Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Dokter kandungan


__ADS_3

Raka hanya diam sepanjang perjalanan. Bahkan ketika mereka sudah tiba di rumah, ia langsung masuk ke kamar dan masih saja diam.


Saat Raka di dalam kamar mandi, Tania mondar mandir di depan kamar mandi.


Kenapa ia tidak mau melihat ke arah ku, sepertinya dia sangat marah. Apa yang harus aku lakukan sekrang.


Ketika Raka keluar dari kamar mandi, Tania hendak mengajak nya bicara namun seperti nya Raka menghindari nya. Akhirnya Tania masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai mandi Tania melihat sekeliling, Raka tidak ada. Lantas ia turun di meja makan juga tidak ada. Ia semakin kwatir, ia berjalan menuju ruangan Raka. Ternyata dia disana.


"Sayang,, kenapa kau disini. Apa kau belum lapar?!" Tanya Tania sembari mendekati Raka.


Raka hanya diam saja. Tania berdiri disana hampir lima menit, Raka tidak menghiraukan nya di ruangan itu. Tania menjadi salah tingkah karna raka tidak menggubris nya sama sekali


Kenapa dengan nya, dia bahkan tidak melihat ku sama sekali.


Setelah selesai dengan urusan nya Raka meninggal nya di ruangan itu.


Kenapa jadi begini, rasa nya sangat sakit ketika ia tidak mau meliahat ku.


Tania bahkan mengigit bibir nya, ia bingung harus melakukan apa.


Ketika ia keluar dari ruangan itu dan melihat meja makan kosong, dengan cepat ia menyusul nya ke kamar. Ternyata lampu sudah padam, hanya lampu tidur yang menyala. Raka sudah tidur, ia membelakangi Tania.


Kenapa begini, apa kesalahan ku sangat besar sehingga dia bersikap dingin begini.


Pelan Tania naik ke tas kasur, ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun, ia sibuk dengan pikiran nya, dan akhirnya ia juga ikut tertidur.


*


Cahaya matahari menembus dingding kaca kamar Tania, membuat ia mulai membuka mata nya. Setelah ia mulai mengingat kejadia tadi malam, ia langsung melihat Raka yang masih terlelap di samping nya.


Setelah membersihkan diri di kamar mandi, Tania duduk di sofa menunggu Raka terbangung.


"Selamat pagi sayang" dengan tersenyum ketika ia Raka sudah mulai terbangun.


Namun Raka tidak menghiraukan nya sama sekali. Ia pergi langsung ke kamar mandi tanpa melihat ke arah Tania.


Tania langsung menyiapkan pakaian nya di closet room. Tapi ia tidak bersemangat sama sekali. Saat Raka masuk ke dalam Closet room ia bahkan tidak mengenakan pakaian yang sudah di sediakan Tania. Tanpa mengajak Tania ia turun ke lantai bawah untuk serapan.


"Bagaimana tentang ke dokter kandungan nya hari ini. Jadi?!" Tanya Tania dengan melihat Raka yang sedang mengunyah makanan nya.


Tidak ada respon dari Raka.


Aku harus berbuat apa lagi agar dia mau melihat ku.

__ADS_1


Ketika sudah selesai serapan Raka langsung menuju mobil yang sudar terparkir di halaman. Sekretaris Jay sudah menunggu nya disana. Tania mengantar nya sampai ke sana namun dengan wajah murung.


"Selamat pagi Tuan" sapa Jay sembari menunduk.


"Pagi Jay" jawab Raka datar.


Apa??!! Dia membalas nya? Sementara kepada ku dari tadi malam kau tidak ada menjawab ku sama sekali. Tega sekali kau Raka.


Dengan cemberut Tania kembali masuk ke dalam kamar.


*


Tok tok tok


"Nona apa anda baik baik saja?!" Tanya Bella dari luar kamar.


"Masuk saja Bella" teriak Tania dari dalam.


Ketika ia masuk, Bella melihat Tania duduk di sofa dengan wajah murung.


