Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Hari Pembukaan.


__ADS_3


Hari pembukaan Yayasan PELITA HATI telah tiba, Tamu undangan hanya beberapa orang saja, sesuai dengan yang di harapkan oleh Tania sendiri. Beberapa meja dan kursi sudah terisi oleh tamu undangan, tidak banyak tapi beberapa camera sudah siap untuk meliput acra tersebut.


Raka duduk di bangku paling depan, bersama dengan anggota keluarga ya lain nya.


Seorang Mc pembawa acara meminta Agar Tania berdiri di depan pita untuk memotong Tali tersebut pertanda Hari ini Yayasan Pelita Hati Resmi di buka.


"Ketika saya katakan angka ke tiga Silahkan Nona potong Pita nya" Ucap Mc tersebut " Satu...dua...tiga... yeee Yayasan Pelita Hati telah resmi di buka..." Teriak mc wanita tersebut.


Suara Tepuk Tangan dari Tamu undangan terdengar sangat meriah.


"Nona Tania selalu pemilik daru Yayasan Pelita Hati, silahkan memberikan sepatah dua kata" Sera mempersilahkan..


Tania berdiri dengan wajah ceria, ia mengenakan kemeja rok kota kotak berwana sedana, sangat pas ia kenakan. Saat ia berdiri semua mata para tamu dan semua yang hadir tertuju kepada nya.


Bukan kah kemarin pakaian ini adalah terjelek disana!! Tapi kenapa saat ia kenakan, jadi terlihat bagus. Dia juga terlihat manis sekali hari ini.. aargghh ini tidak bisa ku biarkan.


Raka melirik kanan dan kiri, ia jelas jelas ingin tau siapa saja yang memperhatikan Tania. Ia sedikit cemas. Ia bahkan tidak fokus dengan kata pembuka dari Tania.


Saya sangat berharap dengan di buka nya Yayasan ini akan banyak membatu anak anak di luar sana yang belum memiliki temoat tinggal. Kami Yayasan Pelita Hati membuka pintu selebar lebar nya bagi mereka. Kita akan tumbuh bersama disini, di tempat ini kita akan melahirkan bibit bibit baru untuk masa depan yang lebih baik.


Setelah ia mengutarakan pidato nya tersebut. Seluruh tamu undangan berdiri dan memberikan tepak tangan.


Ketika ia turun dari podium.


Mama rika.datang untuk memberikan selamat kepada Tania.


"Selamat ya sayang, semoga yayasan ini banyak membantu orang lain seperti nama nya" Ucap Mama Rika seraya memeluk Tania, seraya Papa Johan juga memberikan selamat.


"Selamat ya Kaka ipar ku tersayang" ucap Cindi kembali seraya memeluk Tania.


"Terima kasih ya Om, Tante, Cindi sudah repot repot mau datang ke acara ini" memegang erat tangan Cindi.


"Om sama Tante justru senang datang kemari, karna ini adalah contoh baik. Segala sesuatu yang bersifat membantu atau kegiatan positif akan kita dukung" Ucap papa Johan dengan semangat.


"Benar nak, dari awal tante kenal kamu, tante sudah sangat yakin kalau kamu adalah orang baik. Karna hanya orang baik yang mau mendirikan kegiatan kemanusiaan seperti ini" mama Rika juga mendukung ucapan papa Johan.

__ADS_1


"Sekali lagi terimakasih banyak ya Om, Tante" ucap Tania kembali.


Suci datang menghampiri Tania yang sedang mengobrol dengan Keluarga Cindi. Ia membisikkan sesuatu kepada Tania.


"Baik lah, saya akan kesana"


Suci menunduk dan kembali meninggalkan Tania.


"Om , Tante dan Cindi silahkan menikmati hidangan nya ya. Aku kesana sebentar" ucap Tania seraya tersenyum


"oh iya, silahkan" balas Papa Johan.


Kemudian ia menghampiri kaka Nya bersama kaka ipar dan keponakan nya.


"Kaka bangga sama kamu" Seraya memeluk Tania.


"Kaka bisa aja." menaikkan bibir nya.


