
Pak irvan sudah membuka pintu mobil ketika ia melihat Raka dan Tania sudah mendekat ke arah nya. Ia sudah bersiap lebih dulu saat Sekretaris Jay sudah menghubungi nya bahwa Tuan nya akan segera pulang ke villa.
"Selamat malam Tuan Nona"
"Selamat malam pak Irvan" Hanya Tania yang menjawab sementara Raka hannya memberikan anggukan kecil seperti biasa.
Di dalam mobil Raka menarik tangan Tania agar duduk rapat dengan nya, dengan begitu ia bisa memeluk Tania dengan bebas.
"Kak Anton dan keluarga yang lain tidur dimana malam ini?!" sambil memainkan kerah baju Raka dengan pelan.
"Jay sudah mengatur nya dengan baik" Tangan mengelus rambut Tania,
Apa aku tidak terlalu lancang jika bertanya apa mereka langsung kembali besok hari.
"Mereka akan berlibur beberapa hari disini" Seolah mengerti apa yang di pikirkan oleh istri nya itu.
Tunggu dia bisa tau apa isi pikiran ku. Wahh kenapa jadi menyeramkan begini.
"Terima kasih Sayang" Mengecup pipi Raka tiba tiba.
Raka yang suka di perlakukan tiba tiba begitu berusaha menahan senyum nya.
"Apa kau lupa apa yang aku katakan tadi?!" Pandang lurus, aku mau lebih dari ini arti bahasa sesungguh nya.
"memang nya apa yang sudah kau katakan?!' melepaskan pelukan dan menatap wajah Raka dengan mengerutkan kening.
Kenapa sih dia, mau mu apa sih Tuan Raka??
"Berterima kasih dan meminta maaf yang benar" tatapan lurus ke depan.
Tania menaikkan ujung bibir nya, duduk melipat tangan dan duduk bersandar.
Barusan saja dia membawa ku melayang ke langit ke tujuh, sekarang kau menghempaskan ku begitu saja. aahhh Ini tidak adil sama sekali.
"Siapa yang meminta mu duduk seperti itu?"
Tania lagi lagi memberikan senyuman palsu, ia tidak berdaya kembali memeluk Raka adalah jalan terbaik dan satu satu nya.
Saat Tania terbenam di dada nya, Raka tersenyum kepuasan karna sudah menjahili istri n ya.
Tidak berselang Lama. Mereka tiba di villa tempat mereka menginap malam ini. Beriringan juga dengan MObil yang di bawa Sekretaris Jay.
Sekretaris Jay langsung cepat mengikuti Raka.
"Sudah lah, kalian juga pasti lelah. Beristirahatlah"
"Baik Tuan" Menundukkan kepala. Ia memastikan Raka dan Tania masuk ke dalam baru ia pergi.
"Selamat malam Tuan Nona" Sapa Rima yang ternyata menunggu kepulangan mereka.
"Selamat malam Rima" Jawab Tania sambil tersenyum.
__ADS_1
"Saya sudah menyiapkan air hangat untuk Nona dan Tuan"
"Terimakasih Rima. Sekarang kau bisa beristirahat" ucap Raka seraya membuka jam tangan nya.
"Baik Tuan, saya permisi" ucap nya dengan menundukkan kepala lantas pergi ke luar.
Tidak perlu waktu lama Raka langsung menarik Tangan Tania agar masuk ke dalam kamar mandi, di dalam kamar mandi lampu sengaja di padam kan, penerangan nya dari lilin yang sudah di susun di lantai kamar mandi dengan di taburi kelopak bungan mawar berwarna merah.
Tania takjub dengan suasa yang ada di kamar mandi.
"Apa kau hanya ingin berdiri disitu" Seru Raka dengan suara sedikit meninggi.
"He he he maaf sayang" Langsung mengikuti Raka masuk ke dalam bathtub
Kenapa dia bisa romantis dan menyebalkan di saat yang bersamaan seperti ini ya, apa dia benar Raka suami ku.
