Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Mengantar Pulang


__ADS_3

"Mungkin Anda sedang lapar Nona, sepertinya jika Anda lapar anda akan bersikap sedikit Aneh" jawab Jay dengan wajah memerah.


"Ha ha ha Kau benar Sekretaris Jay, lama lama berbicara dengan mu membuat ku lapar" Berdiri " sebaik nya aku susul Kaka ipar ke dalam" seraya meninggalkan Sekretaris Jay yang masih salah tingkah.


Kenapa dia pergi begitu saja. Astaga aku jadi lupa bertanya tentang foto mereka dengan Tuan Tommy tadi. Kenapa aku bisa lupa begitu.


Kemudian ia berjalan mengikuti Cindi masuk ke dalam rumah besar tersebut.


*


Tania yang sudah masuk ke kamar menemukan Raka yang sedang duduk di sofa membaca sesuatu di hp nya.


aduh aku buat alasan apa ya, apa aku harus merayu nya lagi karna terlambat pulang.


"Sayang, kau sudah lama pulang??" Tanya Tania yang langsung duduk di samping Raka.


"Masih baru sampai," Jawab nya santai.


Tunggu, kenapa sepertinya dia tidak marah,


"Aku tadi terlambat pulang karna " tidak meneruskan ucapan nya.


"Sekretaris Jay sudah memberitahu ku, katanya mobil kalian kempes ban. Sesekali hal seperti itu bisa terjadi" jawab nya datar.


Tania tidak menjawab, tapi dahi nya jelas terlihat ia sedang memikirkan sesuatu.


Apa??? Sekretaris Jay mengatakan seperti itu?Tumben dia mau membantu ku, apa karna Cindi sedang bersama ku, dia tidak ingin Cindi jadi sasaran nya. Waahh sepertinya dugaan ku memang benar.


Tania bediri hendak ke kamar mandi.


"Kau mau kemana?!" Tanya Raka menghadap ke atas memperhatikan Tania yang sudah berdiri.


"Aku mau mandi sayang" ucap Tania datar.


"Kebetulan, aku juga belum mandi mari mandi bersama" Langsung berdiri dan menarik tangan Tania.


astaga ini akan makan waktu lama nih, Cindi kan masih ada di bawah.


"Sayang aku tidak bisa berendam di bathtub" ucap Tania membuat Raka membalikkan badan menatap nya.


"Kenapa?" mengerutkan kening.


"Aku sedang datang bulan, aku baru tau tadi pagi" ucap nya seraya tersenyum hambar.

__ADS_1


Syukur saja aku datang bulan tadi pagi, jadi bisa jadi buat alasan.


Raka menarik napas dalam.


"Ya sudah, kita mandi pakai shower" Ucap nya dan kembali menarik tangan Tania.


huft lagi lagi, tapi tidak masalah lah, setidak nya tidak selama di bathtub.


*


"Kenapa kau begitu kepo Sekretaris Jay, Apa kemampuan mu melemah jika sudah malam hari?!"Tanya Cindi dengan wajah kesal.


"Nona jawab saja apa yang saya tanyakan, apa yang kalian bicarakan dengan Tuan Tommy?" dengan Nada tegas.


"Tidak ada Jay, kebetulan dia juga ada di taman itu, hanya itu saja. Kita saling say hay doang" Seraya mengangkat bahu dan tangan secara bersamaan.


"Anda yakin Nona?!" Tanya Sekretaris Jay kembali dengan tatapan serius.


"Bukan kah kau seharus nya tau segala nya Sekretaris Jay, kau bisa tau kalau aku berbohong kan. Nah, aku sangat yakin sekarang, karna seharian bekerja kemampuan mu akan melemah, jadi perlu di cas ulang, secara kau kan robot, jadi perlu di cas ulang" ucap nya dengan nada mengejek,


"Apa yang perlu di cas ulang??!!" Tiba tiba Raka ikut dalam pembicaraan mereka. Enyah kapan ia datang bersama Tania.


"Kaka sudah disini, kami hanya membicarakan tentang Manusia Robot kak" ucap nya seraya tertawa dan mendekati Raka.


