
Mungkin apa yang dikatakan oleh Jay ada benar nya. Aku harus bisa menahan nya. Aku tidak mau kehilang nya, Rasa cemburu ku sudah membuat ku hampir gila. Sebaiknya aku bertanya baik baik terlebih dahulu.
Ia menelpon Bagian Dapur.
"Pak Sam Antar makan malam ke dalam kamar aja"
"Baik Tuan" jawab pak sam dari sebrang telpon.
Tahan Raka, jangan membuat nya Takut. Jangan mengulang kesalahan kemarin lagi. Kau harus bisa meluluhkan hati nya. Dengan begitu pandanganya hanya tertuju pada ku saja.
Setelah hampir dua jam Tania akhir nya keluar dari kamar mandi. Ia dengan kwatir membuka pintu, namun ketika ia melihat Raka duduk di atas kasur dengan cepat kilat ia mengubah ekspresi wajah nya menjaadi lebih tenang.
"Kenapa begitu lama?!" Tanya Raka dengan nada menahan.
"Maaf, tadi aku berendam terlebih dahulu" jawab nya lalu masuk ke dalam closet room dengan santai nya tanpa memperdulikan mimik wajah Raka.
Kaki ku sudah bergetar saat dia menatap wajah ku. Sepertinya malam ini akan menjadi malam terakhir ku bernapas. Taniaa kenapa aku berani sekali.
Raka mencoba menahan emosi. Ia memilih masuk ke dalam kamar mandi, air shower yang dingin membasahi seluruh tubuh nya yang sedang panas membayangkan senyuman Tania. Ia bahkan belum bisa melampiaskan nya.
Bukan Raka Nama nya jika tidak bisa membuat mu jatuh cinta kepada ku Tania. Aku harus bisa menahan amarah ku dan bersikap lebih lembut.
*
Sementara di belakang, ada Ruangan khusus untuk Pak Sam untuk managemen karyawan yang bekerja di rumah. Sekretaris Jay meminjam nya untuk mengintrogasi Bella.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku?! Apa aku memperkerjakan mu untuk diam saja??!!" dengan nada tinggi.
"Hanya itu saja Jay. Aku menunggu di luar. Aku tidak mendengar apa saja yang mereka bicarakan" jawab Bella dengan nada ketakutan.
Bagaimana aku tega menghianati Nona Jay. Dia sudah sangat baik kepadaku. Dia memandangku seperti teman, bukan seperti bawahan. Aku tidak tega.
"Hukuman apa yang pantas untuk mu karna sudah berani mengabaikan perintah?!" Tanya Jay dengan mata melotot.
"Maaf Jay. Aku tidak akan mengulangi nya lagi" jawab nya dengan wajah kasihan.
"Ini kesalahan mu terakhir kali nya. Berikan laporan setiap gerakan Nona, apa kau mengerti?!" dengan mata melotot.
"saya mengerti Jay" jawab nya pasrah
__ADS_1
"Kau beruntung Suci masih mengirim rekaman pembicaraan Nona dan Clara. Jika tidak kau sudah mendapatkan hadiah mu. Bagaimana dengan pertemuan nya dengan Tuan Ferdi" dengan nada berat.
Suci? Jadi dia katakan ke toilet untuk menguping pembicaraan Nona. Waahh ternyata dia ahli nya dalam menghindari masalah.
"Saya rasa Nona sengaja melakukan nya. Karna pertemuan mereka hanya sebentar saja, lima menit kalau ada. Saya rasa Nona sedang cemburu karna melihat Nona Clara di kantor tadi siang" Jawab Bella menduga duga.
Dugaan ku juga seperti mu, Nona sudah mencintai Tuan. Hanya Tuan saja yang tidak sadar.
"Ingat ini adalah kesalahan terakhir mu. Aku mungkin akan menghukum mu lebih parah dari yang kemarin. Kau mengerti?!" dengan tatapan mengintimidasi.
"Saya mengerti Jay" jawab nya gugup.
"ya sudah silahkan keluar"
Bella dengan wajah lega keluar dari ruangan Pak Sam. Sementara Sekretaris Jay membuka smartphone nya dan melihat vidio yang telah di kirim oleh Suci kepada nya.
Mata terbuka lebar dengan apa yang barusan dia dengar dari vidio tersebut.