"Kau tidak perlu memandangi ketampanan ku ini." Ucap Raka padahal mata nya tertuju ke tablet milik nya.
iiihh kenapa dia begitu percaya diri begitu sih,
Raka meletakkan tablet milik nya dan menarik Tania agar bisa memeluknya dari belakang.
"Apa yang barusan kau lihat sayang?!"
"Ada pekerjaan yang harus kulihat tadi, tapi sudah selesai" tangan nya mengelus lengan Tania.
Apa??! pekerjaan?? dia masih bisa memikirkan pekerjaan disaat seperti ini. Kau memang pantas di sebut worker holic
"Siapa suruh kau melamun" diiringi tawa.
Kemudian terjadi lah drama yang cukup panjang di kamar mandi tanpa sadar jam terus berjalan.
Seolah belum puas menjahili Tania. Di atas tempat tidur.
"Apa kau bahagia ??" Ucap Raka dengan mengelus rambut Tania di sertai sesekali mencium leher nya.
"Aku bahagia. Terimakasih sayang" Membalikkan badan kini mereka saling berhadapan.
"Kenapa kau menangis?!" menghapus air mata di pipi Tania yang sudah terlebih dulu membasahi pipi nya.
"Aku hanya tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Aku menangis karna aku merasa bahagia" sambil tersenyum
"Seharus nya aku yang mengatakan terimakasih kepada mu. Kau masih mau bertahan di tengah perlakuan ku yang buruk kepada mu"
Bagus lah jika kau menyadari betapa buruk nya perlakuan mu kepada ku.
Tania tersenyum, mencium bibir Raka dengan sangat lembut.
"Tunggu" membuat Raka mengerutkan kening.
"Aku hari ini baru saja genap 20 Tahun. Sayang aku penasaran berapa umur mu sekarang?!"
__ADS_1
what? kau menghentikan adegan ciuman kita hanya untuk bertanya hal seperti ini.
"Apa itu penting?!" kesal
"Penting sayang. Bagaimana bisa aku tidak tau berapa umur suami ku" wajah polos.
Aku hampir tidak pernah tau apapun tentang nya. ha ha ha aku tidak jahat ya, salah sendiri kenapa dulu suka sekali menindas ku, membuat ku malas mencari tau tentang mu.
"31" jawab nya singkat.
"Apa??!!" berteriak.
Jadi selam ini aku menikah dengan om om
"Kenapa kau kaget begitu?" tidak merasa bersalah.
"Masih bertanya??!" tatapan tajam
Raka mengangkat bahu seoalah tidak terjadi apa apa.
"Kau lebih cocok di panggil om daripada suami ku"
"Apa kata mu??!!" suara naik satu oktaf
"He he he aku becanda sayang" langsung memeluk Raka.
"Jadi aku lebih cocok jadi om mu. Iya?!"
Tania tidak menjawab, ia lebih memilih menyelamatkan diri dengan tetap memeluk Raka dengan saat erat.
"Baik lah. aku akan menghukum mu. walaupun kau meminta ampun aku tidak akan melepaskan mu malam ini" langsung menciumi Leher Tania, membuat Tania tertawa.
Malam yang panjang akan segera di mulai..
_____________
Rencana Sang Tuan muda season pertama Akan segera berakhir di dalam minggu ini akan aku selesaikan secara keseluruhan nya.
Bagaiman ending nya sudah ada rangkuman di dalam pikiran ku, jadi di tunggu saja ya.
Masih ada season ke dua??!!
Mungkin, tergantung views nya ya, jadi kemungkinan ada kemungkinan tidak. Jika views nya banyak mungkin akan ada season ke dua.
Jadi gimana kelanjutan nya??
Sabar, aku sedang mengedit beberapa part. Agar minggu ini bisa aku selesaikan secara keseluruhan.
Aku harap kalian suka dengan novel pertama aku ini Rencana Sang Tuan muda. Aku tau di novel ini banyak melakukan kesalahan typo atau alur cerita nya, semoga belajar dari sini aku bisa kembali membuat Novel novel yang lebih baik lagi.
Terimakasih banyak ya. Ditunggu kelanjutan nya.
__ADS_1