
Sementara di kantor wijaya Groub, kantor tertinggi di kota tersebut. Di sebuah ruangan di lantai tertinggi, seluruh dingdingnya hampir di dominasi oleh kaca, dari ruangan tersebut terlihat jelas hiruk pikuk ibu kota. Ruangan tersebut kali ini berbeda dari sebelum nya. Sangat hening dan tidak ada suara sama sekali.
Sudah menjelang sore Raka hannya duduk diam di ruangan nya, sesekali ia melirik ke arah luar. Ia mencoba mengerjakan sesuatu tapi percuma saja ia tetap tidak bisa berkonsentrasi. Pikiran dan perhatiannya tetap pada Tania.
Apa yang harus ku lakukan, kenapa situasi ini sangat menyebalkan sekali. Ada apa dengan nya. Ini sangat menyiksa ku.
Ia berjalan dan berhenti tepat di depan kaca, dia berdiri disana dan menatap gedung gedung yang hampir menyamai ketinggian gedung milik nya. Ia hannya memandang nya dengan tatapan kosong, tanpa ia sadari sudah 20 menit ia hanya berdiri disana.
Seketika Seseorang memeluknya dari belakang. Entah kapan orang tersebut di dalam ruangan itu, Raka sendiri tidak tau, Membuat dia sedikit kaget namun tidak mengubrisnya. Karna ia sudah tau siapa yang memeluk nya tersebut.
"Maaf" Sebuah kata keluar dari orang yang sedang memeluknya. Raka tau betul suara siapa itu.
"Kenapa harus meminta maaf!!" jawab Raka dengan nada datar namun masih dengan posisi semula pandangan nya lurus ke depan.
Ini kau??!! Kenapa tiba tiba bersikap seperti ini!! Apa kau berubah pikiran.
"Maaf karna aku sudah melakukan tindakan bodoh" ucap nya dengan sedikit pelan namun dengan sebutir air mata.
Raka diam namun ia tau Tania sudah mengeluarkan air mata. Pelan ia melepaskan pelukan Tania dan membalikkan badan nya, Ia menatap wajah Tania dengan sangat dalam.
Aku hampir saja tidak mengenali mu lagi Tania, dalam satu malam kau berubah sangat kejam kepadaku, sebenar nya ada apa dengan dirimu, Kenapa kau melakukan nya.
Raka menarik napas dalam dalam, dan ia melangkah hendak meninggalkan Tania yang masih berdiri di depan nya.
Seperti nya dia tidak memafkan ku kali ini, apa yang harus ku lakukan. Persetan harga dengan harga diri.
__ADS_1
Dengan cepat Tania menarik tangan Raka yang sudah berada lima langkah dari nya, Raka kaget karna Tania menarik nya dengan sangat kuat dan menarik nya hingga sampai di sebuah dingding kaca yang ternyata adalah sebuah pintu rahasia. Tania mengetik angka sebagai kode agar pintu dapat terbuka.
"Apa yang kau lakukan.?!!" Dengan nada bingung tapi tania tidak mengubris nya.
Darimana dia tau ada ruangan disini. Tunggu dia juga tau kode pin nya.
Sementara tangan kiri nya masih memegang erat tangan Raka, setelah pintu terbuka. Ia dengan cepat kembali menarik tangan Raka agar ikut dengan nya. Raka seolah penasaran apa yang hendak Tania lakukan, ia pun menurut tangan nya masih di tarik oleh Tania.
Setelah sampai di dalam Ruangan tersebut, Tania mendorong Raka ke atas kasur. Raka kaget dengan perlakuan Tania, dengan menghadap ke atas, Raka ingin berdiri namun dengan cepat Tania menjatuhkan tubuh nya Tepat di atas Raka, Ia mencium bibi Raka dengan sangat agresif. Berbeda dengan sebelum nya Raka seolah olah terbius, ia diam dan justru menantikan tindakan Tania selanjut nya.
Aku mau lihat apa kau tidak akan memaafkan ku setelah ini. Ini sangat memalukan tapi apa boleh buat, sebelum semua menjadi lebih kacau lagi.
Tania melepaskan ciuman nya dan duduk tepat di atas Raka, ia melepeaskan satu persatu pakaian yang melekat pada tubuh nya. Raka yang tepat di bawah Tania hanya memperhatikan Tania yang tepat di depan pandangan nya.
Wah berani sakali kau meminta maaf dengan cara seperti ini, tapi aku juga tidak bisa bohong aku menyukai nya. Tanpa melakukan ini aku sebenarnya akan selalu memaafka mu. Tapi jika kau melakukan nya merupakan bonus untuk ku,
Tania melepaskan ciuman nya
"Maaf aku terlalu cemburu sehingga bertindak seperti orang bodoh" ucap Tania dengan posisi menghadap Raka.
"Apa?!! Kau mengatakan apa?!" seru Raka bersemangat.
Benar kah itu?! kau sedang cemburu? artinya kau sudah mulai mencintaiku. katakan lagi Tania, aku ingin mendengar nya sekali lagi.
Tania terdiam.
__ADS_1
Ahh bodoh, Tania bodoh, apa yang barusan kau katakan.
"Apa begini cara mu meminta maaf?! Baik lah, aku tidak akan memaafkan mu" seraya menaikkan badan nya untuk duduk.
Tidak perlu mengucapkan nya sayang, aku mengerti. Kau masih malu mengaku ini, dan aku memaklumi nya.
Tania dengan cepat kembali menarik tangan Raka dan kembali menciumi nya dengan agresif. Kini ia duduk di atas Raka dan langsung melakukan penyatuan. Dengan posisi Tania memegang kendali, ia tepat di atas Raka.
Raka sedikit kaget namun dia sangat menikmati permainan Tania. Seolah olah dia sedang terbang tinggi di buat Tania. Ia terbuai dengan permainan Tania.
Apa jika saat cemburu kau menjadi agresif seperti ini?! Apa perlu aku membuat mi cemburu agar kau selalu memperlakukan ku seperti ini, aku benar benar menyukai nya.
Sudah tidak kuat, dia membalikkan posisi. Tania kini berada di bawah, Raka yang memegang kendali kali ini. Tania sedikit tersenyum dari sudut bibir nya.
Akhirnya kau memaafkan ku Raka, tanpa mengatakan nya.
Tania mendesah tak kala Raka melakukan nya dengan sangat baik.
Setelah satu jam dan setelah pelepasan yang kesekian kali nya. Raka menjatuh kan Tubuh nya tepat di samping Tania. Ia menarik tangan nya dan mencium kening nya, meletakkan tangan tania di dada nya mereka berpelukan.
Ternyata kau masih Tania kecil ku. Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu begitu saja. Kini aku tau hati mu sudah luluh, jangan tanya aku Tania, karna aku lebih dulu darimu, sejak melihat mu pertama kali. Kini aku akui aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada mu. Tapi aku terlalu naif mengakui nya. Raka.
Aku sadar, aku tidak bisa jauh dari mu. Aku tidak tau kapan ini mulai nya, Apa mungkin sifat mengancam mu yang membuat ku tidak bisa jauh dan akhirnya aku terbiasa dekat dengan mu, ah sudah lah tapi yang terpenting aku sangat nyaman jika dekat dengan mu. Tania.
Mereka berpelukan namun sibuk dengan pikiran nya masih masing.
__ADS_1
Hingga akhirnya mereka terlelap saling berpelukan karna kelelahan setelah pertempuran barusan.