
"Bagaimana keadaan nya?" dengan nada cemas.
"Sebentar lagi dia akan sadar Tuan. Tidak ada masalah serius"
"Terus kenapa dia belum sadar juga?" nada kesal "Bukan kah kau dokter terbaik di kota ini??"
"Kita tunggu sampai 3 jam lagi Tuan. Jika Nona belum sadar juga kita lakukan tindakan lebih lanjut"
"Kalau begitu tunggu disini sampai dia siuman" tanpa melihat
"Mari saya dok saya antar ke ruang Tamu" ajak sekretaris Jay.
Jika kau tetap disini bisa bisa kau akan menjadi tempat pelampiasan nya.
"Baik lah"
Sementara sekretaris Jay mengantar Dokter ke ruang tamu. Raka duduk di samping Tania. Terlihat jelas di wajahnya dia sangat kwatir, ia menciumi tangan Tania dengan lembut.
Sadarlah kumohon, aku berjanji akan mengubah segalanya. Maafkan aku selalu membuatmu bersedih. Marah lah kepadaku tapi jangan seperti ini, ini sangat menyiksaku.
Saat sekretaris Jay sudah kembali, kini ia bersama dengan pak sam dan Rima. Mereka membawa makan malam.
"Sebaiknya anda makan malam dulu Tuan"
"Nanti saja Jay" tatapan nya masih kepada Tania.
Sekretaris Jay memberikan instruksi agar makanan di letakkan di meja. Setelah pekerjaan mereka selesai Pak sam dan Rima keluar dari kamar. Kini hannya Raka, sekretaris Jay dan Tania yang belum sadar berada di dalam kamar.
"Sebaiknya anda makan dulu Tuan, saat Nona sadar anda harus memiliki kekuatan untuk menjelaskan semua nya bukan?"
Nona akan sadar Tuan, tolong jangan menjadi lemah seperti ini. Untuk pertama kali nya aku melihat anda begini Tuan. Bahkan saat bersama nona clara anda tidak seperti ini. Anda sudah benar benar jatuh cinta kepada nona Tania.
"Kau benar Jay." Berdiri berjalan ke arah sofa dan mulai makan.
"Dimana bella?" sembari memasukkan makanan ke dalam mulut
__ADS_1
"Saya sedang memberikan tugas kepadanya Tuan"
"Aku ingin keamanan Tania di perketat dari sebelum nya"
"Baik Tuan"
Setelah Raka selesai makan malam. Mereka berbincang perihal pekerjaan dan yang lain. Tanpa terasa sudah dua jam setelah Tania di periksa oleh dokter.
"Kenapa dia belum sadar juga. Bukan nya dia dokter terbaik di kota ini?" dengan nada mulai panik.
Jay langsung bergegas ke bawah memanggil dokter.
"Apa yang kau lakukan? Kau bilang dia akan segera sadar. Tapi kenapa dia belum sadar juga?" dengan nada tinggi.
"Saya katakan 3 jam Tuan. Anda sabar dulu" dengan nada lembut
"Apa kau tidak bisa melakukan sesuatu kepadanya??" dengan nada yang mulai meninggi
Kenapa dia tidak berguna sama sekali.
"Kak anton" tiba tiba Tania mengeluarkan suara pelan.
Serentak mereka bertiga melihat ke arah Tania. Raka langsung duduk di samping nya.
"Sayang kau sudah sadar" kedua tangan nya meremas tangan kiri Tania.
"Sebentar Tuan, saya cek dulu" sembari melihat ke arah jay memberikan isyarat
"Tuan sebaiknya anda memberikan ruang kepada dokter agar nona Tania di periksa terlebih dahulu"
Raka mendengarkan ucapan Sekretaris Jay, agar Tania bisa di periksa. Dokter siap dengan beberapa alat untuk memeriksa tekan darah, detak jantung dan hal lain nya.
"Tensi nya sedang Turun. Saya harap dia jangan terlalu keras berpikir dan" tidak melanjutkan ucapanya.
"Dan apa??" tanya raka kwatir
__ADS_1
Dokter masih diam. Ia membereskan semua alat alat nya. Dan mendekati Raka.
"Nona masih terlalu muda untuk mengalami tekanan sebesar ini Tuan. Anda Tau kan ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan dan psikis nya. Saya harap anda paham apa yang saya katakan" dengan suara berbisik agar tidak di dengar Tania.
Raka diam. Ia hannya menatap wajah Tania. Ada rasa penyesalan yang begitu dalam.
"Mari dok saya antar" ajak Jay dengan nada pelan.
Saat mereka menuruni tangga.
"Saya sudah resepkan obat, kau tebus di apotik dan satu lagi Seperti nya Dia sedang hamil, tapi saya belum bisa pastikan kebenaran nya. Kemungkinan itu juga penyebab dia semakin lemah. Saya harap dia jangan stres dulu karna bisa berakibat fatal"
"Apa? nona hamil?" kaget.
"Kecilkan suaramu Jay. Saya belum bisa pastikan" dengan suara pelan
"Kenapa?" heran
"Karna untuk cek kehamilan harus ada pemeriksaan Urin atau USG. Sementara saya tidak bisa melakukannya karna Nona masih pingsan. Dan cek USG ketersediaan alat hannya ada di rumah sakit" masih dengan suara pelan.
"Kenapa dokter tidak katakan itu kepada Tuan?"
"Kau ingin dia membunuh ku? Jika ini masih praduka aku tidak akan mengatakan nya, bisa bisa dia murka. Saya belum bisa memastikan nya. Jika nona sudah sadar baru bisa" dengan hati hati.
"Baik dok, terimakasih untuk informasi nya."
"Jadi saya harap Nona jangan stres, trisemester kehamilan itu sangat rentan. Stres sedikit saja bisa mengalami keguguran."
"Keguguran??" dengan wajah serius
"Ia itu dampak nya. Kau orang yang paling dekat dengan Tuan kan? Saya harap kau bisa mengatasi ini. Saya permisi Jay"
"Terimakasih dok"
"Sama sama Jay"
__ADS_1
Benar kah Nona sedang hamil?? Ini akan menjadi kejutan besar bagi Tuan?