Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Anak Anak


__ADS_3

"Selamat siang anak anak" Sapa Tania ketika sampai di taman.


"Selamat siang Kaka Tania" Sapa anak anak kompak.


"Sini semua nya kumpul, kaka bawa makanan buat adek-adek semua" Sambil menunjukkan kantong tangan kiri dan kanan.


"Nona Tania terimakasih sudah datang ya, ini repot repot bawa makanan lagi" Ucap ibu panti yang juga berada di taman.


"Tidak apa apa bu, Lagian aku suka melakukan nya" Sambil tersenyum "Suci, Bella, bagi ke anak-anak ya" Sembari melihat ke arah Bella.


Bella dan Suci mulai membagi makanan kepada anak-anak.satu persatu. Sementara Tania bersama ibu panti duduk di kursi taman.


"Terimakasih ya Nona sudah sangat baik kepada kami. Semenjak kedatangan Nona, hidup kami benar benar berubah" Sambil menatap lurus.


"Saya hanya bantu sebisa ku. Sebenar nya yang banyak membantu itu Tuan Raka" Sambil membuka kotak makanan "Silahkan di makan bu, sembari mengobrol kita makan ini" menyerahkan kotak makanan.


"Terimakasih"Menerima kotak makanan "Semua berkat Nona juga, sekalipun saya sudah sering dengar nama Tuan Raka, tapi saya belum pernah bertemu dengan nya" ucap nya sambil memasukkan makanan ke dalam mulut nya.


"Oh ya, ibu sudah tau Tuan Raka siapa?!" Tanya Tania kaget.


Kenapa dia sangat terkenal ya.


"Sudah, yang sering mengirim makanan kesini. Kata nya dari suami Nona itu Tuan Raka" dengan nada datar.


"Apa??!! Jadi dia sering mengantar makanan kesini?!" semakin kaget.


Kenapa aku tidak pernah Tau.

__ADS_1


"Ia walaupun yang mengantar selalu Sekretaris Jay. Dia tidak pernah ikut. Nona beruntung ya, punya suami kaya raya dan baik seperti Tuan Raka" sembari memasukkan makanan kedalam mulut nya lagi


"He he he ibu bisa aja" sambil tersenyum.


Baik??!! ha ha ha Ibu tidak tau bagaimana dia selalu mengancamku.


Kemudia mereka bercerita sembari makan. Sesekali terdengar tawa dari ke dua nya. Walaupun dominan Ibu panti selalu memuji muji Tuan Raka.


"Anak yang menggunakan baju merah itu" sambil menunjuk "Nona melihat nya??!"


"Ia bu, kenapa dengan nya?!" sambil menatap anak yang ia maksud.


"Dia aku temukan di depan gerbang di dalam kardus masih bersama dengan tali pusar yang masih melilit di tubuh nya dan masih berdarah. Tapi sekarang melihat tawa nya, siapa sangka dia pernah mengalami malam yang buruk seperti itu" dengan wajah sedih.


"Ibu tidak tau siapa orang Tua nya?!" tanya Tania penasaran.


Kenapa hati ku seperti di sayat sayat rasa nya. Aku seperti merindukan kak Anton, Apa yang sudah dia alami saat membesarkan ku seorang diri.


"Ibu, Pasti berat melalui nya. aku berjanji akan mengubah kesedihan mereka. Doa kan semoga semua berjalan dengan baik. Doakan suamiku agar selalu mendapat Rejeki karna semua juga karna dukungan nya" dengan air mata yang hampir menetes.


"Pasti Nona. Tanpa Nona minta saya sudah mendoakan nya bersama dengan anak anak. Keluarga Nona semakin di berkati. Cepat dapat momongan" sembari menyentuh tangan Tania


Dugh


Bergetar jantung Tania mendengar Kata momongan.


Anak??!! Selama ini kami tidak pernah membahas tentang ini. Kamu sudah melakukan hubungan suami istri, tapi kenapa aku belum hamil? ahh apaan sih, sekarang bukan waktu nya memikirkan itu.

__ADS_1


"Terimakasih Ibu" ucap Tania dengan lembut sambil tersenyum.


Setelah beberapa jam berada dinpanti Tania pamit pulang kepada Ibu panti dan Anak anak.


Di perjalanan Tania menatap kosong ke arah jalanan. Entah apa yang ia pikirkan, tapi sepertinya ia sedang mengingat anak anak panti tadi.


"Nona baik baik saja??!" Tanya Bella sambil melirik dari kaca spion.


Tania diam. Ia masih sibuk dengan pikiran nya sendiri.


"Nona apa anda baik baik Saja??!" Seru Suci dengan suara sedikit tinggi.


"Eh kenapa??!" membangunkan Tania dari lamunan nya


Apa mereka bertanya sesuatu kepada ku??!


"Nona baik baik saja??!"seru bella.


"Ia aku baik-baik aja. Seperti nya aku sudah menemukan nama yang cocok untuk yayasan itu" ucap nya bersemangat.


"Benar kah??!! Apa Nona?!" tanya Suci penasaran.


"Besok aku beritahu kalian. Aku bertanya kepada Tuan Raka dulu" ucap nya malu malu.


Aku mau dengar pendapat nya terlebih dahulu. Jika dia setuju dengan ku akan aku beritahu kepada mereka nanti.


Suci dan Bella saling lirik, menunduk dan tersenyum, seolah pikiran mereka bisa berbicara satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2