
Pagi ini Cindi sudah berada di rumah Raka.
"Selamat pagi Nona" Sapa pak Sam.
"Dimana kak Raka?!" Tanya Cindi menahan kekesalan
"Dia masih di kamar nya Nona, saya akan panggil kan, sebaik nya Anda Tunggu di ruang tamu" langsung pergi.
Cindi duduk di sofa namun ia sangat gelisah.
"Nona" seru Jay yang tiba tiba datang dari mana.
Cindi melirik namun tidak bersuara.
Kenapa dia sudah sampai juga sih, padahl aku sengaja datang nya pagi seklai agar tidak bertemu dengan nya, malah ketemu juga.
"Sedang apa Anda disini pagi pagi begini?!" tanya Jay sembari duduk di sofa.
Cindi juga masih tidak menjawab. Ia masih kesal atas perlakuan Jay kepada nya saat makan malam dulu.
Kenapa dia tidak menjawab. Bahkan dia tidak menganggap ku ada disini. Kenapa dengan nya.
Cindi duduk dengan gelisah, sesekali ia melihat jam di tangan nya.
Kenapa kak Raka lama sekali. Aku malas disini apalagi melihat Jay ada di sini.
"Nona Jika ada sesuatu hal yang penting Anda bisa mengatakan nya kepada ku. Nanti akan aku sampaikan kepada Tuan" ucap nya sembari melihat Cindi.
"Baiklah, katakan kepada kak Raka aku ingin bicara langsung kepada nya tanpa perantara. Satu jam lagi aku ada acara, aku tidak bisa menunggu nya terlalu Lama" ucap nya langsung berdiri.
"Tunggu Nona. Anda kenapa?! Kenapa sepertinya menghindariku?!" Tanya Jay kepada Cindi yang sudah membelakangi nya.
Tania tidak menjawab namun ia berjalan ke arah pintu.
"Cindi" Seru Raka dari tangga.
Ia berhenti dan melihat ke arah tangga. Cindi dengan wajah sedikit takut mendekati Raka.
"Apa kaka ingin memasukkan Tania ke dalam penjara?!" tanya Cindi dengan suara menahan.
"Kenapa kau mengatakan seperti itu?!" datar.
"Apa kaka akan setega itu?!" tanya Cindi dengan membualtkan wajah nya.
Raka diam.
"Aku masih yakin kaka masih punya hati nurani. Aku yakin kaka tidak akan tega kepada Istri kaka sendiri. Belum cukup atas semua yang terjadi kepada Tania?! Apa masih kurang Kak?!" Tanya Cindi dengan suara bergetar.
"Jay" panggil Raka dengn berteriak.
__ADS_1
"Ia Tuan" Jawab Jay yang langsung mendekat.
"Kita berangkat sekarang" ucap nya dengan nada kesal.
Ia benar benar menahan amarah nya, ia sangat kesal karna ucapan Cindi.
"Kak!!" panggil cindi lemas.
"Jadi benar apa yang di katakan Tania?! Kaka sama sekali tidak mencintai nya?! Padahal aku sudah mengatakan untuk kaka bersabar, agar Tania sadar sendiri. Dia hanya butuh waktu tapi seperti nya kaka tidak pernah mengerti posisi nya" Ucap Cindi lemas, dan langsung meninggalkan Raka.
Sekretaris Jay yang melihat Cindi merasa bersalah.
Cindi sudah tau kedatangan Aldo menemui Tania. Karna Tania sendiri yang memberitahu nya, setelah Aldo pergi ia lngsung menghubungi Cindi dan menceritakan semua nya.
*
"Nona kita bisa berangkat?!" Tanya Bella kepada Tania.
"Bisakah kita cancel jadwal hari ini?!" Tanya Tania dengan lemas.
"Anda kenapa Nona?! Apa Anda sakit?!" tanya Bella kwatir.
"Tidak apa apa, aku hanya kurang enak badan saja" Jawab nya lemas.
"Sebaik nya aku kabari ke Tommy dulu Nona" Seru nya seraya mengetik sesuatu di hp nya.
Beberaps saat kemudian Bella sudah selesai berbicara lewat telpon.
