Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Bertemu Clara


__ADS_3

Tania berjalan mendekati Clara yang sedang menunggu nya. Ia berjalan sangat santai, tapi sebenarnya ia sedang menutupi cemburu nya di hadapan Clara.


Baiklah clara, kita akhiri drama ini.


Dari jauh Clara sudah memperhatikan Tania yang sudah semakin mendekat.


Lihat lah dia, Dia sudah sangat berubah dari Tania yang ku temui terakhir kali nya. Gaya berjalan nya, terlihat sangat anggun. Dia juga semakin cantik. Ahh apa yang sudah ku pikirkan, bagaimana pun dia, aku lah yang selalu lebih sempurna daripada dia.


"Langsung saja Clara. Apa yang ingin kau bicarakan?!" dengan nada santai sambil duduk.


"Aku mau kau melepaskan Raka!" Clara berbicara terus terang


"Kenapa harus aku?! Apa kau sadar berbicara dengan siapa?!" Dengan nada tegas.


Wahh berani sekali dia. Apa karna dulu aku mendengarkan ucapnya jadi sekarang dia berbicara seberani ini kepadaku?!


"Aku mohon, kami masih saling mencintai. Bukan kah kau sadar kalau kau sudah menjadi penghalang bagi hubungan kami?!" dengan mata melotot.


Kenapa gaya bicara nya berubah? Kemarin dia terlihat sangat lemah.

__ADS_1


"Aku??!!! ha ha ha" sambil tertawa sinis " Apa kau sadar apa yg kau ucapkan barusan?!" seketika raut wajah nya berubah menjadi tegas " Aku tidak pernah menjadi penghalang hubungan kalian." membalas tatap Clara.


Aku??!! Bukan kah kau sebenarnya.


"Ya kau adalah penghalang hubungan kami. Selama ini aku meminta dengan lembut, tapi seperti nya kau tidak mengerti. Raka tidak mencintai mu Tania, sadar lah." dengan wajah muram.


"Jika dia tidak mencintai ku,Jadi maksud mu dia mencintai mu?! Lantas kenapa dia tidak menikahi mu saja?!" dengan nada tegas.


kau benar Clara. Raka tidak mencintaiku. Kenapa aku kesal mendengar ucap nya. Dari awal juga aku sudah tau bahwa dia tidak mencintaiku, tapi kenapa sekarang aku jadi kesal.


"Karna aku membuat kesalahan. Jadi dia membalasku dengan menikahi mu" dengan nada kesal.


Maaf Clara kata kata ku terlalu menyakitkan, tapi seperti nya berbicara kepada mu harus seperti itu.


"Kau??!!!" Clara mengepal tangan nya menahan amarah mendengarkan ucapan Tania barusan. "Tidak, Raka mencintai ku. Apa kau dengar itu" dengan suara sedikit meninggi.


Kenapa dengan nya??! Bukan kah kemarin dia ingin sekali melepaskan Raka?? Tapi sekarang dia seperti mempertahankan nya. Apa dia sudah mulai mencintai nya??


"Lihat lah diri mu Clara. Kau cantik, berkelas, anggun, kaya. Apa yang kurang dari mu??! Kenapa kau mengemis cinta Suami ku. Sebenarnya yang perlu sadar itu adalah kau" dengan nada kasihan.

__ADS_1


"Lantang sekali kau Tania. Apa pernah Raka mengatakan cinta kepada mu??! Pernah??!!" bertanya dengan mata melotot.


Pertanyaan Clara membuat Tania sedikit gugup.


Kau benar Clara, dia tidak pernah mengatakan nya kepada ku. Sampai sekarang terkadang aku juga masih bingung dengan perasaan nya kepada ku.


Sejenak Tania terdiam kemudian ia berdiri.


"Baiklah Clara, saya rasa pembicaraan kita sudah selesai. Sebaik nya aku pulang sebelum asisten ku kesini" Tania hendak membalikkan badan dan menunduk mendekat kan kepala nya kepada clara.


"Eh satu lagi. Raka tidak pernah mengatakan dia mencintaiku. Tapi apa kau tau, Setiap kali dia menyentuhku dia melakukan nya sangat lembut dan yang lebih penting adalah dia selalu memaafkan kesalahan ku. dan kau Clara bangun lah dari mimpi mu." Sembari tersenyum sinis.


"Aku sekarang paham, kenapa kau meminta aku untuk meninggalkan Raka bukan nya kepada Raka sendiri, itu karna Raka sudah menolak mu atau bahkan sudah membenci mu?! Sadar lah Clara. Tidak usah mempertahankan yang tidak ingin dengan mu. Aku merasa kasihan kepada mu. Aku permisi" Berbalik badan dan pergi meninggalkan Clara.


Apa yang barusan aku katakan??!! Sejak kapan itu terpikirkan oleh ku. Dengan percaya diri nya aku mengatakan semua ini di hadapan Clara. Kenapa dengan ku. Apa aku benar benar cemburu sekarang. Tania


Apa?? menyentuh nya dengan lembut??! Dia sudah menyentuh Tania?? sejak kapan??! Aku bahkan tidak pernah berhasil merayu nya dari dulu, dengan susah payah aku menyerahkan segala tapi dia tidak pernah mau. Apa yang di ucapkan nya memang benar??!! Tidak, aku tidak akan menyerah. Clara


Kini Clara terduduk lemas di bangku tempat mereka berbincang. sementara Tania berlalu. Tanpa mereka sadari seseorang sudah mencoba merekam semua pembicaraan mereka.

__ADS_1


__ADS_2