
Tiga hari sudah berlalu. Tania sedikit merasa lega. Karna selama tiga hari ini tidak ada gangguan di hidupnya. Dia bisa pergi ke kampus. Mengajar les. Menjalankan aktivitas nya seperti biasa.
Disebuah rumah mewah, yang di dominasi warna putih, pekarangan rumah yang sangat luas. di lengkapi dengan taman yang sangat luas di penuhi dengan bunga bunga. Kolam renang yang sangat luas. Air mancur dan juga garasi mobil yg sangat besar.
"Mama pengen secepatnya kamu menikah Raka" sambil mengaduk susu yang ada di depannya.
"Raka akan menikah, Tapi dengan syarat" sembari melahap sandwich yang sudah di sediakan pelayan.
"apa itu?"
"Tidak perlu ada pesta. Cukup di langsungkan dengan sederhana"
"Kenapa begitu?!" Mengerutkan dahi.
"itu kalau mama setuju. kalau tidak, Raka tidak akan menikah"
"Tapi nak, mama pengen mengundang saudara dekat kita teman teman mama dan masih banyak lagi" mulai kesal
"Berarti raka tidak akan menikah"
"ok baik. Terserah kamu aja. Yang penting bagi mama adalah kebahagianmu. Dan berikan mama cucu yang banyak"
dugh tiba tiba wajah Raka berubah mendengar kata cucu.
"Raka berangkat ma" berdiri dan pergi.
"Dasar Raka anak mama susah di tebak. Semua orang menginginkan pernikahan yang megah, kamu justru ingin pernikahan yang sederhana, kau persis seperti papamu dulu" mama sarah berbicara sendiri.
Jay yang sudah menunggu di mobil sendari tadi melihat Raka datang, membukakan pintu. Didalam mobil.
"Jay"
"ia Tuan"
"Atur pernikahanku secepat mungkin, sederhana saja. Tidak perlu undang siapapun"
"Baik tuan"
________________
"apa??!! Kaka becanda kan"
Tania yang mendengarkan penjelasan dari anton kaget dan menangis.
"Maafkan kaka Tania" Memeluk Tania.
"Kenapa secepat ini kak? Bagaimana dengan sekolahku nanti kak?" dengan suara terbata bata sambil menangis
"Maafkan kaka dek, semua ini karna kaka mu yang bodoh ini"
"Jadi kapan pernikahan akan di langsungkan"
mulai berhenti menangis.
"Besok" jawabnya dengan lemas
__ADS_1
"ha ha ha" tawa Tania mengagetkan anton.
"Bagaimana Takdir mempermainkan kita kak. Kita harus kehilangan orangtua saat kita masih sangat kecil. Sekarang setelah dewasa nasib juga belum berpihak" menyandarkan kepala ke dingding seperti orang prustasi.
Seseorang mengetuk pintu. sekretaris Jay.
"Ada apa anda datang kemari" Tanya Tania ketus
"Silahkan bekemasnona."
"Bahkan Tuan mu tidak memberikan sedikit waktu untukku untuk bernapas ternyata" Sambil berdiri.
"Mohon kerjasamanya nona"
"Baiklah sekretaris jay. Toh aku sudah tidak memiliki hak apapun di hidupku lagi. Saya akan melaksanakan semua perintah Tuan muda Raka" penuh dengan nada kesalia Beranjak dari tempatnya berdiri mengambil sebuah koper dan mulai berkemas.
"Sembari Tania berkemas. Bisa kita bicara sebentar sekretaris jay" sambil menunjuk keluar
jay mengikuti dari belakang
"ini bukan sebuah perintah Tuan jay. ini hanya sebuah permohonan. Kumohon jaga adik ku baik baik disana. Sudah sangat tersiksa rasanya melihatnya seperti ini" sambil menyalakan sebuah rokok. seperti orang yang sedang prustasi
"Semua tergantung nona Tania tuan anton. Ajari dia untuk menurut. Agar semua berjalan dengan mudah"
Tania keluar dari kamar hanya membawa sebuah koper ukuran sedang.
"Kaka jangan sedih lagi ya. Aku akan baik baik aja disana" Berusaha tersenyum.
"Jangan berhenti berdoa ya. Semua akan berlalu" Sambil mengusap lembut pipi Tania.
"Silahkan nona" membukakan pintu.
"Kita kemana Tuan Jay?!"
"Jay nona. Anda bisa panggil sekretaris jay"
"baiklah sekretaris jay, kemana kita sekarang"
Jay hanya diam. Melajukan kendaraannya dengan cepat. Tiba lah di sebuah butik yang sangat terkenal di kota itu.
