
Tiga hari sudah berlalu Tania seperti biasa mengurus Yayasan nya dengan di temani oleh Suci dan Bella. Para pengurus juga sudah lengkap. Hanya menunggu pembukaan nya saja. Setelah pembukaan akan mulai menerima anak anak di panti cabang.
Para organaiser sedang mendekor yayasan untuk pembukaan keesokan hari nya. Tamu undangan tidak banyak hanya anggota keluarga dan para staaf di yayasan tersebut. Seperti biasa Tania tidak menyukai hal hal yang terlalu mewah.
"Bagaimana dengan persiapan besok?!" Tanya Tania sedikit kwatir.
"Semua sudah hampir rampung Nona. Saya juga meminta beberapa media datang untuk menghadiri acara besok"
"Kenapa harus ada media, apa itu tidak berlebihan?" dengan mengerutkan kening.
Itu akan membuat ku semakin gugup saja. Di depan keluarga saja sudah membuat ku gugup, apalagi di pertontonkan begitu.
"Karna kita juga butuh media untuk menyebarkan kabar ini Nona. Dengan demikian banyak anak yang terlantar di luar sana mengetahui kabar ini. Mereka pastinya akan mendapatkan tempat tinggal dan hidup yang lebih layak" ucap Suci dengan jelas.
"Ada benar nya yang kau ucapkan. Tapi itu sedikit membuat ku gugup" ucap Tania dengan sedikit gugup.
"Besok Anda memotong pita dan memberikan sedikit pidato. Saya sudah menyiapkan pidato anda. Anda bisa membaca nya. Atau bisa mengucapkan nya langsung" seraya memberikan selembar kertas.
Tania menerima nya dan membacanya.
Inti ini nya sudah ada disini semua. Semoga besok berjalan dengan baik.
"Baik lah Suci, terima kasih" sambil tersenyum
"Kita masih ada jadwal ke butik Nona. Kita belum memilih pakaian Anda untuk acara besok" Ucap nya sambil berdiri memeluk tablet milik nya.
"Kapan??!" Tanya Tania datar.
"Jika anda tidak memilik pekerjaan lain, kita bisa berangkat sekarang Nona" ucap Suci.
"Tapi itu" sembari menunjuk ke arah luar dari jendela " Mereka belum selesai mendekor nya" ucap Tania sambil menatap ke bawah dari jendela kaca milik nya.
"Mereka akan menyelesaikan pekerjaan dengan baik Nona, kita tidak perlu menunggu mereka"
Mereka tidak akan berani macam macam nona. Mendengar nama sekretrais Jay saja membuat mereka merinding.
"Apa mereka bisa di percaya?!" tanya Tania masih belum yakin.
Jaman sekarang kan banyak penipuan, sementara acara tinggal besok. Bisa bisa aku malu nanti.
"Mereka adalah orang yang di minta sekretaris Jay untuk mengurus segala keperluan jika Wijaya Groub ada acara Nona." Sambil tersenyum
"Baiklah. Kita berangkat sekarang kalau begitu" Seraya berjalan mengambil tas nya yang ada di meja.
Kemudian Suci berjalan ke arah pintu dan membuka pintu untuk Tania.
*
__ADS_1
Di kantor Wijaya Groub
"Bagaimana dengan persiapan Acara pembukaan Yayasan nya besok?" tanya Raka seraya menutup laptop nya.
"Semua sudah hampir selesai Tuan" ucap Sekretari Jay.
"Apa kau sudah punya daftar undangan yang di minta oleh Tania?!" tanya Raka penasaran.
"Semua adalah anggota keluarga nya dan Agota keluarga Tuan. Semua staf dan beberapa media dari perusahaan kita Tuan" Jay membaca dari tablet milik nya. Siapa lagi yang mengirim nya kalau bukan Suci.
"Pastikan reporter yang datang adalah wanita" Perintah Raka dengan tegas "Keluarga ku??!! Apa Ferdi juga ikut??!" dengan mata menyipit.
"Ikut Tuan." Jawab nya singkat.
"Tidak bisa, hapus dari list undangan" perintah nya dengan nada kesal.
"Maaf tuan. Tapi Nona sudah mengirim nya" jawan Sekretaris Jay pelan.
Nona sudah menjadi istri mu Tuan, tapi kau masih cemburu melihat Tuan Ferdi. Apa sebenarnya yg ada di dalam pikiran mu Tuan.
Seketika wajah Raka berubah.
