Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Hari ke 4


__ADS_3

Hari ke 4


Tania duduk di sebuah kursi dengan mulut di lakban dan tangan terikat kebelakang. Hari ini adalah hari ke empat Tania setelah di culik. Kondisi nya semakin memprihatinkan dan fisik semakin me lemah.


"Sudah jam berapa ini kenapa mereka belum datang juga?" Tannya seseorang lewat telpon.


"Mereka sedang di perjalanan Bos" dengan suara terbata.


"Kau sudah persiapkan rencana B"


"Sudah Bos. Dia tidak akan membiarkan Wanita ini begitu saja" sembari melirik ke arah Tania.


"Pastikan semua berjalan sesuai Rencana, Jika tidak kau tidak akan dapat bayaran nya."


Telpon di matikan.


Berani sekali kau mengancamku seperti itu. Dasar tengik.


Bebera saat kemudian.


Kring kring kring


"Lapor ketua, beberapa mobil memasuki area"


"Baik, bersiap lah. Kita sambut Tamu kehormatan kita"


Tepat setelah telpon di matikan, beberapa kendaraan memasuki gudang tersebut dan berhenti tepat di depan mereka.


Salah satu mobil membuka pintu dan perlahan terlihat kaki menginjak lantai dan kini terlihat jelas itu adalah sekretaris Jay.


"Dimana bos mu??" Jay memulai pembicaraan.


"Itu bukan urusan mu. Sekarang dimana pesanan ku?"


"Aku bawa, ini" sembari mengeluarkan secarik map dan berisikan sebuah kertas di dalam nya.


"Serahkan sekarang dan bawa wanita ini"


"Aku bilang dimana bos mu?? Jika tidak kau tidak akan mendapatkan nya" Dengan nada santai.


"Sepertinya kau ingin kekerasan Jay" Mulai mengangkat senjata.


"Ha ha ha Lihat" sembari membalikkan map yang tadi dia sentuh" Ini hannya surat yang tanpa tanda tangan. Jika kau menarik pelatuk nya sekarang. Kau tau artinya kan!!" dengan senyum sinis


"Apa maksud mu Jay. Seperti nya kau ingin bermain main dengan ku"


"Kau tau maksudku. Dimana bos mu" Dengan gaya yang santai


Terlihat Ketua andre kesal karna seperti di permainkan oleh sekretris jay.


"Kau akan mendapatkan tanda tangan nya jika kau menunjukkan wajah bos mu sekarang"


"Kapan aku mendapatkan nya??"

__ADS_1


"Sekarang"


Seketika Ketua andre melihat ke arah mobil yang di kendarai oleh Jay tadi.


Apa dia di dalam? Tuan Raka berani datang kemari?? demi wanita ini??


kring kring kring


"Aku datang"


telpon di matikan.


"Bos ku datang sekarang. Pastikan Tuan mu menandatangani nya sekarang"


Tidak di jawab oleh sekretaris Jay.


Setelah beberapa saat.


Seseorang masuk dari pintu belakang di temani oleh beberapa orang pengawal pribadi nya. Ia berjalan dengan santai sambil mengisap Rokok.


"Jangan banyak bacot Jay. Sekarang serahkan surat nya" Sambil duduk.di salah satu kursi yang sudah di sediakan.


"Ternyata kau?? hahahaha" Jay terbahak bahak. Seolah dia sudah sangat mengenal orang tersebut.


"Diam kau. Sekarang dimana tanda tangan nya" timpal andre.


Sekretris Jay berjalan ke arah mobil di urutan ke dua. Membuka pintu, Raka pun keluar dari mobil. Setelahnya mobil yang lain juga terbuka dan keluarlah beberapa orang dengan perawakan tegap siap untuk mengawal Tuan Raka.


"Dimana Tania ku" dengan suara sedikit berat


Tuan Raka?? Kau disini Untuk ku? Kau mengatakan Tania ku?? apa benar itu kau?


