
Cahaya lampu bangunan dan jalanan sudah menghiasi ibu kota, semua terlihat indah jika di pandang dari atas bangunan tertinggi di kota itu. Sama hal nya dengan ke dua insan yang tengah di makbuk asmara yang berada di dalam ruangan tertinggi tersebut.
Raka mulai membuka mata nya pelan, ia berusaha mengingat kejadian terakhir yang dia alami. Ia melihat tepat di sebelah nya, Tania masih terlelap. Ia menatap nya dengan sangat dalam.
Sepertinya kau sangat kelelahan sampai tidur mu sangat nyenyak sekali. Aku sangat suka kau memperlakukan ku seperti tadi Tania. Aku akui bahwa aku tidak bisa menahan ketika wajah mu ini juga di lihat oleh orang lain. Tidak bisa, hannya aku yang berhak atas semua yang ada di tubuh mu atau bahkan di hidup mu.
Kemudian ia melihat jam tangan nya yg terletak di meja samping tempat tidur.
Saat terbangun mungkin dia akan lapar. Sudah dua jam lebih dia tertidur. Sebaiknya aku sediakan sesuatu untuk nya.
Kemudian ia mencium kening Tania.
Aku keluar sebentar sayang, aku tidak akan lama.
Kemudian ia meninggalkan Tania yang masih terlelap.
*
Sekretrais Jay duduk di sofa dengan kaki di silang, tangannya seperti biasa memegang tablet miliknya, ia melihat sesuatu di dalam sana.
Pintu Rahasia terbuka seketika ia berdiri dan menundukkan kepala.
"Selamat malam Tuan" sapa Sekretaris Jay.
"Kerja bagus Jay" ucap Raka. Raka tau persis bahwa Sekretaris Jay lah yang sudah mengatur itu semua nya.
Kau selalu menghendel segala sesuatu nya dengan baik.
Sekretaris Jay hanya menundukkan kepala nya. Kemudian Raka duduk di sofa.
"Saya rasa anda perlu melihat ini Tuan" sembari menyerahkan tablet miliknya.
Raka menerima dan melihat apa yang ingin di tunjukan oleh sekretaris jay kepada nya. Di dalam video Tania sedang berdebat dengan Clara sedang di putar disana.
Setelah ia melihat nya ia kemudian tersenyum
Kau sudah menjadi tegas seperti ku Tania, kau sangatb cepat belajar. Ternyata jika kau cemburu sifat mu berubah drastis.
"Apa kah wanita akan menjadi menyeramkan saat dia cemburu!!' tanya Raka kepada sekretaris Jay.
"Mungkin saja Tuan. Perihal nona menemui Tuan Ferdi di kantor nya itu hanya meminta nomor ponsel Nona Cindi Tuan, tidak ada alasan lain. Mereka berbicara tidak lama dan juga jarak nya tidak terlalu dekat" Sekretaris Jay berusaha menjelaskan.
Raka hanya tersenyum,
Tidak jay, itu hanya alasan. Dia sengaja melakukan nya untuk membuat ku cemburu. Tapi bagus jika dia masih mengatur jarak nya walaupun sedang berada di belakang ku.
"Saya sudah bawakan makan malam untuk Anda dan Nona, Beserta pakaian untuk besok pagi Tuan" Sembari tangnya menunjuk meja sorong yang di bawakan oleh chef tadi.
"Bawa ke dalam" sambil berdiri.
__ADS_1
Raka kembali masuk ke dalam ruangan rahasia nya dan di ikuti oleh sekretaris Jay yang membawa makan malam tersebut.
Ia mendorong nya sangat pelan, sebentar ia melihat ke arah tempat tidur dan kembali menunduk karan takut di ketahui oleh Raka. Ia melihat Tania masih terlelap membelakangi mereka dan hanya rambut yang terlihat.
Bukan kah sudah ku katakan kau akan membutuhkan ruangan ini Nona! Seharus kau mengatakan terima kasih kepada ku atas kebaikan ku ini.
"Kau tidur di ruangan mu saja Jay" Ucap Raka seraya duduk di sofa.
Ruangan Sekretaris juga memiliki ruangan rahasia , namun tidak seluas milik Raka,
"Baik Tuan. Saya permisi" ucap nya dan membelakangi Raka.
Saat hendak keluar ia masih sempat kembali melirik Tania.
Malam ini akan menjadi malam yang panjang Nona, bersiaplah.
Kemudian ia keluar.
*
Seperti merasakan sesuatu Tania akhir nya terbangun. Ketika ia membuka mata, Ternyata Raka sedang duduk di samping nya dan sedang tersenyum.
