Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Pernah geguguran


__ADS_3

"Jay juga sangat marah kepada ku" ucap nya dengan menaikkan bibir nya.


"Marah?!" mengerutkan kening "Kenapa dia harus marah kepada mu?!" tanya Tania heran.


"Nah itu dia. Aku tidak tau kenapa. Dia bahkan mengancam ku" dengan wajah kesal.


"Wait, marah?? mengancam??!" dengan wajah bingung.


Kenapa dia sama seperti Raka. Selalu saja mengancam.


"Bahkan dua hari sebelum nya." tidak meneruskan ucapan nya.


"Kenapa dua hari sebelumnya?!" melirik Cindi.


"Tidak, lupakan" jawab nya dengan tersenyum berat.


Bukan kah aku terlaku ke kanak-kanakan kanakan jika mengadu pada Tania masalah dia mencium ku...Ah sudah lah. Aku bahkan malu jika mengatakan nya.


"Kita sudah sampai Nona" ucap Bella dari bangku depan.


Mereka sudah berada di depan Rumah sakit KASIH BUNDA. Rumah sakit yang di khususkan untuk Ibu dan Anak. Tania sengaja ke rumah sakit tanpa di ketahui oleh Raka. Agar sepulang nya Raka dari Kantor ia mempunyai alasan untuk berbicara dengan nya.


Mereka bertiga masuk ke ruangan Dokter spesialis kandungan. Bella sudah menelpon pihak rumah sakit sebelum berangkat agar mereka mendapatkan jadwal pemeriksaan.


Tania juga melarang Bella untuk memberitahu Sekretaris Jay, agar ia sendiri nanti nya mengatakan sendiri kepada Raka. Dengan begitu dia punya celah berbicara kepada Raka.


Sesampai nya di ruangan Dokter.


Tania di perintah kan Dokter untuk tidur agar ia bisa memeriksa perut Tania. Setelah Selesai Tania di minta duduk di kursi agar Tania bisa mendengarkan penjelasan Dokter. Bella dan Cindi juga berada di ruangan itu ikut menemani Tania.


"Jadi bagaimana Dok?! Apa semua baik baik saja?!" Tanya Tania dengan penasaran.


"Hanya sedikit masalah, tapi kita bisa mengatasi nya" jawab Dokter, sembari melihat hasil USG Tania.


"Masalah Apa Dok?!" mengerutkan kening.


"Karna setelah mengalami keguguran seharus nya Nona kembali cek untuk memastikan rahim Nona sudah siap kembali di buahi." Ucap Dokter dengan menatap Tania.


"Keguguran?! maaf Dokter. Seperti nya anda Salah. Karna saya belum pernah keguguran sama sekali" ucap Tania sembari tersenyum.


"Saya tidak salah Nona. Hasil pemeriksaan anda barusan memperlihatkan anda sudah pernah keguguran sebelum nya" dengan cukup jelas.


"Apa??!!" kaget "Ia melirik ke arah Bella. Dengan cepat Bella menundukkan kepala.

__ADS_1


"Seharus nya Nona mengkonsumsi Obat penguat Rahim jika sudah ingin hamil lagi" Ucap Dokter dengan nada datar.


"Saya permisi sebentar Dokter" ucap nya dengan gemetar


"Ia silahkan Nona"


Ia berjalan keluar di susul oleh Cindi dan Bella.


"Katakan jika itu bohong Bella" tangan nya memegang diding, karna ia merasa sangat lemas.


"Nona Maaf Tapi .." ucap Bella dengan terbata


"Kalian menutupi kehamilan ku?!" Ucap Tania dengan bergetar. "Kenapa kau setega itu Bella" tanya Tania kini dengan meneteskan air mata.


"Nona, aku tidak berdaya. Nona Sangat tau bagaimana kedudukan ku disini." dengan wajah merasa bersalah. "Aku hanya di minta untuk diam dan seolah tidak terjadi apa apa" ia meneruskan ucapan nya.


Tania terjatuh ke lantai. Ia benar benar tidak menyangka hal sebesar ini bisa tidak ia ketahui sama sekali.


Jangan jangan dia sengaja melakukan sesuatu kepada ku agar aku ke guguran?? Jika semua terjadi begitu saja kenapa dia tidak mengatakan nya kepada ku? Apa dia benar benar setega itu?!


