
Sebuah mobil mewah memasuki area yayasan. Mobil sedan berwarna hitam metalik tersebut parkir tepat di depan Bella dan Suci.
Sekretaris Jay turun dengan cepat dan langsung membuka pintu untuk Tuan nya. Ketika pintu terbuka, mereka menundukkan kepala.
"Selamat pagi Tuan" Sapa Bella dan Suci kompak.
"Dimana Tania?" Ucap Raka dengan tatapan ke arah gedung.
"Nona berada di ruangnya Tuan" Jawab Suci masih dengan kepala menunduk.
Kau mau apa sebenar nya Tania. Kenapa jadi bersikap seperti ini.
Raka menarik napas dalam dan membuang nya dengan sangat berat. Kemudian ia melangkah dengan sangat cepat. Sekretaris Jay memilik tidak mengikuti Raka.
Semoga Tuan bisa menahan kemarahan nya, jika tidak itu akan menambah pekerjaan ku lagi.Jay
Kemudian ia menatap Bella dan Suci.
*
Tania duduk sambil membaca berkas yang Suci berikan sebelumnya. Ia membolak balikkan kertas tersebut, berusaha memahami apa yang ada di dalam kertas tersebut, tapi percuma dia tetap tidak bisa fokus. Ketika pintu terbuka ia tidak melihat nya sama sekali, ia hanya merasa bahwa Suci atau Bella lah yang membuka nya.
Kau sangat asik bekerja disini, tanpa memperdulikan aku. Aku bahkan tidak bisa berkonsentrasi sama sekali karna memikirkan diri mu.
"Kau sepertinya sudah berani melawan perintah ku?!" Seru Raka dengan wajah memerah.
Tania yang sangat mengenal suara tersebut dengan sangat gugup mengangkat kepala nya pelan melihat ke arah Raka berdiri masih di depan pintu.
Tamat sudah riwayat ku. Wajah nya sepertinya sudah ingin menelan ku hidup hidup.
Tania tidak bersuara.
"Apa kau sedang menguji kesabaran ku?!" kaki sudah mulai melangkah pelan kearah Tania dan berhenti di sofa.
"Sedang apa kau disini?!" Tanya Tania dengan gugup tapi berusa menutupi nya.
"Sangat di sayang kan bukan, Panti ini bahkan belum buka tapi sudah harus tutup" Ucap Raka seraya meduduki sofa.
Aku masih punya senjata melumpuhkan mu Tania, kau harus selalu berada di dalam gengaman ku
Seperti di sambar petir di siang bolong ketika Raka mengucapkan kata kata nya.
"Apa maksud mu?!" Ucap Tania dengan nada Kwatir.
__ADS_1
Jangan katakan kau akan menutup panti ini. Benar kah!! Apa dia akan setega itu.
"Kau tau maksud ku Tania dan sangat tau" Ucap nya sambil tersenyum penuh kemenangan.
Kaki nya kini bergetar, ia sangat lemas.
Tidak salah lagi. Anak anak itu akan jadi korban dari ke egoisan ku. Seandainya aku tidak membuat kekacauan ini..Sudah lah Tania, minta maaf lah, akhiri ini sebelum dia benar benar menutup yayasan ini.
"Baiklah jika memang kau ingin menutup nya. Artinya tidak ada lagi yang bisa ku pertahan kan" Ucap nya dengan bergetar,
Tania Bodoh, apa yang barusan ku ucapkan, kenapa pikiran dan mulut ku tidak bisa sejalan. Dia akan menjadi lebih murka nanti nya.
"Apa kata mu??!! Katakan lagi?!" sambil berdiri karna ia tidak menyangka Tania berani mengucapkan kata kata itu.
Dia berani mengancamku sekarang. Ada apa ini, kenapa dia menjadi seperti ini.
"Iya, kau tau maksud ku, jika kau menutup panti ini, aku juga tau harus berbuat apa. Tidak ada lagi alasan aku bertahan disini" ucap nya tanpa Ragu.
