Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Manusia Robot


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu setelah Tania di perbolehkan oleh Dokter kembali ke rumah. Namun dia masih saja tidak di perbolehkan oleh Raka keluar dari kamar. Segala keperluan nya di antar ke kamar, bahkan ketika dia mandi harus di temani oleh Rima.


Raka berangkat ke kantor pagi hari, namun pulang sore hari. Tidak seperti biasa nya pulang malam hari.


Di atas kasur sore malam hari.


"Apa besok aku sudah bisa kampus??" Tanya Tania dengan sangat hati hati.


"Tidak bisa" Jawab nya datar.


"Panti??!!" Sambil menatap Raka yang asik dengan kerjaan dari tablet milik nya.


"Tidak bisa"


Tania menaikkan ujung bibir nya, cemberut.


iihh Menyebalkan sekali.


"Aku Jenuh, sudah hampir 2 minggu aku tidak ada masuk kampus"


Perasaan aku sudah sembuh, sehat. Kenapa semua serba di larang. Apa dia sengaja mengurung ku disini.


"Besok Cindi yang akan menemani mu disini" Masih fokus ke tablet.


"Tapi kan aku mau ganti suasana. Bosan di rumah Terus"


"Yaudah kalau begitu. Cindi juga tidak boleh kesini"


"Loh, kenapa begitu??! Yaudah cindi aja yang kesini" sambil menarik lengan Raka.


Yaudah deh, cindi juga kesini. Sekalian aku pinjam catatan nya


"Tidak bisa. Tidak ada sitem tawar menawar"


"Kejam amat" Dengan nada kesal.


Ia lantas merebahkan badan dan membelkangi Raka. Kini ia membelakangi Raka yang duduk bersandar sambil sibuk dengan Tablet milik nya. Namun ia sadar Tania sudah cemberut.


"Menghadap ku sekarang"


Tania tidak menjawab, Ia masih kesal.


"Kau berani melawan ku??!! Baiklah aku tidak akan memberikan izin kapan pun kalau begitu" suara tegas


Aku mau lihat, kau berani melawan perintah ku atau tidak.


Dengan cepat kilat Tania menghadap Raka Dan memasang wajah yang sangat manis, wajah terpaksa lebih tepat nya. Dia tidak berdaya ketika Raka mulai mengancam nya.


Kenapa dia selalu mengancam ku sih. Iihh menyebalkan.


"Nahh kalau menurut seperti ini kan bagus" Melirik dan kembali fokus pada pekerjaan nya.

__ADS_1


Kau masih seperti Tania ku yang dulu. Masih sangat takut jika di gertak sedikit saja. Aku sangat suka itu.


Tania yang tiduran langsung duduk dan mengikuti gaya duduk Raka yang sambil bersandar ke dipan.


"Sayang, Besok jadi kan cindi datang" dengan suara sedikit manja sambil meletakkan kepala nya di bahu Raka.


Raka hannya menggeleng.


Pakai cara apa sih biar luluh.


Tania tiba tiba mencium pipi Raka.


"Jadi kan??!!" rengek Tania.


Raka sangat suka di perlakukan tiba tiba oleh Tania.


"Baiklah karna aku sedang berbaik hati. Dia besok bisa datang"


"Benar kah?? Terimakasih" sembari kembali mengecup pipi Raka.


Ternyata dengan cara seperti ini. Bukan kah aku terlihat genit jika seperti itu?


*


Keesokan Hari nya pulang dari kampus Cindi langsung datang untuk menemani Tania. Pagi sebelum ke kampus Sekretaris Jay meminta nya datang untuk menemani Nona Tania. Cindi dengan semangat mengiyakan karna ia juga ingin bertemu dengan sahabat nya.


"Gila ya.. Semenjak jadi Nyonya Wijaya kamu jadi minjam catatanku terus" Sambil meletakkan Tas di atas sofa.


"Emang benar kan. Kamu itu kayak nya cuti aja deh sementara" duduk di sebelah Tania.


"Cuti??!!" mengerutkan kening


"Ia cuti. Kamu udah banyak banget ketinggalan pelajaran Tania. Urus surat cuti aja dulu. Tahun depan lanjutin lagi"


"Ia sih, seperti nya kamu benar. Aku hampir tidak pernah masuk kampus lagi" menaikkan bibir.


"Nahh lebih baik hubungi Sekretaris Jay. Dan minta dia mengurus segala nya"


"Emang bisa bukan yang bersangkutan yang mengurus?"


"Ha ha ha" sambil mengambil hp milik Tania dari atas meja. "Sebaik nya hubungi dia sekarang"


"Tunggu dulu. Dia banyak pekerjaan, sebaik nya aku yang ngurus nanti"


"Kamu memang sama sekali tidak tau kekuatan Sekretatir Jay ya. Telpon aja" tanpa meminta persetujuan Cindi sudah menelon sekretaris Jay.


Ketika telpon tersambung Cindi memberikan nya kepada Tania. Membuat Tania mau tidak mau harus berbicara.


"Hallo" Jay


"Hallo jay. Apa kau sedang sibuk??"

__ADS_1


"Ada perlu apa Nona?"


"Begini aku mau ngurus surat cuti ku. Apa kau bisa membantunku?" dengan nada terbata.


"Sebentar nona"


Telpon di matikan.


"Dia bilang apa?"


"Sebentar Nona. Hannya itu"


"Yaudah kita tunggu saja. Dia memang sangat misterius ya"


Tiba tiba telpon Tania berbunyi ada panggilan dari sekretaris Jay.


"Hallo Nona. Sudah selesai. Nanti saya bawa surat nya"


"Apa?? secepat itu?"


"Hannya itu Nona? saya ada pekerjaan sekarang"


"Hannya itu, terimakasih Jay"


"Sama sama Nona"


Telpon di matikan.


"Gila secepat itu??" dengan wajah bingung.


"Kamu belum tau ya. Kalau dia itu tidak Manusia."


"Maksud nya?? tidak manusia bagaimana??" dengan wajah kaget


"Dia itu Robot. Dia bisa tau segala nya" Sambil tertawa.


"Iihh kirain" sambil mencubit lengan Cindi.


"ha ha ha Dia itu seperti nya tidak punya hati deh."


"Kamu naksir??" melirik


"Apa?? Naksir??? ha ha ha Nggak lucu"


"Kenapa emang?? Dia juga lumayan tampan sih sebenar nya" mencoba menggoda Cindi.


"Hey Nyonya Wijaya, Aku lapar. Apakah kau tidak memberikan makanan kepada tamu terhormat mu in?" mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Benar kah?? Sebentar aku panggil pak Sam" sambil menghubungi Pak Sam.


Tania dan Cindi banyak bercerita hari ini. Sampai sore hari mereka banyak melakukan kegiatan, foto foto, makan makan dan masih banyak lagi. Tapi semua di lakukan hannya di kamar.

__ADS_1


__ADS_2