Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Ruangan Rahasia.


__ADS_3

Beberapa jam sebelum nya.


Sekretaris Jay kembali ke yayasan bersama Bella menggunkan mobil yang biasa Tania pakai. Ketika sampai dengan cepat ia menuju Ruangan Tania di lantai dua.


Ia membuka pintu dan langsung masuk.


"Selamat pagi Nona" Ucap Sekretaris Jay setelah membuka pintu.


"Pagi Jay. Ada apa?!" tanya nya seperti tidak bersemangat.


Tumben dia kemari. Apa Dia sudah meminta Jay mengurus penutupan yayasan ini, hah secepat itu kah. Tegas sekali.


"Anda sudah salah dalam bertindak Nona" ucap Sekretaris Jay dengan tegas.


"Apa maksud mu?!" Tania bertanya dengan mengerutkan kening.


"Saya tau anda menemui Tuan Ferdi karna anda cemburu melihat Nona Clara ada di kantor kemarin pagi." ucap nya masih dengan posisi berdiri.


Memang kalian adalah pasangan yg sangat serasi Nona. Sama sama cemburuan.


"Cemburu?! ha ha ha yang benar saja Jay" menyandarkan kepala ke kursi.


Tunggu, sekretaris Jay sadar jika aku cemburu. Apa memang benar dia adalah manusia robot, yang tau segala nya.


Sekretrais Jay berjalan mendekati Tania.


"Sadar Nona. Anda sedang cemburu hingga anda tidak sadar sudah banyak melakukan hal bodoh yang merugikan anda sendiri" ucap nya dengan santai tapi tegas tanpa melihat Tania.


"Kau bicara asal Jay. Katan saja Apa tujuan mu kemari sebenar nya?!" dengan nada kesal.


Sudah lah, akhiri pembicaraan tidak penting ini.


"Tujuan ku kemari adalah membuka mata Anda Nona. Anda sudah membuat kekacauan. Tugas utama ku adalah menjaga Tuan Raka. Tapi kini Tuan sedang tidak baik, sehingga saya turun tangan" ucap nya tegas sambil menatap tajam Tania.


Maaf Nona anda memaksaku menjadi lebih kejam, karna sangat susah membuka mata orang yang sedang cemburu, kau sama dengan suami mu.


Tatapan Tajam Sekretaris Jay membuat Tania sedikit takut, ia sadar Sekretaris Jay lebih kejam daei Raka. Kaki nya gemetar tak kala Sekretaris Jay seperti sedang marah.


Kenapa dia menyeramkan sekali, apa dia ingin menelan ku. Tatapan nya membuat kaki ku juga gemetar,

__ADS_1


"Apa kah Nona belum sadar juga atas sikap Tuan selama ini. Dia bahkan banyak menahan amarah nya karna Anda yang belum pernah ia lakukan kepada siapapun kecuali Anda Nona" dengan tegas.


Ada apa di dalam kepala orang yang sedang jatuh cinta??!! Apa kepala mereka berubah menjadi bodoh, lihat lah orang yang berada di hadapan ku, dia sama saja dengan suami nya sekarang. ahh ini membuat ku kesal


"Aku tidak mengerti apa maksud mu Jay" dengan sedikit terbata.


Apa sebenar nya yang ingin kau katakan, aah aku sangat risih dengan pembicaraan ini.


"Mungkin Video ini akan membuat anda mengerti Nona" Seraya menyerahkan tablet miliknya.


Sudah lah, menjelaskan kepada nya sama saja seperti mengisi cangkir yang sudah penuh, percuma tetap akan tumpah.


"Ini apa Jay?!" dengan menyipitkan ujung mata nya.


"Ini adalah rekaman CCTV yang berada di ruangan Tuan ketika Nona Clara datang" ucap nya dengan posisi masih meyentuh tablet.


"Aku tidak perlu melihat nya. Toh tidak penting juga kan bagiku" sambil memalingkan pandangan nya.


Untuk apa aku melihat nya!! untuk membuatku semakin kesal.


"Nona lihat saja dulu dengan begitu Anda mengerti apa yang saya katakan. " Seraya meletakkan Tablet tepat didepan Tania.


Jangan naif Nona, anda akan menyesal setelah mihat ini, aku sangat yakin.


Benar kah?! Apa yang kau katakan itu?.kau mengatakan nya kepada Clara seperti itu. Jadi aku salah menilai mu. