Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Kehilangan Harga Diri.


__ADS_3

"Tidak Bisa" Teriak Ferdi dengan nada marah sambil berdiri "Kau masih terlalu dini untuk menikah" Ucap Ferdi dengan wajah memerah.


Sekretaris Jay dan Cindi menunduk.


"Jika kau meminta restu ku, aku tidak akan merestui kalian. Aku tidak memperdulikan siapa yang kau bawa untuk menjadi suami mu. Aku hanya kwatir tentang masa depan mu. Kau masih terlalu dini untuk membina sebuah ikatan pernikahan Cindi" Ucap Ferdi masih dengan nada kesal.


"Sudah lah Nak, sebaik nya kau tenang kan diri mu. Ma bisa kau ajak Cindi ke kamar nya?!" melirik ke arah istri nya. "Dan kau Jay. Ikut aku sekarang" Seraya berdiri.


Cindi hanya menurut saja. Untuk sekarang dia tidak berani mengatakan apapun, ia sudah harus siap dengan penolakan keluarga nya. Sekretaris Jay melirik ke arah Cindi.


Bersabar lah, semua akan teratasi dengan baik.


*


"Kenapa harus Cindi Jay?!" Tanya papa johan saat berada di ruangan nya.


"Seandai nya aku bisa memilih Tuan, mungkin aku tidak akan memilih Nona Cindi. Tapi ini urusan hati, aku tidak mengerti kenapa hati ku memilih dia" Ucap nya dengan jelas.


"Tapi dia masih terlalu muda"


"Aku akan membingbing nya Tuan" Ucap Jay dengan tegas.


"Bagaimana jika dia melakukan kesalahan?!"


"Aku akan memaafkan nya, dan akan menuntun nya"


"Apa kah aku bisa mempercayai putri kesayangan ku kepada mu??!" Tanya Papa johan dengan menarik napas dalam dalam.


"Aku berjanji akan menjaga putri Putri Anda dan mencintai nya seumur hidup ku" Dengan sangat jelas.


"Berat bagi seorang ayah untuk melepaskan putri nya, anak yang sudah ku besarkan dari kecil sampai ia tumbuh dewasa seperti ini, setelah dewasa dia meninggalkan ku demi orang yang baru saja ia kenal. Kau tau bagaimana kelak rasa nya setelah kau memiliki anak seperti ku" Dengan nada sedih.


Papa johan berdiri dan mendekati Jay yang masih berdiri dengan wajah menunduk. Ia menyentuh bahu Sekretaris Jay.


"Kini tanggung jawab yang selama ini ku emban untuk membesarkan nya dengan segala kasih sayang kini ku serahkan kepada mu. Aku percaya kau bisa menjaga putri ku. Berikan dia kasih sayang mu yang tulus dengan begitu dia juga akan meberikan cinta yang luar biasa. Aku merestui kalian" Sambil tersenyum.


Jay yang mendengar hal itu langsung mencium tangan Papa Johan.


"Terimakasih Tuan" Ucap nya dengan sangat senang.


"Mulai sekarang panggil aku Papa juga seperti Cindi. Tapi menikah lah setelah Kau bisa memenangkan hati kaka nya Ferdi" sambil tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih Pa, aku akan melakukan yang terbaik"


*


"Apa mama marah kepada ku?!" Setelah mereka tiba di kamar.


"Mama tidak marah sayang. Mama hanya kaget. Kau meminta menikah tiba tiba begini. Selama inu mama tau siapa saja pria yang dekat dengan mu." ucap nya sedih


"Maafin Cindi ma. Jika keputusan ku membuat mama sedih" Sambil menundukkan kepala.


"Apa kau sudah memikirkan ini matang matang?!"


Cindi mengangguk.


"Apa kau bisa tidak ngembek lagi??"


Cindi kembali mengangguk.


"Mama tidak pernah cerita kepada mu. Dulu saat mama bertemu dengan papa mu aku masih berumur 20 Tahun sama seperti mu, saat itu mama baru saja masuk kuliah kedokteran, Karna pada saat itu ekonomi keluarga Mama sedak merosot, mengharuskan mama harus berhenti kuliah. Mama harus bekerja di sebuah rumah sakit, pada saat itu lah kami berdua bertemu. Papa langsung melamar mama, dia berjanji akan tetap memberikan aku kebebasan untuk tetap kuliah." Kemudian ia berhenti.


