Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Tidak Bisa


__ADS_3

Satu jam sebelum nya


Aldo dan Sekretaris Jay sudah tiba di lobi, mereka akan pergi ke kantor polisi.


Seseorang mengirim foto Tania, ia benar benar pucat dan lemas. Tatapan nya kosong. Ia seperti banyak beban.


Sekretaris Jay seperti nya Nona tidak dalam keadaan baik, ia tidak mengatakan apapun semenjak Aldo datang ke apartement. ia menjadi murung. Saya rasa sudah waktu nya. sebelum semua terlambat.


Jay membaca dan melihat foto Tania.


Kemudian ia mengetik.


Kau jaga Nona. Sebentar lagi.


Kemudian Jay dan aldo masuk ke dalam mobil dan pergi ke kantor polisi.


"Saya ingin cabut laporan saya kepada Tania Andini pak" Ucap Jay ketika mereka sudah tiba di kantor polisi.


"Kenapa di cabut?!" Tanya Polisi dengan nada bingung.


"Karna sudah menemukan jalan terbaik nya pak" Aldo yang menjawab.


Setelah selesai dengan urusan nya mereka kembali lagi ke kantor. Setiba nya di lantai ruangan Raka.


Sebuah pesan masuk kembali ia terima.


Nona ingin sendiri sekarang, dia meminta kami keluar dari apartemen, Nona Cindi sudah coba untuk melarang nya namun Nona tetap ingin sendiri. Saya kwatir terjadi sesuatu, Nona sangat lemas sekarang.


Raka yang melihat Jay sibuk dengan smartphone nya.


"Berikan kepada ku" seru Raka kepada Sekrataris Jay.


Jay menurut dan memberikan nya kepada nya.


Tangan Raka mengepal, ia benar benar tidak tahan lagi melihat tania seperti itu.


"Kita jemput Dia sekarang" Sambil berdiri.


"Tapi Tuan" Seru aldo.


"Tidak ada tapi tapian, kali ini dia harus mendengarkan penjelasan ku. Aku sudah cukup mendengarkan rencana kalian, sekarang kalian yang harus mendengarkan ku. Kita jemput dia sekarang" berjalan,


Jay langsung cepat membuka pintu untuk Raka.


*


Tidak perlu waktu lama, mereka sudah tiba di apartement yang di tinggali oleh Tania sekarang. Karna jarak Kantor dan Apartement tidak terlalu jauh, jadi mereka cukup cepat sampai disana.


Saat Bella dan Cindi keluar dari Ruangan, mereka mengerutkan kening karna di depan mereka Raka sudah berdiri dengan membelakangi mereka.


Ketika ia membalikkan badan.


"Kak Raka?!" Seru Cindi kaget.

__ADS_1


"Selamat sore Tuan" ucap Bella sambil menundukkan kepala.


Tiba tiba sekretaris Jay dan Aldo muncul dari lift.


"Mari Nona kita bicara di bawah" Ucap Jay, seolah ia tau apa yang ada di dalam pikiran Raka.


"Tidak, aku mau disini saja" Jawab cindi kesal.


"Ada baik nya kita turun saja NOna" Bella ikut meminta Cindi.


Cindi melihat Raka,


"Ya sudah" jawab nya ketus.


Setelah mereka pergi Raka masuk ke dalam ruangan apartement tersebut.


Ia melihat Tania masuk ke dalam kamar. ia hanya memperhatikan nya. kemudian ia juga masuk ke dalam kamar,


Seolah Tidak tau Raka juga berada di dalam kamar, ia hanya duduk lemas.


*


"Apa yang kau lakukan Sekretaris Jay?!" Tanya Cindi ketika Jay menarik tangan nya.


"Aku akan mengantar Anda Nona" jawab nya santai.


Cindi menjadi kesal.


Kenapa dia selalu saja memaksakan kehendak nya.


Setiba nya disana, Jay ikut masuk ke dalam, walaupun sudah di larang oleh Cindi. Lagi lagi CIndi tidak berdaya jika Jay sudah mengingat nya.