"Kak aku pamit ya, udah malam" ucap Cindi seraya memeluk Raka dan setelah nya memeluk Tania.


"Tuan saya sudah tidak ada pekerjaan, apa bisa saya pulang sekarang?? " Tanya sekretaris Jay namun melirik Cindi yang masih memeluk Tania.


"Ya sudah kau pulang saja" Ucap Raka datar.


"Mari Nona saya Antar saja, tidak baik anak gadis pulang sendiri" ucap Sekretaris Jay, membuat Cindi dan Tania tertegun heran.


Apa dia bilang apa?? Tidak baik anak gadis pulang sendirian,, ha ha ha kau benar benar sudah gila Jay. Cindi


Tidak salah lagi, Sekretaris Jay menaruh hati kepada Cindi.. aahh akhirnya aku punya senjata melumpuhkan mu Jay. Tania.


"Tidak usah Sekretaris Jay, saya pulang sendiri saja. Saya bawa mobil soal nya" dengan nada lambat dan sambil tersenyum.


"Masalah mobil itu perkara mudah Nona, Besok pagi mobil anda sudah ada di halaman rumah anda." dengan nada tegas,


Dia kenapa sih, apa dia sensor nya sedang rusak atau bagaimana. Kenapa aneh begini.


"Tapi.." Cindi belum meneruskan ucapan nya.

__ADS_1


"Apa yang di katakan Jay benar Cindi, sebaiknya kau di antar nya saja" Ucap Raka tegas,


"Baik kak" Jawab cindi dengan menaikkan bibir nya cemberut.


Kalau bukan karana kak Raka aku tidak mau di antar manusia Robot Ini, bisa bisa dia mengintrogasi ku lagi saat di jalan jalan.


Cindi memang selalu menurut jika Raka yang memberikan perintah, padahal dia sedang menghindari Sekretaris Jay karna takut akan di interogasi lagi. Berbeda dengan Cindi, sekretaris Jay justru bingung kenapa dia harus melakukan itu. Pikiran dan tindakan nya tidak sejalan sama sekali.


*


Di perjalanan Cindi hanya diam saja, sementara Sekretaris Jay sesekali melirik nya tanpa di ketahui oleh Cindi.


Sebaik nya aku bujuk dia untuk membantu ku, dia pasti tau cara nya agar Tania bisa mendapat kan ijin dari kak Raka.


"Bisa kah kita berhenti sebentar Jay?" Tanya Cindi dengan mata tertuju pada jalanan.


"Sebaik nya kita terus saja Nona, nanti orang tua Anda kwatir menunggu anda jika terlalu lama sampai di rumah" nada datar.


"Tapi aku lapar, aku sudah chat mama kok, santai aja" dengan wajah cemberut.


Sekretaris Jay meliriknya sebentar dan


"Baik lah, katakan anda ingin makan dimana" ucap nya akhirnya mengalah.


"Nah gt dong, di depan ada restoran cina, kita makan disana aja ya" Ucap nya bersemangat.


"Terserah Anda saja Nona" jawab nya pasrah.


Ok, saat nya tiba untuk merayu nya. Semoga berhasil.


Tiba di tempat yang cindi mau, mereka langsung masuk ke dalam, Sekretaris Jay hanya mengikut saja.


Ketika pelayan datang mengantarkan menu, Cindi dengan cepat meminta kesukaan nya, sepertinya dia sudah sering ke tempat ini, karna dia sepertinya sangat familiar dengan tempat ini.


"Kau makan apa Sekretaris Jay?" tanya dengan tatapan tetap ke menu makanan


"Saya juga sama seperti Anda Nona" Jawab nya tapi tatapan nya kepada smarphone nya.


Setelah pelayan mencatat nya dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Sekretaris Jay bisa kah aku berbicara serius kepada mu?" sembari melipat tangan dan menatap sekretaris Jay.


Jay yang sadar dengan tatapan Cindi langsung meletakkan telpon nya dan fokus membalas tatapan Cindi.

__ADS_1


__ADS_2