Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Mama sarah


__ADS_3

Sepeninggal Raka dan sekretaris Jay. Dia membaca semua kata tiap kata yang ada di dalam selembar kertas itu. Sambil meremas gelas yang ada di depannya..ingin sekali dia berteriak, tapi ditahan.


seketika telpon gengam miliknya berbunyi.


"hallo"


"Tania kamu dimana" Ferdi menelpon.


"Aku lagi ada di kafe xxx kak. kenapa kak?"


"Dengan siapa?"


"Sendirian kak"


"Kaka samperin kamu ya. Kebetulan kaka nggak jauh dari tempatmu"


"ooh baik kak"


Kenapa selalu kebetulan ya. Apa ini cuma alasan aja. aaahh terserahlah. Kebetulan juga, mungkin sebaiknya aku jujur sama kak Ferdi.


"ngapain kamu sendirian disini" Tiba tiba Ferdi sudah berdiri di sampingnya. ntah sejak kapan dia datang.


"eh kak ferdi udah sampai" tidak menjawab pertanyaannya.


"kamu ngapain sendirian disini?" Mengulang pertanyaan.


"Oh tadi aku lagi ketemu sama teman kak"


Maaf kak, aku harus bohong. Mungkin sekarang belum waktu yang tepat untuk jujur.


"Kamu masih mau makan atau udah mau pulang?"


"Sebenarnya udah mau pulang sih kak hehe" sambil menggarut kepala yang tidak gatal.


"Ayok bareng aku aja"


"ayok kak"


Diperjalanan Ferdi banyak bercerita. Sementara Tania hanya diam sambil mendengarkan, tapi tidak sepertinya dia tidak mendengar dia sibuk memikirkan nasibnya.


"Tania?" Sembari tangan kirinya menyentuh tangan tania.


"eh ia kak!! Kenapa tadi?!" Tiba tiba kaget saat jemarinya merasakan sentuhan tangan ferdi.


"are you ok?! sepertinya kamu banyak pikiran"


berusaha mencari tau.


"Tania baik baik aja kok kak"


"Tapi wajahmu tidak bisa bohong Tania"


Tania tidak membalas. Sebutir air mata menetes dari matanya. Ferdi yang melihat itu langsung menghentikan mobilnya.


"Kamu kenapa?" sambil mengusap air mata Tania.


"Aku takut kak?" menghadap ferdi. Kini mereka berhadapan.


"Takut kenapa? Kamu ada masalah?"


ingin jujur, tapi seketika ia mengingat wajah kakanya anton. Terpaksa ia harus menahan kesedihannya.


"Maaf kak. Aku cuma sedang moody aja. aku nggak ada masalah kok" kembali tersenyum


Maafkan aku kak, aku takut salah. Bagaimana kalau masalahnya akan panjang. Aku tau kamu seorang polisi. Bagaiman kalau kamu penasaran dan melakukan sesuatu. Aku tidak mau kak anton terkena masalah lagi.

__ADS_1


"kamu serius??!!" tiba tiba ia menarik tangnya dan mereka berpelukan.


Aku tau kamu bohong. Kamu sedang menutupi sesuatu. Tapi apa? kenapa sepertinya wajahmu sangat tertekan. kumohon jujur lah, aku akan membantumu, kita hadapi bersama.


"terimakasih kak"


"untuk??!!


"Tania sudah mulai lega sekarang" berusaha mengalihkan pembicaraan.


Maaf kak, nanti akan ada waktu yang tepat.


Ferdi kembali melanjutkan perjalanan. Mengantar Tania sampai ke kos nya dan dia juga kembali pulang..


___________________


Pagi ini sebuah mobil alpard sudah parkir di depan kos Tania. Menunggu si pemilik kamar keluar.


"Selamat pagi nona" seseorang menyapa di depan mobil.


"selamat pagi" sambil tersenyum.


"saya irvan. Saya di perintah Tuan untuk menjemput nona"


"Baik pak, panggil saya Tania aja ya pak. Soalnya saya masih umur 19 tahun"


"Maaf nona, saya gak berani. Bisa bisa saya di pecat nanti" sambil membuka pintu mobil.


Saat mobil sedang melaju dengan kecepatan sedang.


"Pak irvan. Saya bisa tanya sesuatu tidak?"


"Silahkan nona"


"Pak irvan sudah berapa lama bekerja dengan Tuan Raka?"