"Benar, kebanyakan istri orang kaya hanya sibuk mengurus diri sendiri tapi kaka merasa kamu masih seperti adek kaka yang dulu. Yang selalu memperdulikan orang lain." dengan menahan air mata.


"Kesalah pahaman yang terjadi antara aku dan Tuan Raka ternyata sebuah keberuntungan buat mu"


"Kaka tau kenapa kamu melakukan nya. Kamu merasa mereka seperti dirimu saat orang tua kita meninggal bukan. Kaka benar benar bangga kepadamu" ucap kembali dengan secepat kilat menghapus air mata yang sudah jatuh.


"Semua ini juga berkat Tuan Raka kak, kalau bukan ..." ia belum selesai meneruskan ucapan nya,.


"Ini semua karna adik kesayangan mu memang memiliki hati yang tulus kak Anton" tiba tiba Raka datang entah darimana. Tangan nya langsung merangkul Tania. "Aku juga sangat bangga kepada istri ku" sambil tersenyum


Apa dia bilang apa??!! bangga kepada istri ku? ha ha ha Drama yang bagus bukan. Dia ingin menunjukkan di hadapan keluargaku bahwa aku adalah istri kesayangan nya. Padahal dia selalu saja mengancamku. Eh tunggu dia mengatakan Kak anton, waahh drama yg luar biasa.


*


Ferdi hanya berdiri dari kejauhan memperhatikan Tania yang sedang di rangkul oleh Raka. Ia sangat bangga melihat Tania yang sekarang. Ia memilik tidak mendekat atau tidak memberikan selamat, ia takut merusak suasana hari ini. Karna melihat Raka cemburu.


"Kak Ferdi ngapain disini?!" Tanya Cindi dengan mengerutkan kening


"Tidak apa apa, kaka hanya pengen sendiri aja" ucap nya datar.

__ADS_1


Apa kaka masih sedih karna Tania. Aku tau pasti berat melihat nya kan kak.


"Kaka cemburu ya?!" Goda Cindi.


"Nggak lah, mana mungkin kaka cemburu" ucap nya dengan sedikit salah tingkah.


Cemburu??!! Bisa jadi. Tapi aku sudah berusa mengiklaskan.


"Kalau kaka nggak cemburu, ayok temui Tania, dan ucapan selamat kepada nya" ucap Cindi seraya menarik tangan Ferdi.


"Apaan sih, udah lah biarin, nggk usah" Ferdi berusaha menahan Cindi.


Bisa bisa Raka langsung meminta Tania pulang sekarang.


"ayok kak, tunjukkan kepada mereka kalau kaka sudah tidak punya perasaan kepada Tania. Kalau kaka menghindar sama saja kaka belum menerima keadaan" ucap Cindi dengan nada kesal.


Benar juga sih apa yang dia bilang. Kenapa aku harus menghindar.


"Ayok" Seraya menarik tangan Ferdi.


Kemudian Cindi dan Fedi mendekati Tania. Seketika Wajah Raka sedikit berubah.


"Selamat ya Tania" sambil menyalami tangan Tania.


"oh iya, terimakasih ya kak, sudah repot repot datang kemari" ucap Tania. Namun ia melirik sebentar ke arah Raka.


Wahh semoga dunia baik baik saja hari ini, tidak terjadi perang ke 3.


"Bukan kah istri ku sangat membanggakan??!!" Ucap Raka seraya menatap Tania dengan lembut dan tersenyum


Sialan, dia bahkan menyentuh Tania ku, kau masih selamat Ferdi, karna Kaka Nya ada di sini sekarang. Jika tidak kau sudah ku leyapkan


"Kau benar, istri mu bukan hanya Cantik, tapi dia juga mempunyai hati yang tulus" ucap Ferdi seraya tersenyum nakal.


Kau mau membuat ku cemburu. Sekarang Rasakan. Aku yakin kau tidak akan terima dengan ucapan ku.


Raka yang mendengar Ucapan Tania langsung mengepal Tangan nya di bawah.

__ADS_1


Waah dia benar benar mencari masalah kepada ku. Kau memuji kecantikan istri ku, seperti nya aku tidak bisa menahan kesabaran ku lagi.


__ADS_2