Waahhh kau sepertinya cukup cepat belajar menjadi kejam seperti Tuan Raka Nona. Clara bahkan mati kutu dengan sikap mu.
Setelah dia selesai melihat isi vidio secara keseluruhan, dia berpikir sejenak.
Sebaiknya aku tidak perlu menunjukkan nya kepada Tuan. Sebaiknya aku turun tangan mengurus Clara. Biarkan Nona dan Tuan memahami perasaan mereka masing masing tanpa di gubris oleh Nona clara.
*
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan.
Tania membuka pintu.
"Eh pak Sam" seru Tania.
"Tuan meminta agar makan malam di antar ke kamar Nona" balas Pak Sam.
"Oh begitu ya.. Ya sudah silahkan Pak Sam" jawab nya sembari membuka pintu lebar.
Kenapa harus makan di kamar?! Apa yang sedang di rencanakan nya kali ini.
__ADS_1
Selesai Pak Sam mengantar makan malam. Ia permisi keluar.
Beberapa saat kemudian Raka selesai mandi dan mengenakan pakaian yang sudah di sediakan oleh Tania.
Ia duduk di sofa di dekat Tania. Langsung makan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Begitu juga dengan Tania, ia juga makan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Setelah selesai makan, Tania langsung naik ke atas kasur. Raka langsung mengikuti Tania.
"Apa aku mengijinkan mu bertemu dengan nya?!" Tanya Raka dengan menahan emosi.
Tania hanya diam.
Kenapa wajah nya menyeramkan sekali. Aku bahkan takut melihat wajah nya sekarang.
"Jawab Tania" ucap Raka dengan suara tinggi.
"Memang nya untuk menemui seseorang aku perlu izin mu?! atas dasar apa?!" Tanya Tania dengan membalas tatapan Raka.
Wahh kenapa mulut ku tidak bisa ku tutup, sepertinya dia akan melenyapkan ku setelah ini
Mata Raka terbuka lebar mendengar ucapan Tania. Dia bahkan tidak menyangka itu akan keluar dari mulut nya.
"Kau menguji kesabaran ku Tania. Mungkin aku sudah terlalu baik kepada mu akhir akhir ini. Kau tidak bisa keluar dari kamar ini walau selangkah dan tidak bisa beremu orang lain, baik pegawai rumah ini" ucap Raka sembari memalingkan wajah nya.
"Kenapa tidak bisa??! Memang nya apa kesalahan ku?? " Dengan suara tegas, seolah olah dia tidak takut. Padahal kaki nya sudah bergetar menahan takut
sudah Tania, akhiri ini. minta maaf lah. Agar semua lebih mudah. Jangan melawan nya lagi.
"Kau masih bertanya apa kesalahan mu??!" dengan nada kesal.
"Apa bertemu dengan kak Ferdi adalah kesalahan??!!" tanya nya dengan santai.
"Ya, itu kesalahan besar, Kau mengerti. Kau tidak bisa melihat pria lain apalagi tersenyum kepada nya. Kau mengerti??!!" dengan nada tinggi.
"Benar kah??!!! Jika bertemu dengan Kak ferdi adalah kesalahan besar, bagaimana dengan Mu??!! Kau selalu diam diam bertemu dengan clara di kantor Mu. Bahkan ketika aku bertanya kau berbohong. Itu bukan lah kesalahan?? atau hanya aku yang selalu bersalah?? Harus aku yang selalu mengalah di segala hal??!!" Seru Tania dengan nada tinggi.
"Kau??!!!" dengan suara bergetar "ber ..." belum sempat Raka meneruskan ucapan nya.
"Sudah lah, aku lelah. Aku ingin tidur" ucap Tania seraya menarik selimut sampai dada nya dan membelakangi Raka.
__ADS_1
Kau tau Clara datang tadi siang?? ah sudah lah. Sebaiknya aku bicara besok pagi saja, Jika si teruskan akan memperkeruh suasa. Raka.
Kau tidak menjelaskan apapun, kau hanya diam saat aku menyebut nama Clara. Berarti dugaan ku benar. Kalian masih sering bertemu. Jika apa yang ku ucapkan tidak lah benar seharus nya kau memperjelas, kau memilih diam. Tania.