Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Kedatang Anton


__ADS_3

"Sekretaris Jay seseorang bernama Anton sedang menunggu di luar" seorang penjaga pintu meminta izin.


"Izinkan Dia masuk"


"Baik Tuan"


Sekarang kamar Tania sudah ada dua orang yang berjaga jaga di depan pintu. Jika ada sesuatu atau seseorang ingin masuk harus melapor terlebih dahulu kepada mereka.


"Selamat siang Tuan. Jay" Sapa Anton saat masuk ke dalam ruangan.


"Selamat siang. Silahkan duduk Kak Anton" Sembari mengangkat tangan mempersilahkan.


Apa?? Dia bilang apa tadi?? Kak Anton?? Ini hari apa ya, sepertinya ada yang salah dengan hari ini. Jay


"Ia baik, Terimakasih Tuan. Ngomong ngomong bagaimana keadaan nya??" sambil melirik ke arah Tania.


"Sudah mulai baikan. Hannya saja dia masih perlu istirahat. Barusan dia minum obat. Itu sebab nya dia istirahat"


Anton mengangguk anggukan kepala nya.


"Tuan Anton, sembari menunggu Nina bangun. Bisa bicara sebentar??" timpal Jay yang sibuk dengan beberapa dokumen.


"Ia ada apa Jay?" wajah nya menghadap Jay.


"Begini Tuan. Sebelum nya saya sudah menjelaskan tengtang tuduhan kepada Tuan. Apa Tuan pernah melihat ada gerak gerik mencurigakam dari Thomas??"


"Hhhmm tidak ada Jay. Saya rasa Thomas itu orang nya sangat baik. Dia juga yang mempromosikan saya menjadi manager. Dia juga yang mempekerjakan Tania sebagai guru les privat"


"Coba ingat ingat lagi Tuan. Karna saya mencari bukti untuk menjobloskan Jendral ke dalam penjara"


"Jendral??" Mengerutkan kening. "Saya masih kurang paham Jay"


"Jendral juga ikut bekerja sama dengan penculikan Nona. Tapi sementara saya masih kurang bukti. Untuk semua orang yang terlibat sudah beres."


"Jendral ini maksud mu??" sambil menunjukkan sebuah foto dari hp milik nya.


"Benar Tuan"


"Seperti nya istri thomas dan istri nya Jendral adalah teman. Mereka sering mengadakan arisan. Sesekali mereka juga di undang untuk makan malam"

__ADS_1


"Apa anda yakin Tuan??"


"Saya yakin Jay. Karna dulu saat Thomas masih menjadi atasan ku. Dia sering meminta ku untuk mengantar berkas ke rumah nya, beberapa kali saya bertemu mereka disana" Dengan wajah yang mengingat ingat.


"Terimakasih Tuan atas informasi nya" sembari mengambil hp nya.


Sekretaris Jay menghubungi seseorang.


"Tuan Ferdi. Bisa bertemu sekarang??" Sambil berdiri dan meninggalkan Raka dan Anton.


*


Sudah dua jam Raka dan Anton bercerita panjang lebar. Raka berusaha menutupi kesalahan nya dengan mencoba akrab dengan kaka nya Tania.


"Haus" ucap Tania pelan tapi di dengar oleh Raka.


"Sini aku bantu duduk terlebih dahulu" Sambil mensetel tempat tidur agar bagian kepalanya bisa naik.


Setelah Tania minum.


"Lihat siapa yang datang menjenguk mu"


"Hai adik ku yang manis. Bagaimana udah baikan?" Tanya Anton sembari mendekat.


"Udah kak. Kaka sendiri kesini?" sambil melirik sekitar nya.


"Ia kaka cuma sendirian kesini. Keponakan mu lagi demam jadi sedikit rewel. Kalau kaka bawak kesini bisa bisa mengganggu kamu lagi" duduk di tepi tempat tidur.


"Yahh padahal aku udah kangen banget sama dia" menaikkan muncung nya.


"Kalian silahkan ngobrol dulu ya. Aku keluar sebentar" Raka sambil berdiri.


"Ia silahkan" jawab Anton.


Saat pintu di tutup.


"Kaka kenapa bisa ada disini?" dengan suara berbisik.


"Sekretaris Jay yang meminta kaka datang"

__ADS_1


"Benarkah??!!" Curiga.


"Ia, Kamu tidak suka kaka lihat kaka datang?"


"Suka dong kak. Kaka sudah dengar kabar itu??"


"Sudah dek. Kaka disabotase kan??"


Tania mengangguk.


"Syukur lah. semua sudah terbukti sekarang. kaka bersih tidak pernah terlibat sama sekali"


"Bagaimana setelah ini kak?? Aku menikah dengan nya karna menutupi kesalahan kaka kan. Lantas bagaimana sekarang" Sembari melihat ke arah jendela kaca.


"Apa nya yang bagaimana?? Terlepas kaka bersalah atau tidak, selama ini Tuan Raka tidak pernah memperlakukan aku dengan buruk. Bahkan selama ini dia banyak membantu kaka"


Tania tidak menjawab.


Dia mungkin memperlakukan kaka dengan sangat baik. Lantas bagaimana dengan ku kak. Dia selalu mengancamku mengunakan kaka.


"Apa kau belum mencintai Tuan Raka??" menatap wajah Tania dengan sangat dalam


"Kaka ngomong apa sih?"


"Kaka serius Tania. Ini sangat penting untuk mu. Jika memang kamu bahagia dengan nya, lupakan masa lalu. Dan mulai lah hidup yang baru dengan nya"


"Tapi kak" Tania tidak sanggup meneruskan kata kata nya.


Dia masih mencintai clara. Selama ini aku tidak tau sebagai apa aku di hati nya. Aku bisa saja bertahan, lantas bagaimana bisa aku bertahan tapi hati nya milik orang lain.


"Tapi apa??" dengan mata sipit.


"Tidak ada kak, lupakan"


Tidak mungkin aku memberitahu mu jika di antara kami masih ada nama orang lain.


"Kau sudah dewasa, kaka rasa kau bisa menentukan apa yang terbaik di hidup mu. Pikirkan hal ini dengan tenang. Agar kelak kamu tidak salah langkah"


Tiba tiba terdengar suara pintu terbuka. Raka memasuki ruangan. Kemudian Tania mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


*


__ADS_2