
Tania terbangun ia melihat jam di dingding kamar menunjukan pukul 18:15 wib. Kemudian ia melihat samping nya. Ternyata Raka sudah tidak ada disana. Tania duduk dan menarik selimut sebatas dada nya. Karna ia belum mengenakan sehelai benang pun.
Setiba nya di villa Raka tidak melepaskan Tania walau pun hanya sebentar, hingga akhirnya tania kelelahan dan tertidur pulas sampai sore hari.
Kemana dia? apa dia sedang di kamar mandi?
Tania mencari Raka di kamar mandi dan ternyata kosong. Tidak ada orang di sana.
Tiba tiba seseorang masuk ke dalam kamar.
"Rima!'" seru Tania yang kaget melihat Rima tidak mengetuk pintu terlebih dahulu
"Maaf Nona. saya pikir Nona belum bangun" dengan kepala menunduk.
"Memang nya ada apa kau datang kemari?"
"Tuan meminta ku membantu Anda bersiap siap Nona." meletakkan sebuah kotak berisi pakaian.
Ada apa sih sebenarnya. Apa dia ada urusan pekerjaan di daerah ini. ahh ya sudah lah, percuma juga aku bertanya ' guman nya dalam hati.
Tania masuk ke dalam kamar mandi yang berdinding kan kaca, pemandangan luar yang sudah mulai petang terlihat jelas. Matahari yang mulai terbenam dapat terlihat jelas dari dalam kamar mandi.
Tania mulai menyalakan shower dan mulai membersihkan diri, ia melihat tubuh nya yang banyak bekas perbuatan Raka disana.
Kenapa dia sangat suka membuat nya. Dasar manusia aneh.
Setelah Tania keluar dari kamar mandi Rima masih menunggu nya disana. Rima langsung membantu Tania mengeringkan rambut nya dan mulai membantu Tania merias diri.
"Kau sudah mulai pintar merias Rima" ucap Tania sambil melihat pantulan diri nya yang sudah di poles oleh Rima,
"Sekretaris Jay meminta ku untuk kursus salon Nona" dengan tangan yang masih merias Tania.
"Benarkah?! apa kau ingin menjadi seorang make up proposional ?" dengan mata tertutup karna Rima sedang mengukir sesuatu disana.
"Tidak Nona. Agar saya selalu bisa membantu anda merias diri Nona" dengan nada datar.
"Apa?!"
__ADS_1
Aku bukan wanita karir tapi kenapa harus memerlukan seseorang untuk merias ku..
Rima hanya tersenyum melihat Tania yang sedang kebingungan.
Setelah selesai dengan wajah Rima membantu Tania mengenakan gaun yang sudah ia bawa sebelum nya.
"Apa kau tau ada perayaan apa sebenarnya?" Tanya Tania dengan wajah bingung.
"Saya juga kurang tau Nona. mungkin Tuan ada urusan pekerjaan di daerah ini" sambil tersenyum.
aku sudah tau kau tidak akan mengatakan nya,
Beberapa saat kemudian seseorang mengetuk pintu.
"Rima, apa nona sudah selesai?" teriak Pak irvan dari luar pintu.
"Sudah pak irvan. Kami keluar sekarang"
Setiba nya mereka di luar Pak irvan sudah membuka pintu mempersilahkan Tania masuk ke dalam mobil.
Sebelum masuk ia melihat ke arah kamar Cindi, namun seperti tidak ada orang disana. Ia akhirnya masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Rima.
Kota yang sangat berbeda jauh dari ibu kota, setiap hari ia hanya melihat kesibukan disana, berbeda dengan tempat ini, semua orang seperti sibuk menikmati liburan disini.
Seandainya saja kami kesini untuk liburan bukan untuk menemani nya bekerja. Tapi seperti nya itu mustahil, dunia nya adalah bekerja dia tidak akan punya waktu untuk seperti ini" sungut nya dalam hati.