Ia memperhatikan Cindi melakukan pemotretan, sesekali ia harus mengepal tangan nya sangat kuat, ketika di moment tertentu fotografer atau kru yang lain menyentuh nya atau tersenyum kepada nya.



Jadi seperti ini kah kegiatan mu setiap hari nya. Bagaimana bisa kau membalas semua senyuman mereka, aarrgg ini membuat ku muak. Jay


Sekalipun Cindi terlihat sangat Cuek, ia sesekali melirik Sekretaris Jay yang berada di ruangan yang sama dengan nya.


Kenapa dia tidak pergi saja sih, ini membuat ku tidak tenang. Kenapa aku malah jadi salah tingkah gini..Ahh ini membuat ku tidak nyaman sama sekali.


Setelah selesai Pemotretan Cindi pergi ke ruang ganti dan di ikuti oleh Sekretaris Jay.


"Kau sedang apa disini?!" Tanya Cindi setelah keluar dari ruang ganti,


"Bagaimana kalau ada orang lain masuk ke dalam ruangan ini??!!" dengan wajah kesal.


"iihh kau kenapa sih. Dasar manusia aneh. Disini keamanan nya juga terjaga" jawab nya kesal seraya meletakkan pakaian yang ia kenakan saat pemotretan.


"Aku hanya tidak mau jika sesuatu terjadi kepada Anda Nona" dengan nada pelan.


Cindi terdiam.

__ADS_1


Iih aku benar benar tidak mengerti jalan pikiran nya. Dia selaku saja susah di tebak.


Cindi dengan cepat mengemas tas nya dan keluar. Sesi sudah selesai hari ini. Jay masih saja mengikuti nya dari belakang.


Namun saat mereka berjalan mereka bertemu dengan Andre.


"Eh Cindi, mau pulang?!" Tanya nya sambil tersenyum


"Ia kak, aku baru selesai pemotretan tadi" sambil membalas senyuman Andre.


Seketika wajah Sekretaris Jay berubah.


Bukan kah sebelum nya sudah ku katakan jangan dekat dengan nya, tapi kau malas senyum kepada nya, di depan ku.


"Aku ada projek, bisa kah kita bekerja sama?!" Tanya Andre dengan menatap Cindi.


"Projek apa kak?!" Jawab Cindi antusias.


"Pembuatan video clip salah satu anak band. Nah bagaiman kalau kamu jadi model di video clip tersebut"


"Benar kah?? Aku ma...."


"Tidak bisa" Sekretaris Jay memotong ucapan Cindi.


Seketika Andre dan Cindi melihat ke arah Jay. Cindi menatap nya sinis, namun berbeda dengan Andre ia malah jadi seperti takut,


"Kita pulang" Jay menarik tangan Cindi sedikit keras.


Cindi memilih ikut daripada membuat onar di tempat itu.


Setelah di dalam mobil,


"Kau tunggu disini, jangan keluar" setengah teriak langsung keluar dari mobil.


Kau??!! Dia memanggil kau??? wahh ini sudah keterlaluan.


Jay masuk kemabli ke dalam dan menemui Andre kembali.


"Seperti nya kau sudah bosan menjadi Fotografer ya. Sayang sekali bukan, padahal karya mu cukup terkenal di kalangan pekerja seni. Baik lah jika itu mau mu" Seru Jay kepda Andre.


Andre yang mendengar itu langsung pucat.


"Maafkan aku Jay, aku masih butuh pekerjaan ini"Ucap nya dengan wajah pucat.


"Apa kau tau salah mu apa?!" Tanya Jay dengan tatapan mematikan.


Andre menunduk, ia juga benar benar bingung salah nya dimana.


"Jangan pernah lagi aku lihat kau melihat wajah nya atau bahkan menyebut nama nya. jika tidak kau tau apa yang kan terjadi" ucap nya berbisik


Kemudian ia meninggalkan Andre dengan wajah pucat dan tidak karuan.


Kemudian ia kembali masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Apa kau melakukan sesuatu kepada Kak Andre?!" Tanya Cindi curiga.


Namun Jay tidak menjawab nya, ia melanjutkan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2