Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Tania Siuman


__ADS_3

Perlahan Tania mulai membuka mata nya. Ia mencoba mengingat ingat memori terakhir di dalam pikiran nya. Ia melirik pelan tanpa menggerakkan kepala nya, ia baru menyadari dia berada di rumah sakit. Ia menggerakkan tangan kiri nya yang terhubung dengan selang infus.


Raka merasa ada yang bergerak di bagian kepala nya dan Secepat kilat ia mengangkat kepala nya lalu melihat ke arah Tania. Ia ketiduran dengan posisi duduk dan kepala di atas kasur Tania, tangan nya sendiri sebagi bantal nya.


"Kau sudah sadar?? Sejak kapan?? Maaf tadi aku ketiduran"


"Aku haus" dengan suara yang sangat pelan.


"Sebentar aku ambilkan" langsung berdiri.


Sebelum ia mengambil minuman ia menemui Sekretaris Jay yang juga ikut tertidur di sofa.


"Jay, bangun dan cepat panggil Dokter. Tania sudah Sadar"


Dengan sigap Sekretaris Jay berdiri.


"Maaf Tuan, saya ketiduran. Saya akan panggil Dokter sekarang"


Raka hannya menganggukan kepala nya. Kemudian ia kembali mendekati Tania. Meletakkan gelas di meja samping tempat tidur. Ia hendak membantu Tania duduk bersandar, agar ia bisa minum, namun Dokter sudah datang.


"Maaf Tuan, sebaik nya saya cek kondisi Nona terlebih dahulu ya"


"Tapi dia ingin minum"


"Ia Tuan, ini hannya sebentar" Sambil melirik Sekretris Jay memberikan kode


"Tuan sebaik nya dengarkan kata Dokter, ini hannya sebentar"


"Apa kau masih bisa Tahan??" bertanya kepada Tania.


Tania menganggukkan kepala nya pelan tanda dia masih tahan.


Dokter mulai memeriksa kondisi Tania.


"Apa Nona merasa pusing??" sembari mengukur tensi Tania.


"Tidak Dokter"Jawab nya dengan sangat pelan.


"Apa Nona merasa sakit di bagian tertentu??"

__ADS_1


"Tidak ada. Aku hannya ingin minum" masih dengan suara yang pelan.


Dokter tersenyum.


"Baik lah, Setelah ini Nona sudah bisa minum. Saya akan resepkan obat. Perawat akan mengantar kan nya nanti. Setelah makan Nona minum obat nya ya" sambil tersenyum.


Tania mengangguk.


Dokter selesai memeriksa kondisi Tania dan berdiri dekat dengan Raka.


"Saran saya lakukan sesuatu untuk membuat dia happy Tuan. Itu akan membantu kondisi Nona semakin baik Tuan" Dengan suara berbisik agar tidak di dengar oleh Tania.


Tidak ada jawaban dari Raka.


Bagaimana cara nya membuat dia bahagia?? Seandainya aku tau. Akan ku lakukan dengan cara apa pun itu.


Setelah kepergian Dokter. Raka mengatur tempat tidur Tania agar Tania bisa duduk bersandar. Dan memberikan air minum.


"Apa ada yang sakit??" Tanya Raka sembari meletakkan gelas ke tempat semula.


Tania menggeleng kan kepala nya.


"Apa yang kau bicarakan. Justru aku yang seharus nya berterimakasih. Terima kasih sudah bertahan. Aku tau disana pasti sangat berat" Sambil mengelus lembut wajah Tania.


"Aku sangat takut saat itu. Aku takut kalau aku harus ma ..."


Raka langsung menutup mulut Tania.


"sssttttt Jangan bicara begitu. Tidak akan ku izin kan itu terjadi" dan langsung memeluk Tania dengan hangat.


Tiba tiba pintu terbuka. Ternyata itu adalah Pak Sam. Sekretaris Jay sudah menghubungi Pak Sam, untuk membawa pakaian Tania dan Raka serta Makanan.


"Tuan ini saya sudah bawa Makanan untuk Nona"


"Terimakasih Pak Sam." sambil menerima


"Sama sama Tuan."


Sementara Raka memberikan makan Tania.

__ADS_1


"Apa ada hal lain lagi Jay?" Tanya Pak Sam.


"Bagaimana keadaan Rima??"


"Dia sudah mulai beraktifitas seperti biasa Tuan"


"Bella?"


"Dia masih sibuk melatih Jay"


"Baik lah kalau begitu Pak Sam sudah bisa pulang. Malam nanti bawakan makanan lagi"


"Baik Jay Saya pamit sekarang"


"Silahkan."


Setelah Tania minum obat tidak lama berselang ia sudah tertidur dan baru lah Raka berbicara kepada Sekretaris Jay.


"Bukan kah aku sudah pernah perintahkan kepadamu Jay. aku tidak suka jika Dokter yang menangani Tania adalah Dokter wanita??" dengan suara pelan.


"Saya sudah cari Tuan, Dokter terbaik di kota ini adalah Dokter David. Sementara Nona masih membutuhkan perawatan ekstra, itu alasana nya Tuan"


"Cepat cari secepat nya. Jika perlu dari luar negri saja." dengan nada kesal.


Enak saja dia dengan bebas nya menyentuh Tania ku.


"Baik Tuan"


Mulai lagi, apa semua orang yang jatuh cinta akan berubah seperti bocah?? Dia hannya memeriksa Nona Tania, itu saja sudah membuat anda cemburu.


"Jay, menurut mu apa yang membuat dia happy??"


"Biasanya keluarga nya Tuan"


"oohh iya, kau benar Jay. kalau begitu Kau bawa kemari kaka nya. Dengan begitu mungkin dia akan sedikit terhibur"


"Baik Tuan"


*

__ADS_1


__ADS_2