"Kenapa anda tidak bersiap Nona. Apa kita tidak ke panti hari ini?!" tanya Bella dengan memperhatikan wajah Tania.


"Aku sedang malas ke panti. Dimana Suci?!" Tanya Tania tanpa melihat nya.


"Suci sudah ke panti karna ada rapat Nona. Sementara dia yang mewakilkan Nona. Karna Anda tak kunjung Turun"


Sebuah Nomor luar negri menelpon nya.


"Hallo" ucap Tania.


"Hallo Tania sayang. Apa kabar kamu?!" Tanya dari sebrang Telpon yang tak lain adalah Mama Sarah.


"Mama, aku baik baik aja ma.. Mama apa kabar?!" Tanya Tania girang.


Mereka mulai mengbrol dengan waktu yang cukup lama. Membahas beberapa hal tengtang kegiatan nya di amrik. Sementara Bella masih menunggu nya di sana.


"Apa kau belum hamil sayang?!" Tanya Mama sarah dengan serius.


"Belum ma. Aku masih baru saja datang bulang" ucap Tania dengan menaikkan ujung bibir nya.


"Sudah ke dokter??!"


"Belum ma. Tapi kami sudah berencana akan ke dokter kok ma" dengan nada terbata.


"Sebaik nya kamu ke dokter sayang. Agar di berikan vitamin. Mama akan pulang jika mama sudah dengar kamu hamil" ucap Mama sarah bersemangat.

__ADS_1


"Mama bantu Doa ya" ucap nya dengan sedikit sedih.


"Iya sayang. itu pasti"


Ketika mereka selesai berbicara Tania melirik Bella.


"Tunggu aku di bawah. Kita ke rumah sakit sekarang" sambil berdiri.


"Baik Nona" jawab Bella dan langsung pergi.


*


"Apa yang aku lakukan hari ini.!! Aku seperti hilang semangat" Cindi berbicara sendiri di atas kasur nya.


"Jika aku menghubungi kak Tommy. Ahh sudah lah, bisa bisa Jay benar benar melakukan nya lagi. Membayangkan wajah nya seperti tadi malam aja membuat kaki ku bergetar." sembari turun dari kasur.


"Sebenar nya dia kenapa??!! Baiklah dia marah kepada Tania. Trus kenapa dia juga marah kepada ku??!! lebih parah nya dia Mengancam ku" Masuk ke kamar mandi.


"Kemarin tiba tiba dia mencium ku tanpa permisi. Tadi malam dia mengancam ku. Aarrgghg Kenapa sih dia."


"Wait.. Sebaik nya aku bertemu Tania hari ini. Mumpung masih libur" langsung mandi.


Cindi Tanpa sadar sudah mengoceh sendirian di kamar nya. Ia merasa semua seperti mimpi. Ancaman Jay ternyata membuat nya Takut. Ia sama sekali tidak berani bertindak.


*


Tania keluar dari rumah bersama Bella. Saat tiba di taman, mereka melihat Mobil Cindi datang.


"Kau mau kemana?!" Tanya Cindi masih di dalam mobil.


"Aku mau ke rumah sakit. Kau mau ikut?! Ucap Tania seraya berjalan mendekati mobil.


"Ya sudah." keluar dari mobil dan masuk ke dalam mobil Tania.


Saat di dalam mobil.


"Apa kaka Raka melakukan sesuatu kepada mu?!" Tanya nya pelan namun ia melirik ke arah Bella. Ia kwatir jika Bella akan melaporkan nya kepada Raka.


Seolah mengerti apa yang ada di dalam pikiran Cindi.


"Tidak apa apa. Bella juga mengerti kok" dengan santai.


"Dia tidak mau melihat ku. Seperti nya dia sangat marah kepada ku" Ucap Tania sedih.


"Marah??!!. Maaf Tania, semua karna aku membujuk mu makan malam bersama mereka" menundukkan kepala.

__ADS_1


"No, jangan begitu. Itu bukan karna kau. Dia memang seperti itu kok. Nanti juga sudah baikan" sambil tersenyum.


Walaupun aku tidak tau sampai kapan dia begitu.


__ADS_2