Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Malam yang panas


__ADS_3

"Sayang, kenapa lama sekali" Seru Raka dengan sangat lembut tapi sebenarnya dia sangat menahan amarah nya.


"Ia sayang. Maaf" sedikit terbata.


Dia memanggil ku sangat lembut, sepertinya dia tidak marah.


Raka memeluk pinggang Tania menggunakan tangan kanan nya. Dan tangan kiri nya menerima minuman dari tangan Tania. Sementara tangan kanan nya sedikit mencubit pelan bagian pinggang Tania, memberikan sedikit kode kalau Raka tidak menyukai ini.


Berani berani nya kau menemui istriku. Raka


Tidak, dia mencubit ku, artinya semua tidak baik baik saja.


"Apa kabar Raka?!" ucap Ferdi sembari menahan tawa.


Kau berusaha menahan cemburu mu di depan ku..ha ha ha ini sangat menarik.


"Baik," jawab nya singkat.


"Sayang aku mengantuk, kita pulang sekarang" ucapnya masih dengan lembut tapi wajah nya sudah terlihat tidak baik baik saja.


"Iya sayang" dengan tersenyum tapi sedikit terpaksa.


Lebih baik ku iyakan saja, dari pada jadi panjang urusan nya. yang ku takutkan terjadi juga, huft Wajah nya juga sudah tidak seperti sebelum nya.


Raka menarik tangan Tania dengan lembut meninggalkan Ferdi di sana. Ia membawa Tania ke parkiran, ternyata sekretaris Jay sudah disana.


"Kita pulang" Perintah Raka.


Ferdi menunduk dan membuka pintu untuk Tuan nya.


Ada apa lagi ini. Kenapa wajah nya terlihat kesal sekali.


Sepanjang perjalanan Tania hannya diam tidak bicara, sesekali ia menggigit kuku nya.


Apa dia marah?? aku kan tidak melakukan apapun, apa yang akan dia lakukan nanti ya, kenapa aku takut sekali.

__ADS_1


Raka juga tidak mengeluarkan sepatah kata pun, ia hannya diam. Mata nya memandang keluar sepanjang perjalanan.


Kau sudah menjadi milik ku, tapi kenapa aku tidak suka Ferdi melihat mu walau sebentar saja atau bahkan Pria siapapun. Tadi kau juga tersenyum ketika berbicara kepada nya, aku tidak suka itu. Aku tidak akan melepaskan mu malam ini.


*


Sesampai nya di rumah.


"Kau pulang saja Jay, sudah larut malam." Perintah nya masih menggenggam tangan Tania.


"Baik Tuan Selamat malam" menunduk dan pergi.


Setelah mengucapkan itu, Raka menarik tangan Tania menuju kamar mereka.


"Sayang pelan pelan, tangan ku" seru Tania sembari mempercepat langkah kaki nya.


Raka tidak menjawab, pandangnya terus ke depan. Sesampai nya di dalam kamar.


"Apa kau mencintaiku Tania??!" tanya Raka membelakangi Tania.


apa yang harus ku lakukan sekarang.


"Jawab aku" suara mulai meninggi.


Katakan kau mencintaiku Tania. Katakan kau tidak akan melihat pria lain kecuali aku.


Aku bingung mau menjawab apa sekarang. Kenapa dia bertanya seperti itu


Tania memeluk Raka dari belakang dengan sangat lembut. Raka membiarkan nya saja. Kemudian Tania menarik tangan Raka agar mereka saling berhadapan. Ia menggantungkan tangan nya di tekuk Raka


"Maaf karna tadi aku sedikit lama mengambil minuman nya. Jangan marah. Tidak sopan jika aku meninggalkan orang yang sedang berbicara kepadaku" dengan sangat lembut.


Persetan harga diri, Jika tidak dia bisa saja menjadi gila nanti nya, semoga cara begini berhasil.


"Lantas kenapa kau tersenyum kepada nya?!"

__ADS_1


"Sayang, Aku hanya tersenyum kepada nya. Itu bukan kesalahan kan??!" Sembari memeluk Raka tapi wajah mereka saling pandang.


Jadi hanya karna itu kau seperti ini.


"Tapi aku tidak menyukai nya." menaikan ujung bibir nya.


"Aku berjanji tidak akan tersenyum kepada nya lagi. Aku hanya akan tersenyum kepadamu" dengan lembut dan sambil tersenyum.


Puas??! apa kau puas mendengar nya??!!


"Jika tidak??!!" dengan suara menggancam.


Maksud nya? kau mau membuat perjanjian lagi?? aahh sudah lah, aku lelah, mungkin begini lebih baik.


Tania tidak mau mengambil resiko. Ia menempelkan bibir nya di bibir Raka, Ia menciumi bibi Raka dengan sangat lembut. Raka diam ia masih menikmati cara Tania menciumi nya.


Tetap lakukan Tania, atau lagi lagi kau akan di rugikan oleh nya. Ini akan segera berakhir.


Raka juga sudah tidak kuat. Ia memeluk Tania dalam posisi berciuman, pelan ia mengangkat Tubuh Tania ke atas tempat tidur tanpa melepaskan ciuman nya. Sebentar ia melepaskan ciuman nya kemudian ia berdiri menggunakan lututnya ia membuka pelan gaun Tania, bahkan hils yang belum sempat di buka. Setelah selesai ia membuka pakaian nya sendiri. Kini tidak ada lagi yang menutupi tubuh mereka.


Tania memperhatikan Tubuh Raka yang tepat di atas nya. Ada rasa kagum di hati nya.


Kau Tuan Muda Raka tepat di hadapan ku, kau benar benar Raka suami ku, dan Aku Tania gadis biasa adalah istri mu. Hati ku sangat lemah, aku bahkan menikmati setiap sentuhan yang kau berikan. Apakah kau juga seperti itu??!!


Raka menindih Tania, mereka kembali berciuman. Tangan raka meraba remot di laci untuk mematikan lampu. Kini tidak seterang sebelum nya. Tapi wajah Tania masih terlihat jelas dengan lampu tidur di meja samping.


Ciuman mereka semakin panas, Raka tau benar cara membuat Tania menikmati permainan mereka. Ia tidak meninggalkan satu inci pun tubuh Tania, ia mencium semua nya. Tania mendesah walau belum melakukan penyatuan.


"Katakan kau mencintaiku Tania?!" Raka menatap Tania tepat di atas nya. Tangan nya membelai rambut Tania dengan lembut.


Tania tersenyum membalas tatapan dari Raka.


"Aku mencintaimu" sambil tersenyum.


Raka senang mendengarkan itu, ia kembali mencium bibir Tania. Ia langsung melakukan penyatuan dengan lembut. Tania mendesah Ia benar benar menikmati nya. Raka benar benar tidak melepaskan Tania malam ini. Setelah selesai, tiga puluh menit kemudia ia melakukan nya lagi. Ia benar benar tergila gila melihat Tania.

__ADS_1


__ADS_2