Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Ke jujuran Cindi


__ADS_3

"Silahkan Nona, ada hal yang ingin anda katakan kepada ku?" Tanya nya dengan santai namun dengan detak jantung yang sudah tidak menentu.


Seperti nya jantung ku kambuh lagi, aku akan buat jadwal bertemu dengan dokter setelah tiba di apartemen saja nanti.


"Besok aku dan Tania ada jadwal bertemu dengan kak Tommy di studio nya. Menurut mu bagaimana cara agar kak Raka memberikan ijin kepada Tania?!" dengan tatapan serius.


"Apa??? untuk apa kalian bertemu dengan nya? Apa Nona punya hubungan dengan Tommy" dengan mengerutkan kening dan dengan nada kesal.


Apa mereka punya hubungan.


"Astaga Sekretaris Jay, kak Tommy itu sudah seperti kaka ku," Ucapan Cindi membuat Jay bernapas lega " jadi besok itu kita ada sesi pemotretan untuk produk baru nya kak Tommy" ucap nya dengan nada pelan agar di mengerti oleh Sekretaris Jay. Namun seketika ekspresi Jay seketika berubah lagi.


"Tidak boleh"Jawab nya cepat.


"Kok tidak boleh, memang nya kenapa. Aku kan bertanya bagaimana cara nya agar kak Raka memberikan ijin, kau malah melarang nya" ucap Cindi heran.


"Tetap tidak ku ijinkan" ucap nya ketus.


Ini tidak bisa di biarkan, disana bisa saja banyak pria pria, ah membayangkan nya saja sudah membuat ku kesal.


"Yang meminta ijin mu siapa Sekretaris Jay?!" Tanya Cindi dengan mengerutkan kening." Aku hanya bertanya bagaimana cara nya membujuk Kak Raka. Hanya itu" seru nya dengan nada kesal.


Sebenarnya dia paham tidak dengan pertanyaan ku, kenapa jadi dia yang melarang. Melewati dia saja sudah susah begini, apalagi melewati Kak Raka.


Tiba tiba pelayan datang, membuat percakapan mereka berhenti.


"Selamat menikmati Nona ,Tuan" Ucap pelayan sambil tersenyum ramah.


"Terimakasih" Balas cindi dengan senyuman.


Mereka mulai menikmati makanan nya.


"Jay apa kau pernah memiliki pacar ?" Tanya Cindi Santai.


khuk khuk khuk


Sekretaris Jay tanpa sengaja Jay berbatuk mendengar pertanyaan Cindi.


Kenapa dia bertanya seperti itu,

__ADS_1


"Saya tidak punya waktu untuk hal seperti itu Nona" Jawab nya dengan wajah memerah.


"Seharus nya kau sudah memiliki kekasih Jay, umur mu sudah tidak muda lagi kan" sambil memasukkan makanan ke dalam mulut nya.


"Bagaimana dengan Anda Nona??" Tanya Jay serius.


"Aku sudah beberapa kali pacaran Jay," jawab nya santai.


Wahh ini pertama kali nya aku melihat nya berbicara layak nya manusia kepadaku, biasa nya hanya iya, tidak, silahkan


"Sekarang??!!" Meletakkan sendok di atas piring ingin dengan jelas mendengarkan Jawaban Cindi.


Pertanyaan apa ini Jay, apa kau sudah gila. Kenapa aku penasaran dia punya kekasih atau tidak, itu bukan urusan ku.


"Ahh kau sangat kepo Jay," dengan nada meledek. Membuat Jay jadi kesal.


Seketika Jay jadi tidak bersemangat. Ia malah tidak melanjutkan makan. Berbeda dengan Cindi ia malah makan sangat lahap tapi masih berpikir sangat keras mencari cara.


Hingga akhirnya selesai makan sudah tidak ada obrolan sama sekali.


*


Raka dan Tania yang sudah selesai makan dan masuk ke kamar nya, berbeda dengan Raka masih mengerjakan sesuatu di ruangan kerja nya beberapa saat.


"Kau sedang apa??!" Tanya Raka seraya duduk tepat di samping Tania.


"Aku hanya memilih beberapa foto kami tadi saat di taman. Aku ingin memasukkan nya ke dalam instagram ku" Jawab nya bersemangat namun pandangan tetap tertuju pada smarphone.


