Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Berbelanja


__ADS_3

Pagi ini Tania sudah kembali sehat. Tapi Raka masih belum memberikan izin kepadanya untuk turun dari tempat tidur. Bahkan saat mandi ia masih di temani Rima pelayan wanita.


"Ini buat mu" Raka memberikan sebuah smartphone keluaran terbaru.


"Ini untuk ku?" sembari melihat hp yang barusan di berikan Raka. "Ini bukan hp ku kemarin"


"Oh jadi kamu tidak mau"


"Mau kok, mau banget" jawab Tania sembari membulatkan wajahnya.


Lihat lah wajahmu itu, bagaimana bisa kau sangat mengemaskan.


"Jay sudah mengganti nomormu yang baru"


"Memang nya yang lama kenapa?"


"Tidak usah banyak tanya. Di dalam hanya ada nomor ku dan sekretaris jay. Kau tidak bisa save nomor orang lain disitu, apalagi nomor pria" perintah nya.


"Baik lah Tuan" jawabnya dengan sedikit kecewa.


Terserah kamu saja, bagaimana pun kau selalu yang paling benar.


Tania sedang mencoba hp baru nya, karna ini berbeda dari hp nya yang sebelumnya yang sudah ketingalan jaman tapi masih berfungsi dengan baik.


"Mulai hari ini kau jangan memanggil aku Tuan"


"Jadi aku harus panggil apa?!"


Bukan nya kau yang meminta nya, bahkan itu point pertama di dalam peraturan mu. Apa kau sudah lupa?


"Terserah pokoknya jangan Tuan" sembari melipat kedua tanganya.


"Bagaimana kalau kaka Raka" sambil tersenyum.


"Apa?!! tidak mau" membuang muka.


kaka?? hah apa kau masih teringat dengan Ferdi. Kau membuat nama panggilan yang sama untuk ku. tidak sudi aku.


"Jadi apa?"


Tadi terserah, sekarang tidak boleh. mau nya apa sih


"Kau panggil aku sayang"


"Tapi Tuan"


Kenapa dia jadi sedikit aneh hari ini. Apa dia sedang kesurupan atau bagaimana.


"Tidak ada tapi tapian, kalau aku mendengar kau memanggilku Tuan walau sekali saja, aku kan menghukum mu"


"Hukuman apa?" Mengerutkan kening.


"Tidak bisa ke kampus lagi contohnya" jawabnya enteng.


"Baiklah sayang. Aku akan selalu memanggilmu sayang" Dengan senyuman terpaksa.


terserah lah daripada aku tidak bisa ke kampus lagi,


"Bagus" jawabnya singkat namun terlihat ia senang walaupun ia berusaha menutupi nya.


_______


Satu minggu sudah setelah kejadia itu. Tania sudah bisa beraktifitas seperti biasa.


"Ini nona" menyodorkan sebuah kartu berwarna hitam


"Apa ini sekretaris Jay" Tanya nya bingung.


"Ini adalah black card nona. Anda bisa memakainya untuk keperluan anda" menjelaskan


"Tapi aku tidak membutuhkan nya" Tania menolak

__ADS_1


"Tapi ini perintah Tuan muda nona. Jika di dalam tiga hari anda belum mempergunakan nya maka anda akan mendapat hukuman"


"Aku bisa membeli apapun?!" Tannya lagi


"Terserah anda Nona. Saya permisi"


kalau nona klara yang di berikan kartu itu mungkin akan loncat karna bahagia. Justru nona malah biasa aja.


Jay meninggalkan Tania yang masih kebingungan.


Aku membeli apa? Bukan kah di rumah ini semua sudah tersedia? Lantas untuk apa ini?


*


Setelah Raka berangkat bekerja, Tania langsung bergegas akan berangkat ke kampus. Tidak seperti biasanya Pak Irvan yang menunggu nya, pagi ini dia di tunggu oleh Seorang wanita yang menunggu nya.


"Selamat pagi nona, mari saya antar" sembari membuka pintu.


"Kamu siapa?" tanya nya heran karna belum pernah melihat nya sebelumnya.


"saya Bella nona, mulai hari ini saya yang akan menjadi asisten sekaligus supir anda nona" sembari tersenyum.


Tania masuk ke dalam mobil walau dia masih terlihat masih bingung. Tania memilih untuk duduk di depan, tepat di sebelah bella.


"Jadi kamu baru disini ya?"


"iya Nona"


"Bella sudah menikah?"


"Belum Nona"


Sepertinya Bella berbeda dari pekerja yang lain nya. Bagus lah setidak nya aku punya teman ngobrol sekarang.


Saat pulang dari kampus ia memilih untuk singgah di salah satu Mall, ia bahkan tidak tau jika mall yang di masuki nya masih milik suami nya. Dan Bella tetap setia di samping Tania.


"Menurut mu aku beli apa ya?" Tanya Tania kepada bella


"Kenapa anda bertanya kepada saya nona?"