*
Tiba di sebuah tempat yang suasana nya tidak jauh beda dari tempat nya beristirahat sebelum n ya. Di dekat pantai sudah banyak tersusun meja dengan alas warna putih, di hiasi dengan bunga bunga juga berwarna putih dan juga ada tenda berwarna putih.
Tania sampai kagum melihat pemandangan di depan nya.
Beberapa orang langsung mendekati Tania, semua juga mengenakan baju warna putih, mereka langsung mengeliling Tania yang masih berdiri. Tania langsung merangkul Tangan Rima,
"Tenang Nona, mereka ini hanya untuk menjaga Nona, dari semenjak dari villa mereka sudah mengikuti kita" Ucap Rima menenangkan Tania yang terlihat seperti ketakutan.
__ADS_1
"Benarkah, kenapa aku tidak melihat nya tadi" Melepaskan tangan rima.
"itu karna nona hanya memperhatikan jalanan saja" sambil tersenyum "Mari Nona kita masuk" ucap Rima pelan.
Tania hanya menurut saja, namun pandangan mata nya tidak bisa melihat sekitanya karna pandangan nya terhalang oleh orang orang tadi yang juga ikut berjalan dengan nya.
"Kita duduk disini saja Nona" Ucap Rima sambil menunjuk sebuah kursi.
Lagi lagi Tania hanya menurut, ia menoleh kebelakang, namun percuma para penjaga yang bertubuh kekar itu menghalangi nya.
Mau tidak mau Tania terpaksa melipat tangan nya dan menaikkan ujung bibir nya.
Kenapa mereka harus ada disini, ini membuat ku tidak nyaman, lagian kenapa aku harus di jaga seperti ini, aku bukan orang penting, huft menyebalkan
"Bisakah mereka pergi dari sini, atau setidak nya mereka menjauh dari tempat duduk kita" dengan bahasa lain, aku tidak bisa melihat apapun karna mereka menghalangi ku.
"Ini perintah Tuan Nona, saya tidak berani memerintah mereka"
argghh kau sama saja dengan ku Rima, selalu saj tidak berdaya jika sudah berurusan dengan nya.
Beberapa saat kemudian pengawal nya yang berada di depan nya berpindah ke belakang nya, akhirnya Tania bisa melihat sebuah podium mini di depan nya namun tetap tidak bisa meliaht kebelakang,
Di depan nya kini terlihat sangat jelas sebuah podium yang di hiasi banyak bunga berwarna putih,
Sepertinya akan ada perayaan disini, apa dia juga punya bisnis disini?
Tania tiba tiba menaikan alis mata nya tak kala ia melihat Raka menaiki podium, ia mengenakan kemeja putih dengan tangan baju di gulung sepertiga, mengenakan celana pendek berwarna cream, Raka benar benar berbeda dari yang ia lihat setiap hari nya, ia selalu mengenakan jas dan pakaian formal. kali ini penampilan nya benar benar membuar Raka terlihat sangat muda dari biasa nya.
Kenapa dia mengenakan pakaian seperti itu saat bekerja,
Raka kini menghadap ke depan.
"Terimakasih sudah turut hadir malam hari ini. Aku tau ini mungkin sedikit terlambat, dan mungkin ini pertama kali nya aku berbicara di depan camera atau bahkan di depan orang lain bukan tentang pekerjaan" Raka tersenyum namun ia tidak melihat ke arah Tania.
Camera?? apa ada media di belakang sana?? argghh kenapa mereka menghalangi pandangan ku sih, ada apa saja di belakang sana,
"Tania" seru Raka dari podium melihat ke arah Tania.
__ADS_1
Tania yang mendengar nama nya di sebut oleh Raka membulatkan mata nya.
Tunggu, ada apa ini. Kenapa dia menyebut nama ku?? Bukan kah dia tidak suka jika keberadaan ku di ketahui oleh orang orang.