
"Kita ke rumah sakit sekarang" Membuka pintu mobil.
"Baik Tuan"
Saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi sesekali Sekretaris Jay melihat Raka dari kaca spion. Raka begitu cemas, ia bahkan beberapa kali mengigit jari nya tanpa ia sadari.
"Anda baik baik saja Tuan??"
"Bagaimana Tania? Apa dia sudah sadar?"
"Belum Tuan, Dokter mengatakan akan menjelaskan perihal kondisi Nona saat kita tiba di rumah sakit"
"Semoga tidak terjadi apa apa kepada nya Jay. Kita bahkan harus meninggalkan nya di rumah sakit sendirian"
"Jangan terlalu kwatir Tuan. Bagaimana pun kita harus menyelesaikan Kharisma groub dan yang terlibat. Sekarang anda sudah bisa fokus mengurus Nona"
"Kau benar Jay. Ini terakhir kali nya dia merasakan hal seperti ini. Itu merupakan tanggung jawab mu"
"Baik Tuan"
Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah sakit. Belum sempat Sekretaris Jay membukakan pintu untuknya dia sudah lebih dulu keluar dengan buru buru.
Di dalam ruangan VVIP tempat Tania di rawat.
"Panggil Dokter nya sekarang" perintah Raka.
"Baik Tuan" Langsung berjalan kuar.
Selang beberapa saat.
"Selamat sore Tuan Raka" sapa Dokter yg barusan masuk.
"Bagaimana kondisi istri saya??" Tanpa melihat, tatapan nya hannya ke arah Tania.
"Bisa kita bicara di luar Tuan" sambil menunjuk ke arah pintu.
Tanpa menjawab Raka sudah berjalan ke luar.
"Sekarang jelaskan kepadaku?"
"Nona mengalami keguguran Tuan" Dengan suara yang sangat pelan.
"Apa??!!" Dengan nada Tinggi. Sekretaris Nay juga ikut kaget.
"Ia, Nona Tania sepertinya mengalami tekanan di tambah lagi beberapa hari ini dia mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Di trisemester kehamilan keguguran rentan terjadi jika kita tidak benar benar menjaga nya."
"Apa dia sudah Tau??" Dengan suara berat
"Belum Tuan"
"Dan apa dampak nya setelah keguguran ini??"
__ADS_1
"Tidak ada dampak yang signifikan Tuan. Nona masih bisa hamil lagi. Anda tidak usah kwatir"
"Apa dia sangat kesakitan??" Bertannya dengan tatapan kosong
"Tuan sebaik nya anda tidak usah memikirkan hal itu. Nona sekarang hannya perlu istirahat dan jangan stres. Dengan begitu dia akan cepat pulih"
"Terima kasih Dok" Ucap Sekretaris Jay.
Dokter meninggalkan mereka, Raka masih terlihat syok mendengarkan penjelasan dari dokter.
"Tuan" ucap Jay dengan nada lembut.
"Apa yang aku katakan kepada nya Jay?"
Kenapa semua ini bisa terjadi kepadamu Tania. Bagaimana cara ku me jelaskan nya nanti.
"Sebaik nya anda me jelaskan kepada nya saat Nona sudah benar benar pulih Tuan"
"Bagaimana cara nya aku menjelaskan kepada nya, Bahwa dia sudah kehilangan terlebih dahulu baru dia mengetahui kebenaran nya bahwa dia sedang mengandung" Tanpa sadar dia duduk dan bersandar di lorong rumah sakit " Ini akan sangat menyakitkan bagi nya"
"Tuan jika Nona belum mengetahui bahwa diri nya sedang hamil bagaimana kalau kita tidak usah beri tahu dia?!"
Seketika Raka menatap wajah Sekretaris Jay. Seolah mencerna apa yang barusan dia ucapkan.
"Apakah menurut mu itu tidak salah??"
"Salah Tuan. Tapi melihat kondisi Nona sekarang Cara seperti itu jauh lebih baik"
"Baik Tuan. Sebaik nya anda masuk ke dalam, jangan disini. Jika ada yang melihat akan merusak reputasi anda"
Karna anda terlihat sangat kacau Tuan.
Raka berdiri lalu langsung membuka pintu dan masuk. Sementara Sekretaris Jay melaksanan Tugas nya.
*
"Saya harap kerja sama nya Dok!"
"Baik Jay. Jika itu memang yg terbaik."
"Dari sekarang hapus ingatan anda bahwa Nona pernah hamil dan keguguran"
"Baik Jay"
Bagus, sekarang masalah ini sudah selesai.
Sekretaris Jay keluar dari ruangan Dokter dan langsung menemui Raka.
"Tuan sebaik nya anda istirahat"
"Saya baik baik saja Jay"
__ADS_1
"Hari ini adalah hari yang melelahkan Tuan. Sebaik nya anda istrihat sejenak. Sembari menunggu Nona siuman"
"Tapi melihat nya seperti ini jauh lebih melelahkan Jay. Ini sangat menyakitkan"
"Tuan"
"Aku sudah seperti bocah bukan Jay!! Tania hidup ku sekarang. Kau mengerti maksudku Jay"
"Saya mengerti Tuan."
"Jaga dia seperti kau menjaga ku"
"Baik Tuan"
*
Tanpa mereka sadari Ferdi mendengarkan pembicaraan mereka dari balik pintu. Dia lantas pergi ke parkiran dan masuk mobil.
"Benarkah yang barusan ku dengar?? Jadi benar sekarang kau juga sangat mencintai Tania. Kau bahkan terlihat sangat kacau. Aku mengenal mu dari kita masih kecil Raka. Untuk pertama kali nya aku melihat kau seperti ini. Seperti nya Tania benar benar mengubah mu sekarang.
Arrghh kenapa kita harus mencintai wanita yang sama. Bagaimana pun Kau adalah Saudaraku juga. Jika memang kau mencintai Tania, aku juga pasti akan mendukung mu.
Tapi tunggu, Bagaimana dengan Tania?? apa dia juga mencintai mu?? aahh sudah lah itu urusan mereka sekarang. Sebaik nya aku masuk saja. Toh niat ku untuk menjenguk Tania"
Ferdi sibuk dengan pikiran nya sendiri.
Kaki nya kembali melangkah masuk ke dalam rumah sakit dan langsung me uju ruangan VVIP tempat Tania di Rawat.
Tok tok tok
Tanpa menunggu jawabapan dari dalam Ferdi langsung masuk.
"Tuan Ferdi, anda disini?" sapa Jay
"Saya mau menjenguk Tania jay" sambil melirik Raka
Cemburu?? katakan kau cemburu. Padahal dia sudah menjadi milik mu. Kau masih saja cemburu.
Raka tidak terpancing, ia hannya fokus menatap Tania.
"Nona belum sadar Tuan. Bagaimana kalau kita duduk di sana" Sambil menunjuk sofa.
Sebaik nya di cegah dari awal
"Wahh kau baik sekali Jay"
"Haha Bukan Tuan. Karna saya mau membahas tentang tugas kita yang belum selesai"
Karna sebaiknya kita disini saja Tuan. Jika Tidak bisa bisa kalian berantam lagi, membuat kepalaku pusing.
"Pantesan" dengan muncung yang sedikit naik.
__ADS_1