"Apa kau lapar?!" Tanya raka seraya mengelus pipi Tania.
Tania hanya mengangguk,
Saat Tania mengenakan nya Raka memnperhatikan nya tak berkedip. Kemeja berwarna putih tersebut sedikit kebesaran namun Tania jadi terlihat seksi saat mengenakan nya.
Kenapa dia jadi terlihat menggoda mengenakan baju ku ini.
"Mari" Ucap Raka sembari menarik pelan tangan Tania agar duduk di sofa.
Kemudian mereka mulai makan malam. Disertai beberapa obrolan seolah olah sudah melupakan masalah mereka kemarin.
Setelah selesai makan malam.
"Sayang apa kita bisa pulang sekarang?" tanya Tania dengan duduk berhadapan dengan Raka.
"Kita menginap disini saja" Ucap nya datar.
"Tapi aku sudah pengen mandi" menaikkan bibir.
"Benarkah?? Mari ikut dengan ku, aku sudah siapkan air hangat untuk mu" Sera berdiri dan Tania ikut berdiri.
Raka medorong pintu kaca dan masuk di ikuti oleh Tania.
wah ternyata masih ada ruangan lain, ini lebih mewah dari kamar pribadi kami.
Kamar mandi tersebut sangat luas, di lengkapi dengan bathtub yang besar dan dari sana juga terlihat jelas pemandangan malam hari karna berdingdingkan kaca, Tania bahkan sangat kagum melihat kamar mandi tersebut.
__ADS_1
"Bukan kah orang lain dari luar bisa melihat nya?" tanya tania kwatir.
"Tidak. Kaca nya terbuat dari bahan tertentu, jika dari luar orang melihat seperti cermin, hanya kita yang bisa melihat mereka" ucap Raka menjelaskan ke kwatiran Tania,
Tania berjalan mendekati bathtub sudah berisi air hangat dan sedikit aroma terapi.
Kenapa semua sudah tersedia, apa dia sendiri yang melakukan nya.
"Kapan kau mempersiapkan ini semua?" Tanya nya heran.
"Sekretaris Jay menjalankan tugas nya dengan baik" ucap Raka datar, sembari ia melepaskan pakaian nya dan menarik Tania masuk ke dalam bathtub yang sudah berisi air hangat dan aroma terapi.
"Jadi dia yang sudah memperisapkan ini semua?" sambil membulatkan mata nya.
wah lama kelamaan aku mempercayai ucapan Cindi, bahwa dia memang Robot.
"Itu kewajiaban nya mempersiapkan segala keperluan ku" nada datar.
Kemudian Raka menarik tangan Tania agar tepat di depan nya, ia bisa memeluk Tania dari belakang agar bisa melihat pemandangan ibu kota.
Ruang ini tidak mungkin baru pertama kali ini di gunakan, pasti sudang sangat sering. Tapi siapa saja yang pernah di bawa kesini. Tunggu, apa pernah ada wanita yang dia bawa ke dalam sini.
"Sayang siapa saja yang sudah pernah kau bawa ke dalam ruangan mu ini?" Tanya Tania hati hati.
"Baru dua orang saja" ucap Raka seraya memeluk erat Tania.
"Apa??" Tanya Tania dengan nada kesal.
Bangun Tania, kau berharap hannya kau saja yang pernah ada di dalam ruangan ini, kau lupa dia adalah Tuan Raka.
"Kau dan Sekretaris Jay" Ucap nya seranya mencium punggung Tania.
"Benar kah?? Mantan mu??!" tanya n ya dengan penuh selidik.
Tidak mungkin, dia pasti berbohong.
"Apa perlu aku meminta Jay datang kesini dan menjelaskan nya kepadamu"
"Tidak perlu sayang, aku percaya" dengan bersemangat.
Mau di taruh di mana wajah ku ini, jika dia benar benar kemari dan melihat ku dalam keadaan tidak mengenakan pakaian.
Namun Tania tersenyum. Ada rasa Bahagia mendengar bahwa dia perempuan satu satu nya yang tau tentang ruangan nya ini.
"Sayang iihh geli" Seru Tania tak kala Raka mulai menciumi punggu Tania dan meninggalkan bekas disana.
"Tadi kau tidak merasa geli saat kau coba merayu ku tadi" Ucap Raka coba menggoda Tania.
Seketika wajah Tania memerah, ia malu meliahat wajah Raka ketika ia membayangkan bagaimana ia sangat agresif dalam permainan panas tadi.
__ADS_1