Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Cemburu 2


__ADS_3

Sekretaris Jay menunggu di depan pintu. Dia tidak ingin menggangu Raka dan Tania di dalam ruangan tersebut. Ia hanya berdiri membaca sesuatu di smartphone nya.


"Aku sebaik nya pulang sekarang ya. Kau juga sudah masih banyak kerjaan kan?!" Bertanya sambil merapikan Tas nya.


Aku juga harus menyibukkan diri, jika tidak pikiran ku mungkin akan memikirkan hal itu terus.


"Kenapa buru buru, kau kan bisa disini menemani ku bekerja?!" Sambil menarik tangan Tania.


"Sayang aku bisa menggangu mu nanti, lagian aku berencana ke salon pulang dari sini?!" Tania mencari alasan.


Kapan terpikirkan ku ke salon?! ah sudah lah mungkin lebih baik jika aku kesalon. Jika langsung pulang mungkin aku bisa stres nanti.


"Tumben kau mau ke salon kalau bukan karna perintah ku??!" Tanya Raka sembari mengerutkan kening.


Apa dia sedang mencoba menghindari ku.


"Benar kah?! ha ha ha Karna kau sering memintaku ke salon aku jadi ketagihan mungkin" ucap nya sambil tersenyum.


Benar juga sih apa yg dia katakan. Boro boro pernah kesalon kalau bukan karna perintah nya. Lagian kenapa dengan ku? kenapa aku jadi menghindari nya.


"Ya sudah kalau begitu. Mungkin kau juga butuh treatmen agar badan mu lebih rilex" sambil menarik Tania, kini mereka berpelukan.


ahh memeluk mu menjadi hobby ku sekarang.


"Baik lah, aku pergi dulu ya" ucap nya sambil menarik diri.


Kau memeluk ku? Apa tadi kau juga memeluk nya seperti ini??! ihh kenapa dengan ku ini??! Apa aku sedang cemburu?! Bukan nya aku ingin mereka balikan lagi. Tapi kenapa aku tidak suka melihat Clara berada disini. ahh tidak mungkin aku cemburu


"Ya sudah, kau hati hati di jalan" sambil mengelus rambut Tania dengan sangat lembut.


Jangan begini, ini menyiksa ku jika kau bersikap lembut seperti ini. Tapi kenyataan nya kau masih bertemu dengan mantan mu.


"Mari" Tangan Raka menarik pelan Tangan Tania, Raka menghantar Tania sampai pintu.


Ketika Tania keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Selamat siang Nona?!" sapa Sekretaris Jay.


"iihh kamu Jay, aku kaget. Kirain siapa" ucap nya sambil menyentuh dada nya.


"Maaf Nona. Saya tidak bermaksud" sambil menundukkan kepala.


Belum sempat Tania menjawab Raka sudah berteriak dari dalam.


"Apa itu kau Jay?!" dengan suara tinggi.


"Saya permisi Nona. Tuan memanggil ku" Langsung melangkah.


"Ia silahkan" sembari ia juga pergi meninggalkan Sekretaris Jay.


Sekretaris Jay menatap punggung Tania yang berjalan menuju lift. Kemudian dengan cepat ia mengetik sesuatu di smarphone nya, setelah nya ia masuk ke dalam ruangan Raka.


Apa yang dia pikirkan sekarang. Sepertinya dia berusaha menahan kecewa nya di depan Tuan.


"Tuan memanggil ku?!" Bertanya sambil berjalan.


"Ia, darimana saja kau?!" bertanya sambil menatap ke arah Sekretaris Jay.


"Saya baru dari bagian ke aman Tuan." Sambil menunduk.


"Aku butuh laporan kemarin"


"Saya ambil sebentar Tuan"


Sekretaris Jay keluar.


*


Tania sedang berada di lift.


"Hai Tania, kamu dimana? bisa bertemu sebentar?! saya Clara" Sebuah pesan masuk

__ADS_1


Kenapa dia mengirimi ku pesan?! Ingin bertemu?! untuk apa??


"Maaf Clara, aku sebentar lagi akan pergi ke salon. Mungkin lain kali saja" pesan terkirim.


"Salon tempat mu biasa ya?! Baiklah aku kesana sekarang" pesan di terima


Sepertinya kata kata ku tidak ingi bertemu dengan nya. tapi Bukan kan ini memaksa bertemu nama nya?! ah sudah lah, terserah dia saja.


"Selamat siang Nona" sapa Bella ketika pintu lift terbuka.


"Loh kalian menunggu aku disini dari tadi?!" tanya Tania heran.


"Bukan Nona, kami baru selesai makan siang dari kantin" jawab Suci.


Padahal Sekretaris Jay yang meminta kami bersiap, karna Nona sudah turun ke bawah.


"oohh begitu. Kita kesalon aja ya sebelum pulang" ucap nya dengan nada datar.


"Baik Nona" jawab Bella dengan cepat.


"Saya tidak perlu ikut kan Nona?!" Suci bertanya dengan nada pelan.


"Memang nya kau mau kemana?!" Tania bertanya tanpa melihat ia tetap berjalan menuju lobi.


"Tidak ada Nona. Hanya saja saya mau mengerjakan sesuatu" memberi alasan.


"Tidak, kau ikut dengan kami. Kau juga butuh treatmen agar tidak penat karna urusan pekerjaan. Sesekali tidak masalah kan?!"


Sebelum memberi jawaban Suci melihat ke arah Bella. Namun bella hanya tersenyum tipis.


Aku mau lihat, apa kau berani menentang ke inginan Nona. Bella


Maksud nya apa? Aku kesalon bersama bos ku gt?? wah ini sesuatu sekali bukan. Suci


"Baik Nona jika anda yang meminta" dengan tersenyum.

__ADS_1


Baiklah Nona, perempuan mana yang mau menolak jika di ajak ke salon. He he he


__ADS_2