama, batin Bella.
_____
Dara membuang napas pelan. Matanya menatap taman kecil di pinggir kamarnya dengan tatapan lekat. Dia memilih duduk di kusen jendela dan terdiam di sana. Sudah sejak dua jam dia mencoba menejamkan mata, tetapi hasilnya sama. Dia sulit untuk tidur. Mengingat besok dia akan melangsungkan pernikahan dengan Dave, pria yang bahkan tidak pernah dibayangkan akan menjadi suaminya.
Apa dia akan tinggal diam, batin Dara mulai gelisah.
“Selain itu, apa Dave akan bahagia denganku?” tanya Dara dengan diri sendiri.
“Jelas aku akan bahagia, sayang,” jawab Dave sembari mendekap Dara dari belakang.
Dara yang mendengar mulai menatap ke asal suara dan membelalakan mata terkejut. “Dave. Kamu di sini?” tanya Dara.
“Aku di sini sejak tadi, sayang. Setidaknya aku cukup melihat kegilaan kekasihku yang berbicara sendiri,” jawab Dave dengan senyum tipis. “Ada masalah?”
Dara menggeleng pelan dan menatap ke arah taman di depannya. Merasakan dekapan Dave yang masih jelas terasa dipinggangnya. Menikmati malam yang mulai bercampur dengan semilir angin sejuk.
“Kenapa belum tidur?” tanya Dave dengan suara lirih. Dia meletakan dagu di pundak Dara pelan.
__ADS_1
“Aku takut untuk besok, Dave. Aku takut kalau besok Herman akan mengacaukan semuanya. Aku takut kalau nantinya kamu tidak bahagia bersama denganku,” jawab Dara cepat. “Aku takut kamu menyesal,” lanjutnya lirih.
Dave mengulas senyum tipis dan menatap Dara dari samping. Menikmati wajah cemas yang membuatnya semakin mengulas senyum tipis. “Kenapa kamu mengkhawatirkan apa yang belum jelas terjadi, sayang? Aku bahkan tidak pernah mengkhawatirkan itu. Namun, satu yang aku tahu. Aku mencintaimu dan aku tidak akan pernah menyesal denganmu. Kamu harus percaya denganku. Aku mau kita menjalani kehidupan ini bersama,” kata Dave santai.
Dara mengulas senyum tipis dan mengangguk pelan. “Aku berharap hal yang sama, Dave,” cicit Dara sembari meletakan kepalanya di dada bidang milik pria tersebut.
“Aku pastikan itu, sayang. Mengenai Herman, kamu jangan cemas. Aku sudah menyiapkan semuanya dan aku pastikan pernikahan kita besok akan berjalan dengan sempurna. Tidak ada yang akan mengganggu kita sama sekali,” tegas Dave membuat Dara mengerutkan kening dalam.
Dara melepaskan dekapan Dava dan mulai memasukan kembali kakinya ke dalam kamar. “Kamu merencanakan apa?” tanya Dara penasaran.
“Apa saja yang dapat membuat pernikahan kita lancar,” jawab Dave tanpa beban.
Dara mengulum senyum tipis dan mendekap Dave erat. Menatap pria yng sudah tersenyum ke arahnya. Aku benar-benar mencintainya dalam hitungan detik, batin Dara.
“Sudahlah, kamu harus tidur. Aku tidak mau kalau mata calon istriku besok menggelap seperti panda,” celetuk Dave.
Dara yang mendengar hanya memanyunkan bibir. Namun, dia mengikuti apa yang dikatakan Dave. Kakinya melangkah ke arah ranjang dan mulai berbaring. Menatap pria yang sudah menarik selimut dan menutupinya hingga sebatas dada. Memberikan kecupan ringan.
“Selamat tidur, sayang. Mimpi indah,” kata Dave pelan.
Dara menatap kepergian Dave dan mengulas senyum tipis. Aku mencintaimu, Dave. Sangat, batinnya penuh perasaan bahagia.
_____
Hallo semuanya. Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan like, comment, tambah ke daftar favorit dan berikan vote ya. Oh iya, berhubung Kim tidak bisa up setiap hari, Kim akan aturkan jadwal update yang akan Kim share di instagram Kim ya sayangkuh. Kalian bisa cek di @kimm.meili. Jadwal bisa berubah sesuai dengan kondisi dan juga kesibukan Kim ya.
Jangan lupa jugabaca cerita Kim berjudul “Wedding Drama 2”. Tinggalkan like, comment, tambah ke daftar favorit kalian dan vote cerita Kim.
Untuk kalian yang suka cerita tamat, Kim punya dua cerita tamat yang bisa kalian nikmati dengan judul “Wedding Drama” dan “Wedding with My Lecturer”. Jangan lupa tinggalkan like, comment, tambah ke daftar favorit kalian dan berikan vote untuk cerita Kim.
Kalian juga bisa follow instagram Kim di @kimm.meili untuk tahu info update dan sebagainya.
__ADS_1
See you next chapter😘😘