Untuk apa lagi bertahan di hubungan yang tidak ada Cinta di dalam nya. Jika memang dia setega itu, aku juga mungkin akan menyerah.
Raka yang mendengar ucapan langsung membuka mata nya lebar lebar, ia benar benar tidak menyangka itu yang akan di ucapkan oleh Tania.
"Kau??!!!!!!" dengan nada tinggi.
Tania membuang muka, seolah olah dia sudah memikirkan ucapan nya barusan.
"Baiklah jika itu yang kau minta" ucap nya dengan nada datar. Kemudian ia meninggalkan Tania dengan sangat lemas.
Jangan seperti ini Tania, aku tidak akan membiarkan mu melangkah meninggalkan ku walau selangkah pun.
Raka masuk kedalam mobil dan langsung meminta Pak Irvan membawa nya. Raka langsung meninggalkan Yayasan tanpa berpamitan. Ia juga pergi tanpa sadar Sekretaris Jay tidak bersamanya.
*
Sekretaris Jay sedang berada di sebuah Cafe tidak jauh dari panti. Ia sedang menunggu kedatangan seseorang.
"Ada keperluan apa kau memintaku kesini" Tiba tiba terdengar suara wanita dan langsung duduk teoat di depan Sekretaris Jay.
"Saya mau anda menandatangani ini Nona" Seraya menggeser kertas yang sedari tadi sudah di depan nya, kini sudah berpindah tempat.
"Apa ini?!" tanya nya dengan nada sinis.
"Silahkah baca Nona" Ucap Sekretaris Jay datar
__ADS_1
Kemudian ia membaca bait demi bait.
Saya yang bertanda tangan di bawah ini Clara oktavia berjanji akan menjauhi Raka wijaya beserta istri nya Tania Wijaya, dengan menandatangani perjanjian di atas maka saya berhak mendapatkan imbalan sebesar 200M. Jika saya melanggar maka saya bisa di tuntut secara hukum.
"Apa??!! Apa kau bercanda Jay?!" dengan nada marah.
"Saya tidak bercanda Nona. Saya tau anda butuh uang Nona. Penawaran saya hanya sekali" Ucap nya tapi mata nya tertuju kepada tablet milik nya.
"Aku tidak mau" sambil melipat tangan dan membuang muka.
"Baiklah Nona. Maka Anda tau kan apa yang akan terjadi. Segala aset yang anda miliki sekarang akan saya tarik. Anda lupa, bahwa Tuan Raka yang sudah memberi nya" masih dengan posisi sebelum nya
"Terserah, aku tetap tidak akan menandatangani nya"
Aku tau kau tidak akan berani Jay. Aku tidak butuh 200M, itu tidak sebanding dengan harta Raka.
"Baiklah Nona. Mungkin anda tertari melihat ini" seraya menyodorkan Tablet nya
Wajah Clara seketika berubah menjadi sangat pucat.
Bagaimana dia bisa tau, ini kan terjadi pas aku di Amrik.
"Nona penasaran dengan pendapat Tuan perihal ini, baiklah aku akan kirim kepada nya sekarang" langsung menarik smartphone nya dari saku
"Ok, aku mau. Tapi tidak dengan 200M saja, Aku mau black card juga" dengan nada tidak tau malu.
Sudah lah tidak perlu malu lagi, bagaimanabpun dia sudah tau jika aku sudah pernah selingkuh dari Raka. Toh aku menginginkan Raka karna Uang nya.
"Ha ha ha Baik Nona. Saya akan kirim kan besok ke alamat Anda" Seraya berdiri.
Kemudian ia mengambil kertas yang sudah di tanda tangani oleh Clara. Ia pergi tanpa permisi sama sekali.
Ketika ia berjalan menuju mobil yang di kendarai oleh Bella.
Kring
Sebuah pesan masuk.
"Aku sedang mengantar Tuan , Dia sepertinya sedang tidak baik. Dia memintaku mengantar nya ke kantor. Kami sudah di perjalan" Pesan dari Pak irvan.
Sepertinya Nona benar benar membuat nya semakin sulit. Baik lah, aku turun tangan.
Bersambung
__ADS_1