"wah sudah lama juga ya ternyata. Tuan Raka orangnya gimana sih?" Berusaha mencari tau


"Aduhh kalau itu saya gk bisa jawab nona. Cuma pesan saya. Sifatnya tergantung anda Nona"


"Maksdunya pak"


"Nona akan paham nantinya"


Apa semua orang yang bekerja dengamu semua behati dingin. Percuma juga aku bertaya toh jawabanya sesingkat itu.


Mobil berhenti disebuah gedung. Gedung yang sudah pernah di datanginya tempo hari lalu. Pintu otomatis terbuka.


Dia melihat Raka dengan sekretaris masuk kedalam mobil.


Jay duduk di depan dan dan Raka duduk di sebelah Tania.


"Mama sudah sampai jay"


"Nyonya sedang menunggu bagasi Tuan"


Setelah itu tidak ada lagi terdengar suara. Raka bahkan tidak melihat kearah Tania. ia juga begitu dia hanya melihat jalanan, pikirannya ntah kemana.


Tiba di bandara.


"aahh anak mama sayang" sembari membuka tanganya untuk memeluk.


"i miss you mam" sambil membalas pelukan mamanya.


"miss you to nak" masih saling berpelukan.

__ADS_1


Tiba tiba matanya tertuju kepada Tania.


"Raka dia siapa?" sambil melepaskan pelukan.


"oohh Dia Tania ma. Dia calon istri ku" sambil melihat ke arah Tania.


"Hai Tante. aku Tania" mengulurkan tangan untuk bersalaman.


apa?? dia bilang apa tadi?? calon istri?? calon istri kepalamu??


"sayang.. Jadi kamu orangnya? yang udah berhasil meluluhkan hati anak Tante satu satunya ini?"


Hanya di balas senyuman oleh tania.


Senyum lah Tania. Drama ini akan segera berakhir


" Kamu tau, kamu Gadis pertama yang dikenalin sama tante loh" sambil melirik ke arah raka.


"oh iya? Tante bisa aja"


"ia, Tak kirain anak ku ini hanya.bisa fokus bekerja saja. eh ternyata dia juga bisa meluluhkan hati gadis secantik kamu" sambil tertawa.


Tania juga ikut tertawa.


Lucu bukan? Mama nya kelihatan sangat baik. Tapi dia sendiri tega membohongi mama nya sendiri.


"udah ya ma, mama pasti capek. Irvan akan antar mama pulang"


"Baiklah mama akan pulang dan istirahat" ia kembali menyentuh tangan Tania.


"Sering sering ya datang kerumah tante. Tante kesepian di rumah itu" sembari menaikkan bibirnya.


Belum sempat di jawab, Raka sudah memotong.


"Tania akan sering sering datang kok ma. Ia kan sayang?" melihat ke arah tania sembari memberi senyuman, senyuman penuh ancaman lebih tepatnya.


"ia sayang" membalas senyuman dengan terpaksa.


ahh sayang kepalamu, Seharusnya kau itu jadi aktor saja tuan raka sombong.


"Sekarang mama istirahat ya" melirik ke arah irvan. Seolah olah memberikan perintah.


Mama sarah sudah pergi dengan mobil yang membawanya tadi ke tempat itu.


Tiba tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan mereka dan langsung membuka pintu.


"silahkan Tuan..nona"


Sejak kapan mobil ini sudah disini. Bukannya tadi kami kesini hanya satu mobil. Aaah Tania tidak usah pikirkan hal yg tidak penting. pikirkan saja nasib mu nanti.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Langsung menuju kos Tania. Sepanjang perjalanan Raka sibuk dengan Tablet miliknya. Begitu juga dengan Jay. Hanya Tania yang sibuk memperhatikan jalanan.


Sesampainya di depan Kos . Pintu mobil dibuka oleh jay.


"Terimakasih atas kerjasamanya hari ini nona, Permisi"nMasuk dan mobil kembali melaju


"apa? dia bilang apa? Terimakasih?? Manusia berhati dingin sepertimu tau berterimakasih" Gerutunya di dalam hati.


Sementara di dalam mobil.


"jay"


"ia Tuan"


"Kau lihat tadi bagaimana wajahnya itu. Bukan kah itu sangat lucu. Saat dia berpura pura tersenyum ha ha ha"

__ADS_1


Jay melirik dari kaca depan, memperhatikan wajah Tuan nya. Sepertinya dia menikmati drama yang sedang di jalankan oleh Tania.


__ADS_2