Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Ciuman


__ADS_3

Setelah selesai pemeriksaan oleh Dokter Tania makan malam di suapi oleh Raka. Dia bahkan tidak malu di perhatikan oleh Anton dan Sekretaris Jay.


Aku sangat yakin, Kau sudah meluluhkan hati Tuan Raka. Sejak awal setelah kau menikah dengan nya, dia memperlakukan ku sangat sopan selayak nya kaka ipar. Setelah melihat perhatian nya hari ini kepadamu semakin meyakinkan ku.


"Kapan Tania bisa pulang kerumah??" Tanya anton sambil berdiri


"Dia harus benar benar pulih terlebih dahulu, baru bisa pulang" Jawab Raka sambil menyuapi Tania.


"Sebenar nya apa penyakit nya??" Bertanya dengan hati hati


Raka tidak menjawab, namun ia berdiri karna sudah selesai memberi Tania makan.


"Minum obat lalu istirahat" sambil menyiapkan obat di meja.


Tania mengangguk.


Setelah Tania tertidur. Raka mengajak Anton duduk di sofa.


"Dia masih syok karna peristiwa kemarin" dengan suara pelan dan matanya masih tertuju pada Tania


Aku tidak mungkin mengatakan jika dia baru saja keguguran. Itu akan mempersulit segala nya.


"Apa sebaik nya dia di bawa ke psikiater??"


"Jika kondisinya belum stabil beberapa hari ke depan"


"Tapi setelah saya lihat hari ini dia akan segera pulih. Dia hannya merasa lemas saja"


"Semoga begitu"


"Saya pamit dulu Tuan. Tania sudah istirahat. Sampaikan salam ku kepada nya ya" sambil berdiri.


"Ia akan saya sampai kan, terimakasih telah berkunjung"


Di balas senyuman oleh Anton.


*


"Selamat pagi" ucap seseorang dengan semangat setelah membuka pintu


Tania yang baru dari kamar mandi di temani oleh Raka langsung melihat ke arah muncul nya suara.


"Cindi??!! teriak Tania kaget.


Ini beneran?? Dia bisa menjenguk ku??


"ia ini aku. Gimana kondisi mu??" sambil berjalan ke arah Raka dan memberikan pelukan.


"Aku sudah baikan kok" jawab nya semangat.


Setelah memeluk Raka. Cindi datang menghampiri Tania di kasur dan duduk tepat di sebelah kanan. Karna di sebelah kanan nya adalah Raka.


"Bagus, berarti besok bisa pulang" memeluk Tania.


"Semoga ya. Aku kangen banget sama kamu" sambil memeluk cindi


"Ya ya aku Tau, aku memang ngangenin" sambil tertawa

__ADS_1


"Om sama Tante gimana kabar nya??" tanya Raka sambil melihat ke arah Cindi.


"Sehat kak. Mereka lagi jalan jalan keluar negri, lusa mungkin sudah pulang"


"Yaudah.. Kalian ngobrol. Aku mau urus pekerjaan dulu"


"Siap kak" jawab Cindi cepat.


Itu lebih bagus. Aku mau cerita juga susah kalau kaka masih disini.


Baru saja ia memulai cerita dokter sudah lebih dulu menyapa.


"Selamat pagi Nona." Ia datang bersama seorang perawat.


"Pagi Dokter" Balas Tania sembari tersenyum.


Raka yang melihat kedatangan Dokter juga ikut berdiri mendekati Tania.


Ngapain dia tersenyum begitu?? ini sudah mulai tidak beres" gerutunya dalam hati.


"Saya cek sebentar ya" sambil mengambil peralatan nya. "Apa Nona ada keluhan di bagian tertentu??"


"Sejauh ini tidak ada Dok"


"Tekanan darah nya normal. Tensi nya juga normal. Sore nanti anda sudah bisa pulang Nona" menatap wajah Tania.


"Sudah?? Bicara sama saya saja" Dengan nada kesal.


Kau sudah menyentuh Tania ku, sekarang malah menatap nya di depan ku. Kurang ajar.


"Ok baik."


Tania kesal melihat tingkah Raka yang seperti kekanak-kanakan kanakan.


Kenapa sih dia. Dokternya baik baik menjelaskan. Jawab nya hannya ok..baik..


*


Cindi keluar membeli makanan bersama Sekretaris Jay. Sementara Tania mandi di bantu oleh Rima. Sekarang infus di tangan nya juga sudah bisa di lepas.


"Terimakasih Rima" setelah selesai berpakaian.


"Sama sama Nona."


"Rima kamu bawa koper dan yang lain nya. Pulang duluan bersama Pak sam" Perintah Raka


"Baik Tuan. Saya permisi"


Di balas anggukan oleh Raka.


Tania yang sudah duduk di atas kasur. Di dekati oleh Raka.


"Apa benar kamu sudah merasa baikan?? Jika belum kita tidak usah pulang dulu"


"Sudah baikan kok. Lagian kan tidak ada luka sama sekali" Sambil membulatkan wajahnya. "Eh Tuan"


"Tuan??!!!" dengan wajah sedikit kesal.

__ADS_1


"Eh maaf. Sayang" Sambil tersenyum "Terimakasih ya, sudah mengizinkan kaka dan Cindi menjenguk ku disini"


"Kamu suka??" menyentuh Tangan Tania.


Dengan menaikkan muncung nya ia menganggukan kepala nya.


Kenapa dia sangat menggemaskan begitu.


Lantas ia langsung duduk lebih dekat Lagi dengan Tania dan langsung mencium bibir nya.


Sejenak mereka berciuman walau sebenar nya Tania hannya Diam saja, raka yang lebih antusias.


*


"Sekretaris Jay"


"Ia nona" Tanpa melihat.


"Apa kau manusia??? Kenapa kau seperti Robot??" sambil menunjuk nunjuk tangan Jay yang berada di kursi


"Maksud anda Nona?" Tanpa melihat tapi sedikit melirik.


"Ia benar kan. Kamu aneh sekali sekretaris Jay. Apa kau punnya Hati??"


"Apa makanan nya masih lama Nona??"


Apa yang di pikirkan bocah ini. Pertanyaan macam apa ini.


"Benar. Kau memang Robot Sekretaris Jay" sambil tertawa dan berdiri meninggalkan Jay.


Beberapa saat kemudian.


"Sudah nih. Kita balik" sambil menunjukkan kantong belanjaan.


Sekretaris Jay tidak menjawab, dia berdiri dan berjalan menuju parkiran.


*


Raka masih asik menciumi Tania. Seolah olah dia sangat merindukan nya.


Sementara Cindi sudah sampai dan langsung membuka pintu Tanpa mengetuk dan di susul oleh Sekretaris Jay.


"Kami sampai" serunya


Raka dan Tania langsung melepaskan ciuman mereka. Tapi sudah sempat di lihat oleh Cindi dan Sekretaris Jay.


"Ya ampun Jay. Kenapa hawa nya sangat Panas ya. Apa AC nya mati??" Berusaha mengalihkan "Padahal ini Rumah sakit ya kan Jay." Menyindir


Raka yang mengerti ucapan Cindi hannya tersenyum. Sementara Tania wajah nya memerah seketika.


"Kamu beli makanan apa?? Aku mau juga" Tania mengalihkan pembicaraan.


"Eh tidak boleh. Siapa yang tau itu steril atau tidak. Kamu baru saja sembuh tidak bisa makan yang aneh aneh" Perintah Raka.


"Ha ha ha Maaf ya Tania. Bukan nya aku pelit. Tapi aku tidak berdaya" dengan wajah mengejek.


Tania cemberut.

__ADS_1


__ADS_2