"Terus ma?!" Tanya Cindi penasaran.


"Tapi semua tidak semulus yang aku bayangkan. Baru bebrapa bulan menikah mama sudah banyak mengalami cobaan. Perusahaan papa merosot, kemudian mama hamil. Semua tidak semudah saat aku menceritakan ini, pada saat kami mengalami nya semua terasa berat, papa dapat pertolongan dari Om kamu, papa nya Raka. Begitu juga kelak dengan mu. Pasti akan ada masalah ke depan, apa kau yakin akan bisa melewati nya?! Bukan malah ngambek dan minta cerai?!"


*


"Apakah menurut mu mereka akan mendapatkan restu?!" Tanya Tania kwatir.


"Kita tunggu saja kabar dari mereka" Jawab nya namun mata tetap tertuju pada pekerjaan nya.


"Bagaimana kalau mereka di restui?!" Tanya Tania lagi dengan wajah kwatir.


"Yahh tinggal di ancam aja" jawab nya santai.


"Apa??!" Membulatkan mata nya


"Ha ha ha Aku hanya bercanda." Sambil tertawa mendekati Tania. Ia menarik tangan nya gara duduk di sofa.


"Jika sudah meminta baik baik tidak bisa, cara sedikit kejam itu perlu" Wajah santai.


"Seperti yang kau lakukan kepada ku?!" Tanya Tania dengan wajah kesal

__ADS_1


"Ha ha ha Jika tidak begitu kau tidak di samping ku sekarang." dengan wajah menggoda.


Tiba tiba Mata mereka tertuju ke pintu karna seseorang masuk tanpa mengetuk. Ternyata adalah Sekretaris Jay.


"Maaf Tuan" Kepala menunduk.


"it's Ok. Bagaimana?!" Tanya Raka serius.


"Semua berjalan dengan lancar. Kecuali Tuan Ferdi. Papa Johan mengijinkan kami menikah jika Tuan Ferdi sudah memberikan restu"


"Sekarang apa Rencana mu?!" Sambil berdiri.


"Saya sudah coba bicara kepada nya Tuan. Tapi dia masih belum bisa menerima" dengan wajah sedih.


Setelah berbicara dengan Papa Johan, Jay mencoba berbicara kepada Ferdi, namun ia masih menolak nya. Dengan begitu Jay harus menunda agar Ferdi bisa lebih tenang.


Di jaman sekarang mungkin tidur bersama sebelum menikah adalah hal yang biasa. Tapi bagaimana kalau terjadi sesuatu, Menunggu Restu dari kak Ferdi adalah hal yang tidak bisa di tebak. Bagaimana kalau Cindi hamil sebelum menikah. Tidak tidak dia bisa dalam masalah nanti.


"Sayang, bisakah aku berbicara kepada kak Ferdi?!", Tanya Tania yang ikut berdiri.


"Tidak Bisa" setengah teriak.


"Dengarkan aku dulu. Cindi dan Raka harus secepat nya menikah. Sebaik nya aku membantu mereka, hanya sebentar saja" Ucap nya pelan seraya menyentuh tangan Raka.


"Apa kau tidak dengar. Tidak Bisa" Buang muka.


"Please!!" Membulatkan wajah.


"Tidak"


"Ya sudah, aku bagaimana kalau kita berdua yang membujuk nya?!" Tanya Tania tidak putus asa.


"Tetap tidak bisa." jawab nya cuek.


"Apa kau tega kepada Cindi atau Jay??!" suara lembut, "Ijinkan aku mencoba membujuk Kak Ferdi, aku janji tidak akan lama. Lagian sekalipun aku bicara kepada nya bukan berarti aku menyukai nya, Dihati ku cuma ada kau seorang, percaya pada ku" Dengan wajah menggoda.


Katakan Ya, Aku sudah kehilangan harga diri ku di hadapan Sekretaris Jay.


"Apa aku bisa mempercayai mu?!" Menatap wajah Tania.


Tania mengangguk tersenyum.

__ADS_1


Aahhrrgg Harus kah kau mengatakan begini setelah aku kehilangan harga diri ku di hadapan sekretaris mu. menyebalkan.


__ADS_2