Dia mengundang nya tanpa bertanya kepada ku. aahh itu membuat ku kesal saja.
" Dimana Tania sekarang?" tanya nya sambil berdiri.
"Nona sedang berada di perjalanan ke butik untuk memilih pakaian yang hendak ia kenakan besok Tuan"
Ya Tuhan, drama apa lagi kali ini. Jay.
*
Tania telah tiba di butik. Butik ternama dan terbesar di kota itu. Pakaian yang biasa Tania kenakan saat ada acara mereka beli dari tempat ini. Mereka langsung masuk dan mulai memilih beberapa yang cocok untuk nya.
"Pakaian seperti apa yang cocok aku kenakan besok??!!" Tania menanyakan pendapat Suci dan Bella.
"Bagaimana kalau long dress" Seru Bella bersemangat.
"Pakaian formal saja Nona. Terlihat lebih sopan dan berwibawa" Suci juga memberikan pendapat.
"Jadi yang mana? Dress atau apa?" Tanya Tania jadi semakin bingung.
"Tidak usah hiraukan bella Nona, dia kalah kalah di bandingkan aku masalah urusan fashion" sambil melirik Bella dengan sudut mata nya.
"idih Pede amat" jawab bella sewot.
Kemudian mereka tertawa. Beberapa pengunjung jadi sedikit memperhatikan mereka. Ada banyak pengunjung hari itu. Ada banyak pria, wanita, dan pasutri.
__ADS_1
Mereka masih mencari pakain yang cocok untuk acara besok. Tiba tiba Raka dengan wajah memerah tak kala ia melihat Tania duduk tidak jauh dari pembeli lain adalah seorang pria yang menunggu istri nya di ruang ganti pass.
"Kenapa kalian disini??!" Tanya Raka dengan sedikit menahan marah.
"Sayang kau disini. Aku sedang ingin memilih pakain untuk acara besok" jawab nya sambil tersenyum dan menghampiri Raka
Kenapa dengan wajah nya, seperti nya dia sedang kesal tapi karna apa.
Raka melihat ke arah Jay. Sekretaris Jay seolah mengerti, ia pergi dari sana dan tak lama kemudian ia datang dengan manager butik tersebut.
"Mari Nona saya tunjukan ruangan VVIP kita" dengan kepala menunduk.
"Terima kasih mbak. Kita disini saja" jawab Tania dengan santai nya.
"Turuti saja" ucap Raka dengan tatapan tajam
Ada apa sih, memang nya disini kenapa, ah sudah lah aku turuti saja, seperti nya dia sedang kesal.
Tania melirik Bella dan Suci. Ia hanya menurut tapi jelas terlihat dari wajah nya ia bingung.
Setiba nya di ruangan VVIP, ruangan yang di khusus kan untuk para customer kalangan atas tersebut semua serba mewah, di lengkapi dengan sofa besar dan empuk. Tidak berbagi sofa dengan pembeli lain. Diruangan ini hanya ada mereka saja.
Manager butik tersebut melayani Tania secara pribadi. Ia menunjukkan koleksi mereka. Sementara Sekretaris jay mengajak Bella dan suci ke luar.
Tania memulai mencoba pakaian pertama.
"Apa ini cocok?!" Tanya Tania kepada Raka.
Raka hanya menggeleng.
Kemudian Tania mengganti yang lain lagi. Dan sudah hampir 10 kali itu terjadi.
Kemudian ia mendekati Tania.
"Kau harus menebus kesalahan mu Nanti malam." berbisik di telingan Tania kemudian ia kembali duduk di sofa memperhatikan Tania dengan menyilangkan kaki nya.
Kesalahan?? Aku salah apa??!! Aargghh Kenapa lagi dengan nya. Membuat ku pusing saja.
*
Sementara di luar butik.
"Apa yang barusan aku lihat. Apa sebelum nya aku belum pernah menjelaskan nya kepada kalian??" Tanya sekretaris jay dengan nada menahan marah.
"Maaf Jay, kami tidak akan mengulangi nya lagi" Jawab suci.
seandainya kau tau Jay, itu adalah permintaan Nona.
__ADS_1
"Lain kali jika membawa Nona kesini. Pastikan dia di ruangan VVIP. Jika perlu kosongkan butik ini. Apa kalian mengerti?" Seru jay dengan Tegas.
Di balas anggukan oleh Suci dan Bella yang dari tadi sudah menunnduk karna ketakutan menatap mata Sekretaris Jay.