"Tanda tangani dulu itu" Teriak andre dengan pistol yang masih di tangan nya.


Tangan Raka menyentuh surat tersebut dan menandatangani nya dengan cepat kilat. Kemudian menyerahkan nya kepada sekretris Jay. Jay menatap Raka dengan sangat Dalam.


Jaga sikap anda Tuan. Jangan terlihat lemah di hadapan mereka.


Seolah Raka mengerti isi pikiran sekretaris Jay. Ia menganggukan kepala nya.


Sekretaris Jay berbalik badan dan mendekati Ketua andre.


"Lepaskan Nona Tania"


"Hey kalian. Lepaskan dia" dengan nada tinggi.


Salah seorang membuka tali pengikat Tania, menarik tanganya agar berdiri. Orang orang yang tadi nya menghalani pandangnya bergeser memberikan jalan.


Seketika wajah Raka dan Sekretaris Jay membulat kaget melihat pemandangan yang ada di depan nya.


Raka mengepal Tangan nya kuat menahan amarah nya.


"Tuan" Kata yang di ucapkan Tania ketika dia mulai berjalan lunglai,

__ADS_1


Baru tiga langkah berjalan Tania sudah tersungkur kelantai,


"Tania" panggil Raka dengan nada marah.


Seketika seisi Ruangan tidak mengeluarkan suara, Hening. Ketua andre bahkan merasakan bulu kuduk nya berdiri.


Kenapa ini sangat menyeramkan. Beberapa kali terlibat hal seperti ini, tapi kenapa sepertinya kali ini aku berurusan dengan orang yang salah


Raka hendak berlari menemui Tania, tapi di halangi oleh pengawalnya. Karna itu sudah merupan perjanjian mereka dari awal bahwa Raka tidak bisa mendekat.


Sekrataris Jay berlari mengangkat tubuh Tania, memasukkan ke dalam mobil.


"K AU" ucap Raka kepada dia yang di sebut Bos.


Dengan wajah memerah dan tangan di kepal, Raka sepertinya sudah habis kesabaran, kakinya mulai melangkah mendekati Ketua Andre.


Andre yang melihat situasi itu Pucat. Bahkan ia mundur 3 langkah, seolah olah dia sedang melihat bahaya di depan nya.


"Tuan" Sekretaris Jay menyentuh bahu Raka. "Sebaiknya kita keluar sekarang. Jangan bertindak konyol. Mereka semua mengunakan senjata" dengan suara berbisik


Jangan sekarang Tuan, gunakan Akal sehatmu. Kita keluar dari sini sekarang.


Raka tidak mendengarkan, amarah sudah menguasai diri nya.


"Tuan, Nona Tania segera di bawa kerumah sakit. Apa kau masih ingin berlama lama disini" suara berbisik sambil memcekram lengan Raka sangat kuat.


"Tania" ucap Raka, seolah olah dia kembali bisa menguasai diri nya.


Benar. Hannya mendengar nama Nona anda menjadi sadar diri.


"Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau. Sekarang kami akan keluar dari sini" Teriak Jay.


Ia menarik kuat lengan Raka untuk masuk kedalam mobil. Di ikuti oleh pengawal dan sekretaris Jay.


"Tania" ucap Raka saat berada di dalam mobil.


Maafkan aku terlalu lama menjemput mu. Aku mohon bertahan lah, kau sudah aman, aku sudah berada disini untuk mu.


Ia mengangkat kepala tania agar tepat di pangkuan nya.


Ketika mobil sudah keluar dari gudang dan sudah berada tepat di depan nya.


Jay mengambil telpon genggam milik nya,


"Hallo Tuan Ferdi." matanya melirik Raka dan Tania yang berada di bangku belakang dari kaca spion


"Bagaimana Jay??"


"Kami sudah berada di kuar Tuan. Lakukan sekarang"


"Baik"


Telpon di matikan.

__ADS_1


Seketika pintu gudang tertutup Rapat.


__ADS_2