"Benar kah, coba lihat" seraya menarik hp Tania tanpa menunggu persetujuan nya, membuat Tania menaikan bibir nya.


Semua foto foto nya bagus, ini tidak baik.


"Kau hanya bisa upload yg ini saja" sembari menunjukkan sebuah Foto.


"Kenapa harus ini, kan masih banyak foto yang lain" jawab nya dengan wajah cemberut.


"Jika begitu tidak bisa" dengan Tegas.


"Baiklah sayang, aku akan upload foto yang kau pilihkan ini, kebetulan sekali aku juga sebenar nya sangat suka yang ini" sambil tersenyum, senyum terpaksa lebih tepat nya.

__ADS_1


Apaan ini, orang mana tau kalau ini adalah aku.. Iihh menyebalkan..



Raka memilih Foto seperti ini agar tidak ada yang bisa melihat wajah Tania, walau hanya dari gambar saja..ia bahkan tidak sudi sama sekali.


*


"Kau tau Jay, aku hanya punya satu sahabat iyaitu Tania. Setelah ia menikah kami jadi jarang bertemu. Ini adalah kesempatan bagi kami agar bisa bersama lagi. Tapi sayang nya kau tida mau memberitahu ku cara agar Tania dia berikan ijin" ia berbicara sambil menatap ke arah jalanan ya g di hiasi lampu warna warni. Dengan wajah sedih.


Sekretaris Jay tidak menjawab nya sama sekali, tapi ia tau Cindi berbicara jujur kali ini, tidak sedang jahil atau mengejek nya seperti biasa.


"Kau tau, dia memang sudah menikah, namun kami masih seumuran, dunia kami seharus nya masih lebar. Tidak hanya duduk di rumah saja. Aku kwatir jika Tania terus menerus di kurung seperti itu, dia akan merasa jenuh kepada kak Raka. Tugas mu adalah menjaga Kak Raka agar baik baik saja bukan?! Aku tau benar dari cara kak Raka memperlakukan Tania, dia sudah sangat mencintai Tania. Jika Tania merasa Bosan Maka dia akan meninggalkan Kak Raka, dengan begitu Kak Raka tidak baik baik saja Jay. Kau gagal dalam tugas mu" Ucap Cindi panjang lebar hingga ia tidak.sadar sudah sampai di depan Rumah..


Sekretaris Jay turun dari mobil dan membuka pintu untuk Cindi.


"Kita sudah sampai Nona" ucap Jay lembut.


Cindi keluar dan langsung membelakangi Jay hendak masuk ke dalam rumah, jelas terlihat dari gestur tubuh nya, ia tidak se ceria biasa nya.


"Nona Cindi" Panggi Jay.


Ia membalikkan badan dengan sangat pelan. Ternyata Sekretarsi Jay sudah tepat di belakang nya.


"Baik lah. Aku akan membantu mu kali ini. Tapi bisakah kau menjaga Nona untuk Tuan Raka??!!" Tanya Jay dengan sangat serius.


"Bisa" ucap nya kembali ceria.


"Baiklah, ingat hanya kali ini saja" jawab nya lalu ia pergi ke arah mobil.


Apa ini tidak mimpi kan??!! Dia benar benar membantu ku..Ahh kenapa rasanya sebahagia ini.


Kali ini Cindi yang menghampiri Jay. Dan langsung menggemgam tangan Sekretaris Jay.


"Terimakasih Jay, aku akan selalu ingat kebaikan mu ini" ucap nya sambil tersenyum dengan membulatkan wajah nya


Lagi lagi Nona, kau bersikap seperti ini. Dan selalu saja secara bersamaan jantung ku kumat lagi.


"Sama sama Nona, saya permisi. Selamat malam" Seraya melepaskan tangan Cindi dan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Sekretaris Jay langsung melaju dengan kecepatan tinggi.


Kenapa dengan ku, apa aku sudah mulai menyukai Nona Cindi, tapi semenjak kapan..Aku bahkan tidak mau dia di dekati pria lain. Aarrfgh seperti nya aku sudah kena karma karna selalu menganggap Tuan Raka Bodoh karna Cinta Nona Tania. Pikiran ku bahkan tidak sejalan dengan ucapan ku. Kenapa semua jadi tidak terkendali seperti ini.


__ADS_2