
"Ayok kita pulang" seru Tania kepada Suci dan Bella dengan wajah ceria.
Kenapa wajah nya ceria seperti itu setelah bertemu Clara.
"Apa semua baik baik saja Nona?! Apa yang dia katakan kepada anda?!" tanya bella kwatir.
"Hanya basa basi saja. Sudah lah tidak penting juga. Kita pulang" Langsung berjalan.
Jika wajah mu murung, kau mungkin akan kwatir.
Bella memacu kendaraan dengan kecepatan sedang, Tania duduk di bangku belakang juga masih seperti memikirkan sesuatu.
"Di depan kita berhenti" perintah Tania tanpa melihat.
"Kita ngapain kesini Nona? bukan kah di depan kantor polisi?!" Tanya bella curiga.
"Turuti saja Bella. Aku tidak akan lama" sambil tersenyum seolah olah merencanakan sesuatu.
Setelah sampai di tempat yang Tania mau, sebelum turun dari mobil.
"Kalian Tunggu aku disini saja" tanpa menunggu jawaban ia langsung turun.
Aku tau kalian tidak akan mendengarkan ku, kalian akan mengikuti ku.
Sebelum Bella bertanya Tania sudah keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam kantor polisi.
"Maaf ibu, ada yang bisa saya bantu?!" pos penjaga bertanya kepada Tania ketika ia baru sampai.
"Bisa panggil Bapak Ferdi?! katakan saya Tania ingin bertemu" sembari tersenyum.
"Baik ibu. Silahkan tunggu disana" menunjuk ruang tunggu
Tania mengangguk dan pergi ke tempat yang sudah di minta.
Apa yang kau pikirkan Tania. Berani sekali kau melangkah kesini, bertemu dengan Kak Ferdi. Keberanian dari mana ini? sebelum kak ferdi datang sebaik nya aku pulang.
Tania berdiri dari duduk nya, kemudian ia berjalan satu langkah. Dia kembali mengingat Clara berada di kantor nya Raka Tadi, wajah nya seketika kembali berubah, ia menjadi kesal sendiri.
__ADS_1
Tapi tunggu, bagaimana pun aku sudah disini, sebaiknya aku harus menyelesaikan nya.
Kemudia ia kembali duduk di tempat semula.
Selang beberapa menit.
"Tania!!" sapa Ferdi dengan wajah bahagia.
Kau benar Tania. Untuk apa dia kesini.
"Bisa kah kita bicara di luar, aku tidak nyaman disini" bertanya sambil menaikkan ujung bibir nya.
Lebih tepatnya agar Bella dan Suci melihat ku dengan mu sekarang.
"Bisa dong. Ayok" Menatap Tania yang berdiri.
Mereka berjalan keluar, lebih tepatnya di taman. Tania memilih untuk tidak usah duduk di bangku taman.
"Kaka apa kabar?!" bertanya sambil tersenyum
"Baik. Kamu bagaimana?! Raka dimana?!" dengan nada serius.
Kenapa kau berani menemui ku tanpa ada Raka. Apa dia sedang ada masalah
"Aku juga baik kak. Cindi bagaimana kabar nya?!" dengan nada datar.
"Kenapa tidak bertanya sendiri. kamu punya nomor nya kan?!" dengan nada heran.
"Tidak kak. Aku minta No nya ya," sembari mengeluarkan smartphone nya.
Benar meminta Nomor Cindi adalah alasan utama ku melakukan hal bodoh ini.
Setelah selesai mengetik Nomor.
"Aku pulang dulu ya kak." Sambil tersenyum.
"Jadi kau bertemu denganku hanya meminta Nomor nya Cindi?!" dengan menaikkan alis.
__ADS_1
"He he he iya. Aku pulang ya kak. dada" melambaikan tangan.
Maafkan aku Kak, menyeret mu dalam hal ini.
"Tunggu Tania. Semua baik baik saja kan?!" Bertanya dengan sedikit kwatir.
"Semua baik baik saja kak. Aku cuma mau nomor nya Cindi aja." Sambil tersenyum. " Udah ya, dada" kembali melambaikan tangan.
*
Di kantor wijaya Groub
Sebuah pesan masuk
Mata Sekretaris Jay melotot melihat foto yang barusan di kirim oleh Bella.
Nona??!! Kau menemui Tuan Ferdi ke kantor nya?! untuk apa??! Kau sudah mempunyai keberanian sebesar itu.
"Kenapa Jay!" Tanya Raka karna melihat wajah Sekretaris Jay seketika berubah setelah menerima pesan.
Kemudia Sekretaris Jay mendekati Raka dan menunjukkan beberapa foto.
"Bella memberikan laporan ini Tuan" meletakkan Smartphone nya tepat di depan Raka.
Kemudian Raka melihat Foto yang di tunjukkan Oleh Sekretaris Jay. Wajah nya berubah seketika ketika melihat Tania sedang berbicara dengan Ferdi, di slide foto ke dua, ada foto Tania lagi tersenyum. Membuat Amarah Raka memuncak.
"TANIA?!!!!!" Dengan nada menahan amarah, Mata nya masih memperhatikan foto yang di tunjukkan oleh Sekretaris Jay.
"Kita pulang sekarang" dengan nada marah sambil berdiri.
Kau??!! berani berani nya kau bertemu dengan nya. Sudah ku katakan jangan tersenyum kepada pria lain, kau malah tersenyum kepada Ferdi.
"Baik Tuan" langsung mengetik sesuatu di hp nya.
Apa yang sudah kau perbuat Nona. Kenapa kau senekat ini. Apa kau sedang membalas Tuan sekarang. Kau cemburu??!! Benar tidak salah lagi, kau sedang cemburu sekarang. Ini akan membuat ku lembur lagi malam ini. Ferdi.
Tanpa menunggu lama, Raka berjalan cepat menuju lift. Wajah nya sudah memerah menahan emosi.
__ADS_1