
"5 menit lagi kami sampai" sebuah pesan masuk.
Tania yang sedang asik membaca dokumen yang di berikan Suci tadi siang tidak sadar hp milik nya telah berbunyi. Hingga Raka masuk ke dalam kamar juga dia tidak sadar, ia hanya fokus memahami isi dari dokumen tersebut.
Dia sedang apa? Tidak menyambutku di bawah, sekarang setelah aku masuk juga tidak menyapaku?!
"Apa kau sangat sibuk sehingga kau tidak menyambut kepulangan ku?!" Tanya Raka dengan suara sedikit meninggi mengagetkan Tania.
"Sayang kau sudah pulang" Langsung berdiri "Kenapa tidak memberitahu ku" dengan wajah takut tapi tetap tersenyum, ia menghampiri Raka.
"Coba lihat hp mu" sambil mata nya melihat ke arah hp Tania yang terletak di atas sofa.
Tania buru buru mengambil hp nya dan ternyata ada pesan masuk. Kemudian ia berbalik dan kembali mendekati Raka.
Ternyata Sekretaris Jay memberitahu ku. Aduh kenapa aku tidak dengar sama sekali. Apa yang harus ku lakukan.
"Sayang aku sama sekali tidak mendengar nya. Maafkan aku" dengan wajah manja. "Apa kau lelah seharian di kantor??!" sambil tangan nya memeluk Raka.
Bahkan aku tidak berani melihat mata nya, apa dia sangat marah sekarang.
"Aku lelah sekarang ingin berendam sebentar. Siapkan air nya untuk ku sekarang" dengan nada lembut tapi tangan nya juga ikut memeluk Tania.
Syukurlah aku aman.
"Baik sayang. Akan aku siapkan sebentar ya" melepaskan pelukan.
Tania masuk ke dalam kamar mandi dan mulai menyalakan air mengisi air di bathtub dengan sedikit susu dan yang lain nya. Kini Tania semakin hari semakin pintar meluluhkan hati Raka. Walau terkadang dia harus menurunkan harga diri nya.
Tania yang masih duduk di pinggir bathtub menunggu air. Raka tiba tiba datang dan memeluk nya dari belakang. Tania kaget.
__ADS_1
Kenapa dia selalu saja mengagetkan ku. Apa dia ingin aku serangan jantung.
"Sayang" ucap nya lembut
"Ayo berendam bersama" dengan kepala di pundak Tania.
"Tadi aku sudah mandi. Lain kali ya" masih dengan nada lembut.
Aku tau apa yang akan terjadi nanti nya jika kita sama berendam. Kau tidak akan melepaskan ku begitu saja.
"Apa aku bertanya?!" Dengan nada tegas.
Aku mau lihat apa kau berani melawan ku.
"Baik lah, aku juga berendam" dengan nada lemas.
Kau masih Tania ku.
Raka langsung masuk lebih dulu ke dalam bathtub, sementara Tania masih membuka baju dan setelah selesai ia juga masuk.
"Bagaimana hari mu?!" Tanya Raka dengan posisi saling berhadapan.
"Seperti biasa Sayang. Sebelum pulang aku singgah ke mall membeli Laptop" Tania sengaja mengatakan nya agar Raka tau bahwa ia sudah menggunakan kartu milik nya.
"Laptop??!" Tanya mengerutkan kening.
"Suci bilang aku perlu sebuah laptop nanti nya, itu sebab nya aku membeli nya." sambil memainkan air di dekat nya.
Raka mengangguk.
__ADS_1
Sebenarnya Raka tau apa saja yang Tania lakukan, hanya saja ia selalu menguji kejujuran Tania.
Oh ia aku sebaiknya bertanya kepada nya. Kan dia pemilik yayasan yang sebenar nya bukan aku.
"Sayang" Sambil mendekat " Suci bilang aku harus membuat Nama yang baru untuk Yayasan itu. Menurut mu apa yang harus ku buat?!" bertanya sambil menatap wajah Raka.
"Apa kau sudah memiliki ide??!" Tanya Raka serius.
Tania menggeleng kepala sembari menaikkan ujung bibir nya.
"Membuat nama sebuah harus memiliki sebuah arti" Sembari menarik Tangan Tania "Ucapan ku ini mungkin akan mempermudah mu. Saat dulu kau ingin sekali yayasan itu di selamatkan dengan tujuan apa??!" tanya Raka serius sembari menatap dalam wajah Tania.
"Aku mau menyelamatkan hidup anak kecil itu. Anak yang sudah tidak memiliki keluarga atau yang bahkan tidak di inginkan keluarga nya sendiri" dengan nada sedih.
Kini air mata nya sudah dekat. Raka menunggu Tania meneruskan ucapan nya.
"Aku ingin mereka tertawa di tempat itu, melupakan segala bentuk kesedihan mereka" Air mata nya sudah mengalir di pipi nya "Aku tau rasa nya di tinggalkan orang tua, mereka terlalu dini merasakan itu. Aku ingin mereka mendapatkan hidup yang layak. Pendidikan dan masa depan" Tania tanpa sadar memeluk Raka untuk menyembunyikan wajah nya yang sedih.
Kenapa dia membuat ku menangis seperti ini. Pertama kali nya dia membuat ku menangis karna hal seperti ini.
Raka membiarkan Tania melakukan nya. Tangannya membelai Rambut Tania dengan lembut.
"Aku tau, aku tau semua nya. Nanti kau akan menemukan Nama yang cocok dengan Yayasan mu. Aku akan selalu mendukung mu" ucap nya sembari mengecup kening Tania.
Aku tau kesedihan mu sayang. Mulai sekarang kau tidak akan merasakan itu, tidak ku izinkan.
"Terimakasih" ucap Tania lembut.
Benar, sekarang aku tidak salah lagi. Aku mencintaimu Tania. Mencintai kekurangan mu, kelemahan mu, hati mu, kecantikan mu, semua nya. Aku mencintai semua yang ada di dirimu. Tetap menjadi Tania ku.
__ADS_1