Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Menahan amarah


__ADS_3

Hari menjelang malam, kondisi lalu lintas semakin padat karna para pekerja sudah pulang dari kesibukan nya sepanjang hari. Pusat ibu kota terasa bising dengan suara klakson dan yang lain nya. Sama hal nya dengan Suasa hati Raka yang semakin tidak karuan. Tania yang sedang tersenyum masih melekat di pikiran nya.


Aku tidak sudi kau melihat pria Lain, apalagi tersenyum kepada nya. Kali ini kau menemui pria yang jelas jelas mencintai mu, lebih muak lagi kau bahkan tersenyum kepada nya. Aku akan menghukum mu atas tindakan mu ini Tania.


Sepanjang perjalanan Raka sibuk dengan pikiran nya sendiri. Sekretaris Jay justru sibuk memikirkan cara mengendalikan situasi.


Kau menyiksa diri mu sendiri Tuan. Jika kau sudah mencintai nya kenapa tidak kau ungkapkan saja, Agar Nona juga bisa menjaga sikap. Aahh ini nih yang ku benci dari orang yang jatuh cinta, selalu merasa paling benar padahal sudah bertindak ceroboh dan bodoh.


Setibanya di Rumah, Raka tidak menunggu Sekretaris Jay membukakan pintu untuk nya. Ia berjalan dengan cepat menuju kamar. Ia bahkan menghiraukan Pak Sam yang menyapa nya.


Ia membuka pintu kamar. Kosong. Ia mencari di kamar mandi, kosong. Kaki nya melangkah ke Closet room, kosong. Terakhir ia pergi ke teras kamar, Kosong.


Dimana dia?? Jangan jangan dia masih bersama Ferdi!! Tidak itu tidak bisa terjadi.


wajah nya memerah kembali membayangkan Tania tertawa bersama Ferdi. Kaki nya bergetar turun ke bawah.


"Pelan pelan Tuan, nanti anda terjatuh" seru Pak Sam kwatir, melihat Raka berjalan buru buru


"Dimana Tania?!" Tanya nya dengan cepat sambil sedikit melebarkan mata nya.


"Nona belum pulang Tuan" jawab Pak Sam gugup.


Ada drama apa lagi kali ini antara Tuan dan Nona.


Seketika Raka melirik ke arah Sekretaris Jay yang duduk di sofa. Seolah mengerti apa yang di pikirkan Tuan nya. Sekretaris Jay langsung menghubungi Bella.


*

__ADS_1


Aku tau kau akan buru buru pulang Raka. Bella pasti sudah memberitahu Sekretaris Jay tentang pertemuan ku dengan Kak Ferdi hari ini. Akan ku buat kau menahan amarah mu. Sama seperti aku yang menahan amarah ku semenjak melihat Clara di kantor mu.


"Bella kita berhenti di depan ya. Aku lagi pengen makan Bakso." Sambil menaikkan ujung bibir nya.


"Baik Nona" jawab Bella.


"Bisa saya pulang lebih dulu Nona?! Saya akan pesan ojek online. Masih banyak pekerjaan yang akan saya selesaikan." Seru Suci sambil membalikkan badan melihat Tania yang duduk di bangku belakang.


"Baik lah Suci, setelah sampai depan. Kau bisa pulang lebih dulu" jawab nya datar.


"Terimakasih Nona" sambil tersenyum.


Setelah sampai di tempat Yang di maksud oleh Tania. Mereka mulai memesan makanan dan duduk di tempat yang sudah di sediakan.


"Sudah pukul 18:00. Seperti nya Tuan sudah pulang dari kantor nona" Ucap Bella sembari melihat reaksi Tania.


"Benar kah?! Dia bisa menunggu ku di rumah bukan" jawab nya tanpa melihat bella. Ia sibuk melihat smartphone nya.


"Sesekali terlambat tidak apa apa Kan. Santai aja" jawab Tania datar.


Aku berani bertarung berapa pun, Pasti akan terjadi masalah besar setelah ini.


Beberapa menit kemudian, Makanan yang sudah dipesan mereka sudah datang. Tania memakan nya dengan sangat lahap, seolah olah sedang tidak memikirkan sesuatu.


Bella yang memperhatikan Tania dari tadi merasa heran.


Bukan nya seharus nya dia sedih karna Clara? atau seharusnya dia Takut karna sudah berani menemui Tuan Ferdi? Tapi kenapa dia sepertinya sedang menantang Tuan. Kenapa dia jadi misterius begini

__ADS_1


"Kau makan saja makanan mu, tidak usah memperhatikan ku terus" ucap Tania membuat Bella jadi salah tingkah.


"Maaf Nona" ucap nya malu malu.


kring kring kring


Hp milik Bella berbunyi.


Sekretaris Jay menghubungi ku? Ada apa ya?! sepertinya aku dalam masalah


"Hallo" jawab bella.


"Dimana kalian?!" suara dari sebrang telpon.


"Kami sedang di daerah xxx. Nona sedang ingin makan Bakso Jay. Jadi kami berhenti sebentar untuk membeli nya" jawab Bella sedikit kwatir.


"Apa masih lama?!" sekretaris Jay


"Tidak. Ini sudah hampir selesai" gugup.


"Baiklah"


Telpon di matikan.


Sepertinya mereka sudah sampai di rumah. Kacau ini.


Tania yang mendengar pembicaraan mereka tersenyum tipis.

__ADS_1


Aku sudah gila, berani berani nya aku bertindak nekat seperti ini. Apa yang akan dia lakukan nanti setelah kami sampai.


Setelah selesai makan Bella langsung mengajak Tania pulang. Tania hanya menurut saja. Seolah olah dia tidak memiliki beban sama sekali. Tapi sebenar nya ia menutupi rasa kwatir nya.


__ADS_2