"Tania kuatkan diri mu. Sebaik nya kita cari tau kebenaran nya dulu" Bujuk Cindi dengan lembut.


Tapi ia hanya diam. Ia merasa di bohongi oleh Raka.


Setelah beberapa menit,


"Kita ke kantor nya sekarang" ucap nya dengan tegas.


"Nona ..."


"Cukup Bella. Aku sedang tidak ingin mendengarkan apapun saat ini. Bawa aku kesana secepat nya" dengan nada tegas.


Sepanjang perjalanan semua hening. Hanya suara dari luar yang terdengar. Tania menahan amarah nya. Ada banyak yang kini ia pikirkan. Ia kembali mengingat kejadian dulu saat pertama kali nya ia bertemu Raka hingga hari ini. Banyak sudah air mata, ancaman, Tapi dia masih memilih bertahan. Tapi setelah mendengarkan keguguran nya ia seperti kehilangan kendali. Belum sempat Dokter menjelaskan penyebab keguguran nya. Ia sudah menarik kesimpulan nya sendiri.


*


Bruak


Pintu terbuka dengan sedikit keras.


Membuat Raka dan Jay yang sedang membicarakan sesuatu terkejut dan langsung melihat ke arah Pintu. Ternyata itu adalah Tania.


"Nona" seru Jay ketika melihat Tania.

__ADS_1


Sementara Raka berdiri karna kaget.


Tania berjalan mendekati Raka, Raka melihat nya dengan wajah Heran, Sementara Tania semakin mendekat dan dengan tatapan tajam.


Plak


Sebuah Tamparan mengenai wajah Raka. Membuat Raka membulatkan mata. Jay juga kaget bukan kepalang.


"AKU SANGAT MEMBENCI MU" ucap nya dan langsung keluar dari ruangan tersebut.


Tanpa ada air mata. Tania keluar dari gedung mewah tersebut di ikuti oleh Bella. Cindi yang masih bingung dengan semua yang terjadi memilih diam di tempat.


"Anda baik baik saja Tuan" Tanya Jay kwatir.


Raka tidak menjawab. Namun ia benar benar syok.


Jay melihat Cindi yang masih berdiri di depan pintu yang terbuka. Ia masuk dengan wajah takut. ASituasi jadi menyeramkan bagi nya. Ini pertama kali nya ia melihat Tania semarah ini.


"Tadi kami ke rumah sakit. Dokter mengatakan jika Tania pernah keguguran" dengan nada terbata. Tanpa di Tanya Cindi menjelaskan apa yang barusan Terjadi.


Raka mendengar nya langsung berubah ekpresi.


Ia berlari mengejar Tania. Namun terlambat Tania sudah keluar dari kawasan Kantor Wijaya Groub. Akhir nya ia menyusul nya dengan di kemudikan oleh Jay. Cindi juga ikut dengan mereka.


"Kenapa kau bisa ceroboh Jay" Tanya Raka dengan nada marah


"Maaf Tuan. Saya tidak tau jika Nona kerumah sakit hari ini" jawab nya dengan suara terbata.


"Apa Bella sudah tidak bisa di andal kan?!" Teriak Raka.


"Maaf Tuan"


Cindi melihat kemarahan Raka menjadi gemetar.


Apa seperti ini yang selalu kau alamai Tania. Tapi kau selalu saja terlihat kuat. Bagaimana bisa kau mampu menahan beban seberat ini.


*


"Pak Sam" Tariak Tania ketika baru tiba di rumah.


"Dimana koper ku saat pertama kali aku datang kemari?!" Tanya Tania dengan tatapan tajam.


"Sebentar Nona. Saya ambil kan" Ucap nya dengan sedikit heran.

__ADS_1


Tidak biasa nya Tania bersikap seperti itu kepada semua pelayan di rumah itu. Namun kali ini dia seperti orang yang berbeda. Tidak seperti biasa nya.


Tidak berselang lama. Pak sam membawa koper Tania beserta isi nya. Semenjak dia sampai di rumah ini, ia tidak pernah lagi melihat koper tersebut hingga hari ini.


__ADS_2