
Hari ke 3
kring kring kring
Sebuah panggilan masuk.
"Bawa gadis itu ke alamat xxx,"
"Siap Tuan"
Seseorang yang dengan sebutan ketua berjalan menghampiri Tania di temani beberapa orang. Membuka pengikat kaki nya dan menarik paksa untuk berdiri namun dengan tangan yang masih terikat ke belakang.
"Kalian akan membawaku kemana?" Tanya Tania dengan suara ketakutan.
"Hey kau. Tutup saja mulutnya, jika tidak dia bisa mengacau nanti"
Seseorang langsung menutup mulut Tania menggunakan lakban. Kini Tania di paksa berjalan ke dalam mobil.
"Sebaiknya tutup saja mata nya, Agar dia tidak tau jalan"
Kembali perintah di jalankan. Kini Tania tidak bisa melihat sekitar nya. Karna kini mata nya sudah di tutup menggunakan sapu tangan. Tapi dia masih bisa mendengarkan suara mereka.
"Kau sudah hubungi grub C?" Tannya ketua kepada penumpang yang berada du depan
"Sudah ketua. Mereka sudah bersiap di tempat untuk memastikan lokasi aman"
"Bagaimana dengan grub B"
"Mereka juga sudah bersiap tidak jauh dari lokasi. jika sesuatu terjadi mereka hannya menunggu kode dari kita"
"Bagus. Kita akan akan mendapatkan banyak keuntungan kali ini ha ha ha" dengan suara tawa yang mengerikan.
Sepanjang perjalanan Tania hannya bisa mendengarkan sekitarnya tanpa bisa melihat. Sesekali ia mendengar bunyi klakson mobil dan perbincangan orang orang yang sudah menyekapnya.
Ketika mereka telah sampai di sebuah tempat. Sapu tangan penutup mata Tania sudah di buka. Ia melihat lihat ke sekitar nya. Penuh dengar orang orang yang lebih menyerupai preman.
Dimana ini? Kenapa aku di bawa ke tempat seperti ini. Sepertinya ini sebuah gudang yang sudah lama tidak di pakai, sepertinya mereka sedang menunggu seseorang. Tapi siapa??
"Kau masukkan dia ke dalam ruangan itu terlebih dahulu, kita pastikan mereka tidak membawa senjata sama sekali. Dia akan menjadi jaminan kita nanti" sembari menunjuk ke sebuah ruangan.
"Baik ketua"
Tania di pisahkan dari orang orang tersebut. Dia di dalam sebuah ruangan dengan tangan terikat dan mulut di lakban. Seseorang menemani nya disana.
*
"Tidak Jay. Aku tidak setuju sama sekali" dengan mengepal tangan nya sangat kuat
"Ini berbahaya Tuan. Saya sendiri yang akan masuk kedalam sana"
__ADS_1
"Apa maksudmu sendiri?? Mereka sedang membuat perangkap Jay. Apa kau mengerti itu"
"Saya tau Tuan. Tapi mereka tidak akan menyentuhku walau secuil. Karna mereka masih membutuhkan ku. Saya hannya ingin memastikan Nona ada pada mereka dan dalam keadaan baik baik saja"
"Tapi jay."
Bagaimana jika sesuatu terjadi padamu juga? apa yang akan aku lakukan nanti nya.
"Saya sudah atur semua Tuan. Semakin lama saya disini Nona semakin menderita disana"
Semoga dengan membawa anda saya bisa pergi secepatnya,
"Baiklah.. Segera berikan perintah jika situasi sudah tidak baik Jay"
Tania bersabarlah sedikit lagi, aku tau kau kuat.
"Baik Tuan"
Sekretaris Jay melangkah keluar dari mobil. Sementara Raka masih berada di dalam mobil menunggu. Keamanan sudah di perketat. Sementara Sekretaris Jay masuk ke dalam mobil yang lain dan mulai menyetir, hannya ia sendiri yang berada di dalam mobil. Ia menghubungi seseorang.
"Hallo Tuan"
"Hallo Jay. Bagaimana disana"
"Saya akan masuk ke dalam Tuan. Bagaimana dengan Tuan"
"Saya juga sudah siap Jay. Para anggota mereka tersebar di luar lokasi. Tapi sudah saya aman kan. Tinggal menunggu perintah mu Jay"
"Jay"
"iya Tuan"
"Hati hati"
"Baik Tuan"
Telpon dimatikan.
*
kring kring kring
"Hallo"
"Lapor ketua, sebuah kendaraan memasuki area"
"Dia sendirian?"
"Seperti nya begitu Ketua"
__ADS_1
"Besar juga nyali nya. Tetap pantau dari situ"
"Siap Ketua"
Telpon dimatikan.
Dia mengangkat tangan memberikan aba aba agar semua anggota nya bersiap.
*
Seperti yang sudah di perkirakan oleh sekretaris Jay. Kedatangan nya sudah di tunggu tunggu.
Dari dalam mobil ia memantau sekitarnya dengan laju yang sangat pelan.
Ternyata mereka sangat banyak. Sepertinya kalian ingin bermain main dengan ku ternyata.
Mobil sudah mulai memasuki gudang, tetap berjalan sampai akhirnya berhenti di depan Ketua. Ia membuka pintu mobil dan keluar.
"Seperti nya nyali mu sudah berkurang andre" jay memulai berbicara sambil tertawa.
"Diam kau Jay. Atau kau akan ku habisi sekarang"
"Ha ha ha Lihat lah dirimu, apa kau sangat takut kepada ku? sampai kau mengkerahkan semua anggota mu hannya untuk menyambutku?"
"Aku tidak takut kepadamu. Aku yakin kau akan menghianati perjanjian kita"
"Janji??!! hahaha aku tidak pernah ingkar janji sekalipun. Dimana bos mu?" mengeluarkan rokok dari saku nya.
"Dia tidak disini tapi dia dengar semua pembicaraan ini"
"Hahaha Bos mu masih saja jadi pengecut ternyata" mulai menghidupkan rokok di tangan nya.
"Langsung ke inti nya saja. Kau bawa pesanan bos ku??"
"Hahaha kau pikir aku sebodoh itu. Aku mau lihat Nona Tania terlebih dahulu"
"Tidak bisa sebelum kau menyerah kan nya"
"Baiklah kalau begitu. Tidak akan pernah aku menyerahkan nya" menghembuskan asap rokok ke udara.
Tiba tiba nada telpon Ketua berbunyi.
"Hallo"
"Turuti saja kemauan nya"
"Baik bos"
Telpon di matikan.
__ADS_1
"Bawa dia kemari"