
"Maafkan aku" ucap Tania saat Raka sudah kembali ke kamar.
Tidak ada jawaban dari Raka. Tania menyentuh tangan Raka.
"Maafkan aku. Kemarin itu aku hannya"
"Kau merindukan kak ferdi mu? begitu kan?"
"Bukan begitu" kini air matanya sudah kembali menetes.
"Sudah cukup. Lupakan masalah ini. Aku tidak mau membahas ini lagi" melepaskan tangan Tania dan hendak pergi.
"Apa sebegitu hina nya kah aku?!" seru Tania sambil menangis.
Raka yang mendengar itu langsung terdiam. Dia tidak menyangka itu akan di ucapkan oleh Tania.
"Apa bisa aku bernapas sesuai ke inginan ku sekali saja??!!" Kini kaki nya sudah bergetar.
"Apa yang kau mau sebenar nya Tuan Raka? Apa yang kau mau dariku? Belum kah cukup semua ini?" Kini dia tidak bisa menahan kedua kakinya. Dia terjatuh sambil menangis.
Raka yang masih membelakangi nya masih diam.
"Kau menghukum ku atas kesalahan kaka ku. Kau mengancamku secara terus menerus. Setelah itu kau berlagak seolah olah kau mencintaiku, menghujani ku dengan kebahagian dan sekarang kau membunuhku dengan cara memandangku seperti orang yang paling menjijik kan"
Napas Raka sudah tidak teratur mendengarkan semua kata setiap kata yang kuar dari mulut Tania.
"Kau bahkan tidak mendengarkan penjelasanku. Kenapa kau sangat kejam kepadaku Tuan Raka. Kesalahan apa yang sudah ku buat hingga kau seperti ini. Aku lelah Tuan, Aku sangat Lelah. " Dengan suara semakin pelan.
Tania seperti kehilangan kendali, tersungkur ke lantai dan Tania pun pingsan.
*
Pagi ini Raka sudah berangkat kerja. Ia sengaja tidak menggangu tidur Tania.
"Selamat pagi nona" Sapa bella dari pintu kamar
"eh bella. Kamu sedang apa?" sambil melihat kiri dan kanan.
Dimana dia?? kenapa kepalaku pening sekali.
"Tuan sudah berangkat kerja Nona"
"Benarkah?? ya ampun kenapa aku tidak tau ya"? jawab nya panik.
__ADS_1
"Hari ini saya temani Nona ke panti"
"Apa? Panti?"
"Ia nona. Sekretaris Jay memintaku untuk mengantar nona kepanti kalau nona mau"
"Mau aku mau" jawabnya semangat.
"Baiklah nona mandi terlebih dahulu, saya tunggu di bawah"
*
Sesampainya di panti Tania kaget melihat tampilan baru dari yayasan panti asuhan ini.
"Wahh sudah jauh berbeda ya dari yang kemarin. Padahal baru seminggu aku tidak dari sini"
"Ia Nona. Saya meminta para pekerja bangunan nya untuk memoles sedikit dan mengubah warna cat yang lama"
"Terimakasih Bella dan maaf"
"Maaf untuk apa Nona?"
"Aku tau kamu juga di hukum karna aku. Aku penyebab kamu di beri hukuman oleh sekretaris Jay"
Karna aku berada di antara cinta majikan ku yang rumit ini. Ahh orang yang jatuh cinta memang begini kali ya, berantam. cemburu. kebanyakan drama.
"Itu karna aku yang memintamu. Maafkan aku bella?" Sembari menyetuh tangan bella.
"Nona, bisakah saya memberi saran? Maaf jika saya lancang"
"Sarapan apa bel?!" melepaskan tangan.
"Apa anda belum sadar Nona atas sikap Tuan Raka kepada Anda?"
"Maksud kamu apa bel? aku tidak paham" mengkerutkan kening.
"Tadi malam saat anda pingsan, Tuan sangat kwatir Nona. Dia bahkan tidak tidur semalam hannya untuk menunggu anda siuman"
"Benarkah dia se kwatir itu?" sembari menyentuh tangan bella kembali.
Apa itu benar? kenapa aku sebahagia ini.
"Benar Nona, saya lihat sendiri. Kenapa dia sangat dingin kepada anda, itu karna Tuan sangat cemburu. Apa Nona tidak bisa merasakan nya?"
__ADS_1
"Tapi dia tidak mendengarkan penjelasan ku" Air mata nya kembali menetes.
"Itu karna dia masih kecewa nona. Saya bekerja sudah cukup lama dengan Tuan Raka. Sebelumnya saya bekerja di devisi lain sebelum di tugas kan menjaga anda"
"Sebelumnya kamu bilang masih karyawan baru disini?!"
"Saya masih baru bekerja seperti ini Nona. Sebelumnya saya di devisi lain masih atas naungan Wijaya Groub" Menyandarkan kepala "Saya belum pernah melihat Tuan Raka sekwatir tadi malam saat anda pingsan, saya harap anda mengerti maksud saya Nona"
Jangan bersikap seperti kemarin lagi nona. Sadar lah
"Aku tidak akan mengulangi nya lagi" menundukkan kepala.
"Sudah lah Nona. Anda tidak perlu sedih lagi. Cukup jaga sikap anda ketika tidak bersama Tuan Raka"
"Terimakasih bella atas saran mu bella." Sembari tersenyum
Apa mungkin apa yang dia katakan benar? aahh seandainya saja.
Mereka masuk ke panti
Kesedihan Tania sedikit berkurang setelah bermain dengan anak anak di panti. Banyak sudah perubahan di panti, itu karna Raka juga ikut campur tangan, tanpa di ketahui oleh Tania. Semua ia lakukan agar Tania bahagia. Karna ia Tau Tania menyukai anak anak itu.
*
"Bagaimana dia hari ini??" Tanya Raka kepada sekretaris Jay.
"Nona sepertinya sudah membaik Tuan" sembari menyerahkan sebuah foto.
"Apa aku terlalu keras kepadanya Jay" masih melihat foto.
"Saya rasa anda terlalu keras Tuan. Karna menurut nona cindi, dia yang sudah meminta Nona untuk bertemu Tuan Ferdi. Tujuan nya untuk meminta ia untuk melupakan Nona. Karna akhir akhir ini Tuan Ferdi sangat sedih Tuan"
"Kenapa kau baru membritahuku sekarang??!!" Dengan nada tinggi.
"Saya mencoba menjelaskan tapi anda tidak mau mendengarkan Tuan"
"ahh" memegang kepala seperti prustasi.
Maafkan aku tidak mendengarkan penjelasan mu. Kenapa aku bersikap seperti itu. kau pasti sangat ketakutan karna sikap ku ini yg bodoh ini. Raka
Lihat lah anda Tuan. Sekrang baru menyesal, kemarin saya coba jelaskan anda katakan tidak ingin mendengar apapun. Kenapa anda bersikap bocah jika berhubungan dengan Nona Tania. Jay.
*
__ADS_1