"Anda harus mencoba pakaian untuk pernikahan besok nona"
Tania menarik napas dalam dalam. Keluar dari mobil. Tidak perlu waktu lama untuk mencari yang pas dengannya. Setelah itu, dia membawa Tania ke sebuah hotel. Jay mengakat koper Tania. langsung menuju kamar VVIP.
"Selamat istirahat nona. Saya permisi"
Tania hanya memberikan anggukan kecil.
Setelah kepergian sekretaris jay. Tania hanya duduk si sofa yang dekat dengan dingding kaca, dari sana terlihat jelas lampu lampu jalanan dan gedung gedung tinggi lainnya. Dia hanya memperhatikan dan tidak banyak memikirkan apapun. Seolah olah pikirannya sudah lelah, sampai akhirnya dia terlelap.
_________________
Kamar yang di tempati Tania Pagi sudah di datangi banyak orang. Mereka adalah orang suruhan jay. Tania akan segera di make over. Tania hanya diam diperlakukan oleh MUA. Dan gaun pengantin berwarna putih juga di pakaikan, Tidak lupa juga hiasan kepala seperti mahkota kecil, dan bagian penutup kepala.
Sementara di ruang sebelahnya juga melakukan hal yang sama. Raka sudah memakai jas berwarna biru dengan list berwarna hitam. Di tambah dengan jam tangan rolex menambah ketampanan Tuan muda.
__ADS_1
Setelah selesai mereka berangkat terlebih dahulu.
Disana sudah menunggu mama Sarah. Anton dan istrinya. pastor yang akan menikahkan mereka.
Hanya ada kisaran dua puluh orang yang ada di ruangan itu. Itu juga sudah termasuk mempelai dan jay.
Raka memasuki altar.
Berdiri di depan pastor.
Seorang pembawa acara memberikan arahan agar pengantin wanita memasuki ruangan.
Tania berjalan menuju altar dengan gaun berwarna putih, Bagian dadanya terlihat jelas, sebuah kalung melingkar di lehernya. rambut yang di sanggul, dan kedua tanganya membawa seikat bunga berwarna putih. sangat Anggun.
Semua orang yang ada di ruangan itu terpana.
begitu juga dengan raka. Saat dia menoleh kebelakang. Dia sampai tidak berkedip. Melihat Tania sudah semakin dekat ke altar Raka belum juga berkedip. Entah apa yang dipikirkannya. Ada rasa kagum melihat kecantikan Tania.
Dan ikrar perkawinan sudah di ucapkan kedua mempelai.
"Sekarang kalian sudah sah sebagai suami istri, sekarang silahkan berciuman" pastor memberikan instruksi.
dugh Bergetar jantung Tania mendengarkan kata Berciuman.
ini bagaimana. Bahkan aku belum pernah berciuman dengan siapapun. Justru ciuman pertamaku jatuh kepda orang yang akan menghancurkan hidupku.
Raka mendekatkan wajahnya ke wajah Tania. Dia mendaratkan sebuah ciuman di bibir Tania. hanya sebuah kecupan tepat di bibir. Tania yang menutup mata tiba tiba kembali membuka mata. Wajahnya memerah menahan rasa malu dan juga rasa marah.
Acara pernikahan yang sederhana sudah selesai.
"Tania maafkan mama sayang. Mama harus kembali sekarang. Mama sangat senang melihat anak mama menikah dengan wanita secantik kamu. Sayang jaga Raka untuk mama. Sayangi dia, dia memang terlihat sangat dingin, tapi tidak dengan hatinya. Mama sangat berharap kamu sabar menghadapi Raka ya" sambil memeluk Tania.
"Ia ma. Mama hati hati ya di jalan, jangan terlalu capek, banyak istirahat"
"ia sayang. Satu lagi sayang. Raka sangat tidak suka di bantah, turuti saja apa maunya. eh ia dia juga suka minum susu jahe. nanti mama kirim pesan resep nya ya"sambil berbisik di telinga Tania.
Kini ia juga pamit kepada Raka.
"Kamu jaga menantu mama. Ingat berikan mama cucu yang banyak. Biar mama nggak kesepian lagi"
" ia ma. kabari Raka kalau sudah sampai"
Mama Sarah akhirnya berangkat ke Amrik. Kini tinggal lah Tania dan Raka.
"Jay"
"ia Tuan?"
"Siapkan mobil. Kita ke kantor sekarang"
Tania yang masih di samping Raka mendengarkan hal itu hanya menunduk. Raka kini pergi meninggalkan Tania yang masih mematung. Hingga Pak irvan datang dengan sebuah mobil mewah.
"Silahkan Nona saya antar"
"Baik pak" jawabnya lemas.
__ADS_1