
"Selamat pagi" Ucap Raka semangat.
Tania tidak menjawab, ia masih tertidur pulas karna semalaman Raka tidak melepaskan nya. Raka kemudian mencubit ujung hidung Tania, Namun ia hanya bergerak saja. Raka merasa gemas dan melakukan nya lagi hingga akhir nya Tania terbangun.
Kenapa dia sangat menggemaskan sekali.
"Apa hari ini aku bisa ke panti?!" Sambil bergerak menghadap Raka.
"Apa kau sudah merasa baikan?" sambil mencolek ujung hidung nya.
"Aku sudah baikan kok" sambil tersenyum
Kau masih bertanya?? Semalaman kau mengerjai ku tanpa bertanya kondisiku? giliran keluar rumah baru bertanya.
"Baiklah kau bisa ke panti."
"Benar kah??!! Terimakasih" jawabnya manja.
Raka tidak menjawab ia malah memeluk Tania dengan sangat erat. Padahal Tania masih belum mengenakan sehelai benang pun.
Sepertinya aku segera bertindak. Jika tidak aku bisa bisa di telan nya lagi pagi ini.
"Bagaimana kalau kita mandi sekarang??!" bujuk Tania.
"Sebentar lagi. Aku masih ingin seperti ini" masih dengan posisi yang sama.
"Nanti kau telat kerja"
Kenapa lagi dengan nya pagi ini.
"Tidak ada yang akan marah jika aku terlambat atau bahkan tidak kerja"
Dia selalu saja punya alasan.
Setelah beberapa saat dengan posisi berpelukan.
"Sebenarnya siapa yang menculik ku kemarin?!"
Pertanyaan Tania mengagetkan Raka.
"Sudah lah, lupakan tentang masalah itu."
Kenapa dia tiba tiba bertanya seperti itu.
"Aku ingin melihat wajah nya sekali saja"
sepertinya dia ingin menutupi nya.
"Kau ingin mandi kan?? ayok" Mengangkat tubuh ramping Tania.
"Iihh geli, aku bisa sendiri"
__ADS_1
Terlambat Raka sudah mengangkatnya dan langsung membawa nya ke kamar mandi meletakkan di buthtub. Drama pagi akan segera di mulai.
*
Di meja makan.
"Ini adalah dokumen tentang Panti yang akan anda urus Nona" sembari meletakkan sebuah map.
"Dokumen?? Maksud nya??" mengerutkan kening.
"Selama ini Yayasan ini sudah tidak terurus Nona, dan "
Raka mengakat jari nya seolah meminta SekretrarisJay untuk tidak meneruskan ucapan nya.
"Sebaik nya nanti kau jalan jalan ke yayasan ini terlebih dahulu. Setelah itu kau akan mengerti apa yang akan kau lakukan nanti nya." Raka mencoba membuat Tania mengerti
"Aku akan coba seperti yang kau minta" sambil tersenyum.
"Tapi ingat jangan terlalu kelelahan" perintah nya.
"Baik sayang"
*
"Kau siapa??!!" Tanya Tania kaget saat tiba di garasi
"Perkenalkan saya Suci. Saya yang akan menjadi asisten anda sekarang Nona"
Ternyata Nona Tania masih semuda ini dan dia juga sangat cantik
Aku kan tidak meminta asisten yang baru.
"Maaf Nona. Saya hannya di minta Sekretaris Jay" sambil menunduk.
"Trus bella dimana?" dengan nada serius.
"Saya disini Nona." sahut bella dari belakang "Saya akan menghantar Nona kemanapun yang anda minta" sambil tersenyum dan melangkah tepat di depan Tania.
"hhmm Yasudah lah. Ayo kita pergi" sambil berjalan.
Walau aku tidak mengerti kenapa aku harus punya asisten padahal sudah punya bella. Dia selalu bertindak semau nya
Dengan sigap bella membuka pintu belakang mobil mempersilahkan Tania masuk. Setelah nya Suci duduk di depan bersama bella.
"Kita ke Kantor pusat yayasan kasih mulia" minta Tania.
"Baik Nona" jawab nya sembari memulai melajukan kendaraan.
"Mbak Suci tinggal dimana?" Sambil memperhatikan ke depan.
"Suci Nona. Anda panggil saya suci saja. Saya tinggal di daerah xxx apartemen Nona"
__ADS_1
"Memang umur kamu berapa??"
Sepertinya umur nya jauh di atas ku. Rasa nya aneh memanggil nama nya.
"Saya 27 tahun Nona"
"Tuh kan, umur kamu jauh di atas ku. Apa tidak masalah saya panggil nama?!" mengerutkan kening
"Justru saya akan di hukum jika anda melakukan itu Nona" mencoba menjelaskan.
Anda itu istri dari Tuan Raka Nona. Bisa bisa saya tamat riwayat ku jika itu terjadi.
"Oo baik lah Suci. Eh ia kamu sudah berkeluarga??"
"Belum Nona" jawab nya singkat.
"Selama ini kerja dimana??" penasaran
"Saya selama ini bekerja di devisi lain Nona dari Wijaya Groub."
Ternyata Nona ini sangat kepo ya ..
"Oohh sudah berapa lama kerja disini??!"
Sama seperti bella dulu.
"Hampir 7 tahun Nona"
"Apa?? 7?? wahh sudah lama ya"
Seperti nya semua karyawan nya betah bekerja dengan nya. Padahal dia sangat dingin sekali. Apa karna gaji?
"Ya begitu lah Nona"
"Gaji mu berapa??!" bertanya tanpa sungkan.
"Maaf Nona" membulatkan mata ke depan.
"Ia, Gaji mu berapa?? dan kau juga Bella. Gaji mu berapa??"
Sampai kalian betah bekerja sedingin dan sekejam sekretaris Jay.
"Ya lumayan lah Nona" jawab Suci.
"Kenapa anda penasaran tentang gaji kami Nona" jawab bella sambil melirik dari kaca spion.
"Tidak apa apa. Pertanyaan ku tidak salah kan. Apa di atas dua digit??"
Kenapa aku jadi semakin penasaran.
"Tiga digit Nona. Tapi setiap orang berbeda beda."
__ADS_1
"Apa??! tiga digit??!! dengan suara tinggi.
Karna suara Tania yang sedikit meninggi. Bella rem mendadak.