Tertawa lah bella, aku tau kau menganggap ini ini sangat aneh bukan.


"Hahaha Biasanya wanita sangat senang jika di suruh belanja Nona, Tapi anda malah kelihatan nya bingung"


Sepertinya Nona berbeda dari istri konglomerat yang lain, mereka malah senang dapat kartu seperti itu. Nona malah bingung.


"iya aku bingung mau beli apa. Baju ku bahkan masih banyak yang belum pernah aku pakai di dalam lemari"


Lebih tepat nya Sekretaris jay sudah mempersiapkan semuanya bahkan ****** ***** ku sekalipun,


"Bagaimana kalau Nona membeli kebutuhan kuliah anda nona" Memberikan Saran.


"Kau benar juga, kenapa sebelum nya aku tidak kepikiran ya"


Mereka mulai masuk ke sebuah toko buku dan membeli beberapa buku.


Di depan Toko buku ada yang menjual es cream. Ia mengajak Bella untuk makan Es cream terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam toko.


*


Di kantor Jay menunjukkan sebuah Foto Tania yang sedang memakan es cream seperti anak kecil.


"Lihat lah wajahnya, bukan kah dia sangat menggemaskan"


tanya Raka kepada Jay.


Jay tidak menjawab,


"Sedang apa dia sekarang" Tanya Raka


"Nona baru saja ke sebuah toko buku Tuan"

__ADS_1


"Kenapa dia tidak pergi berbelanja atau ke salon?"


"Seperti nya Nona tidak menyukai nya Tuan"


Dia bukan seperti Nona Klara Yang hannya menginginkan uang anda Tuan.


"Dia sangat berbeda dari wanita lain yang menyukai shoping ternyata"


*


Tania keluar dari toko buku membawa beberapa buku dan keperluan kampus lain nya.


"Apakah menurutmu ini sudah cukup?!" Tanya Tania


"Saya tidak tau Nona"


hahaha bercandanya orang kaya begini banget ya


"Saya rasa sudah cukup, kita makan aja sekrang habis itu pulang kerumah aja"


"Baik Nona"


Sesampainya di rumah Tania menemui pak Sam dan memberikan makanan yang tadi di belinya untuk di bagi kepada semua pelayan. Lantas dia masuk ke kamar bersama Bella yang membawa barang yang barusan di beli oleh nya.


"Terimakasih Bella, udah menemani aku seharian" Sembari tersenyum


"Sudah menjadi tugas saya nona, apakah masih ada yang anda butuhkan Sekarang?"


"Tidak ada, kamu bisa istirahat sekarang"


"Baik Nona, saya permisi"


Di balas anggukan oleh Tania. Selepas Bella pergi Tania berendam di bathtub karna merasa cukup lelah.


" lima menit lagi kami sampai" pesan di terima dari sekretaris Jay.


Tania bergegas turun kebawah untuk menyambut suami nya.


"Selamat malam Tuan" Sapa Pak sam.


Raka menganggukkan kepalanya. Seperti biasanya Tania mengantar Tas Raka lebih dulu dan menyusulnya masuk kedalam kamar.


"Apa yang kau lakukan hari ini?" Tanya Raka sembari mengganti pakaiannya di closet room


"Sebelum pulang tadi aku singgah ke mall"


"Ngapain?"


"Aku beli buku dan beberapa keperluan kuliah sayang"


"Hanya itu?"


"Aku makan es cream dan makan bersama bella, walau tadi aku sempat bingung di dalam"


"Kenapa?" Sembari menyipitkan mata nya.


"Mall nya ternyata luas banget aku sampai bingung jalan keluar nya dimana" sembari menaikkan bibir nya.


"Belum pernah kesana sebelummya?"


"ini pertama kali nya aku kesana" sembari naik ke atas tempat tidur dan di ikuti oleh Raka.


"Sebelumnya?" Langsung berbaring menghadap Tania yang masih duduk.


"Aku jarang ke mall. Kalau pun ke mall kalau kak Anton ngajak aku akhir Tahun, kalau kak anton udah dapat gaji ke tiga belas" Tania menjelaskan


ya masa kak anton belum menikah dulu, ah aku merindukan nya sekarang. Bagaimana kabar nya ya


Tania melihat ke arah Raka, ternyata ia sudah tertidur, ia juga berbaring posisinya menghadap Raka.


Seperti nya malam ini adalah obrolan kita terpanjang semenjak menikah, biasanya kau tidak pernah bicara selama ini padaku.

__ADS_1


Tania memandangi wajah Raka yang sedang tertidur, ini pertama kalinya ia menatap wajah suaminya selama dan sedekat ini.


Saat tertidur seperti ini kau terlihat sangat tampan Tuan Raka, seandainya saja,, eh tunggu apa yang kupikirkan ini, jangan mimpi, dia bahkan sangat membeciku dan kak anton, sebaiknya aku tidak usah berhayal dan Jangan berharap nanti aku akan terluka.


__ADS_2