"Ya sudah, kita berangkat saja" Jawab nya lemas.
Mereka akhir nya pergi ke acara teraebut. Sepanjang perjalanan Tania hanya diam tidak mengeluarkan sepatah katapun. ia benar benar lemas. Ia takut jika Raka benar benar mencobloskan nya ke penjara, Bahkan ia tidak tidur satu malaman karna terus terus kepikiran.
*
Sesampai nya di tempat Acara ternyata Cindi sudah disana, mereka berdua merupakan brand ambasador dari produk kecantikan tersebut. Setiba nya mereka disana mereka langsung menuju ruang ganti.
"Tania wajah mu pucat sekali" Tanya Cindi kwatir.
"Tidak, mungkin karna belum di make up" jawab nya menutupi.
"Kamu baik baik aja kan?!" Tanya cindi dengan mengelus lengan Tania.
Tania tersenyum.
"Aku baik baik aja" sambil tersenyum berat.
Aku yakin kau masih kepikiran tentang Ancaman Raka Tania. Kau hanya berusaha menutupi nya.
Kemudian mereka mulai di rias para make up artis. setelah nya mengenakan pakaian yang sudah di persiapkan.
__ADS_1
Acara di mulai hingga selesai, namun Tania benar benar tidak bisa konsentrasi sama sekali. Cindi juga memperhatikan Tania dengan sangat kwatir.
"Apa sebaik nya kita ke dokter?!" Tanya Cindi saat mereka sudah kembali ke ruang ganti.
"Tidak usah Cin, aku baik baik saja" jawab nya sambil tersenyum
Cindi akhirnya memilih pulang bersama Tania. Mereka bersama keluar dari gedung tersebut.
*
Setiba nya di apartemen Tania kaget karna beberapa orang sedang menunggu nya di depan pintu, wajah nya semkin pucat tak kala yang menunggu nya memakai seragam yang sama.
Ketika orang tersebut melihat pintu lift terbuka, seketika mereka semua melihat ke arah lift.
"Nona Tania?!" Tanya salah satu dari mereka.
"Ia saya sendiri" Jawab tania dengan nada bergetar.
"Ini ada apa ya pak, kok rame rame di sini?" Tanya Cindi yang ikut kaget.
"Kami ke sini karna ada laporan penipuan, yang menjadi tersangka adalah Tania Andini" Ucap salah satu dari mereka seraya memberikan sebuah surat perintah.
Tania lemas, kaki nya semakin bergetar.
Jadi kau benar benar melakukan nya. Kau memasukkan ku ke dalam penjara. Apa kau setega itu.
"Begini pak, saya akan bawa pengacara. Ini masih dalam tingkat penyidikan kan, belum penahanan. Jadi saya akan pastiakn Tania akan menghadiri setingap panggilan pak" uap Cindi tegas, ia memperhatikan Tania sudah pucat dan tidak mampu mengatakan apapun lagi.
"Baiklah NOna, Nona tania berada dalam pengawasan kami. Sementara waktu dia tidak bisa keluar kota atau keluar negri sampai proses penyidikan selesai' tegas
"Baik pak, terimakasih" jawab Cindi.
Para polisi tersebut akhir nya pergi.
Mereka juga masuk ke dalam apartement.
Tania duduk lemas dengan tatapan kosong di sofa, ia benar benar takut.
"Apa Sebaik nya kau pulang kerumah Tania" Ucap Cindi pelan.
"Saya rasa itu juga ide yang tepat Nona" Bella ikut memberikan pendapat.
"Bisa tinggalkan aku sendiri?!" Tanya Tania dengan tatapan kosong.
"Tapi kami tidak mungkin meninggalkan mu sendirian dalam situasi seperti ini" Ucap Cindi kwatir.
"Aku mohon" nada lemas.
"Sebaiknya kita keluar Nona, mungkin nona perlu waktu sendiri" Ajak Bella
__ADS_1
"Baik lah, tapi tidak lama" jawab nya pasrah
Cindi akhir nya mengalah, ia mau pergi, mereka keluar meninggalkan Tania seorang diri. Setelah pintu terbuka, seseorang membelakangi mereka, dia adalah seorang pria mengenakan jas hitam.