Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Cemburu 3


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Tania hannya diam, mata nya melihat ke arah luar, tapi jelas terlihat itu hanya tatapan kosong, Ia sibuk dengan pikiran nya dari tadi. Hingga sampai di Salon Tania tidak sadar, ia tetap menatap dengan tatapan kosong.


Sementara Suci sibuk dengan tablet milik nya, di dalam mobil sekalipun ia masih saja bekerja walaupun hanya menggunakan tablet. Sementara Bella Sibuk memperhatikan Tania yang berada di bangku belakang. Ia kwatir karna Tania menjadi murung setelah melihat Clara.


Bella melirik dari kaca spion. Ia tau jelas Clara adalah penyebab Tania menjadi murung dari tadi. Ia turun dari mobil dan langsung membuka pintu bagian belakang tempat Tania duduk.


Saya mengerti perasaan Anda Nona. Sangat wajar Anda menjadi murung begini, wanita mana yang tidak sedih melihat mantan kekasih nya masih bertemu dengan suami nya di belakang nya.


"Nona kita sudah sampai?" dengan kepala menjongak ke dalam mobil.


"Oh ya, kita sudah sampai ternyata ya" Sambil melirik kanan dan kiri.


Aku bahkan tidak sadar kalau kami sudah sampai.


Tania keluar dari mobil dengan wajah yang murung.


"Nona Anda baik baik saja?!" Tanya bella kwatir


"Saya baik baik saja Bella" Sambil tersenyum "Terimakasih sudah menkwatirkan ku. Tapi aku baik baik saja" mengelus pundak Bella.


Kau sangat tau posisi ku Bella, paling tau bagaimana dari awal aku mempertahankan semua nya. Tanpa ku jelaskan kau sudah bisa memahami nya.


"Baiklah Nona. Sebaik nya kita masuk, semoga setelah ini Nona sudah sedikit rilex" Sambil menutup pintu mobil.

__ADS_1


Aku sangat yakin jika Tuan sudah mencintai Nona. Tapi kenapa Nona Clara masih bebas masuk ke ruangan nya. itu kan membuat Nona sedih, Ahh ribet amat kisah mereka ini.


Kemudian mereka bertiga masuk ke dalam salon yang cukup terkenal itu. Tania mulai menjalankan treatmen sesuai permintaan nya. Ia bahkan memaksa Bella dan Suci juga ikut di treatmen, walaupun awal nya Bella dan Suci sedikit malu malu di awal.


Setelah beberapa Jam berlalu, akhirnya mereka keluar dari ruangan khusus pelanggan VVIP. Dia sudah menjadi member VVIP dari awal, karna sekretaris Jay sudah mengatur nya dulu.


Saat berjalan.


"Tania bisa bicara sebentar?!" tanya seseorang yang tiba tiba muncul dari samping.


Tania menoleh, jelas ia sudah mengenal suara tersebut.


"Clara?! Apa ada hal penting yang ingin kau bicarakan?!" Tanya nya santai.


"Ada. Bisa kah kita bicara disana?! Berdua?!" sambil melirik ke arah Bella dan Suci mengisyaratkan agar mereka tidak perlu ikut.


"Baiklah, kau tunggu aku di sana" dengan wajah malas.


Kemudian Clara pergi lebih dulu.


"Apa Anda yakin Nona bicara dengan nya?!" tanya bella kwatir.


"Aku tidak akan lama. Kalian tunggu disini saja" Tania mencoba menenangkan Bella.

__ADS_1


"Maaf Nona. Saya tidak bisa membiarkan Anda bicara kepada nya. Terakhir kali Anda bicara kepada nya membuat Anda hilang kendali. Apa Nona ingat itu?!" dengan wajah memerah.


Maaf Nona kali ini aku harus bertindak walaupun Anda tidak menyukai nya.


"Aku ingat semua nya Bella. Hanya sebentar saja, kalian bisa mengawasiku. Toh kalian masih bisa melihatku dari sini kan?!" sambil tersenyum.


Terakhir kali dia berbicara kebenaran tentang kak Anton. Bahkan setelah aku bertanya kepada Raka dan ternyata benar. Tapi bukan kah itu sudah berlalu. Sebaik nya aku akhiri saja. Aku lelah


"Apa yang di katakan Bella benar Nona. Bukan hanya Anda yang akan ada dalam masalah, kami juga mungkin akan di hukum Tuan jika dia mengetahui Anda bertemu dengan Nona Clara" Suci ikut melarang Tania.


"Untuk itu aku katakan kepada kalian jangan memberitahu Tuan Raka. Aku janji hanya sebentar, Aku bukan lagi Tania yang lemah. Percaya padaku" Tania masih berusaha menyakinkan Bella dan Suci.


Aku mau dengar apa yang mau dia katakan, kenapa dia rela menunggu ku sampai selesai. Mungkin ada sesuatu yang penting.


"Tidak lebih dari 10 menit Nona. Jika tidak aku akan memberitahu Sekretaris Jay" Seru Bella dengan tegas, walau pun dia tetap masih kwatir.


Maaf Nona, aku hanya ingin memastikan Nona tidak disakiti oleh Nona Clara. Aku tidak mau Nona ada dalam masalah lagi karna dia. Aku belum lupa saat aku harus di tampar oleh Sekretaris Jay karna tidak bisa menjaga anda.


"Baik lah. Tidak akan lebih dari sepuluh menit." sambil tersenyum lega.


Akhirnya aku bisa meyakinkan mereka.


Sambil berjalan Tania mengangkat wajah nya saat menemui Clara yang sudah memperhatiakan nya dari Tadi.

__ADS_1


__ADS_2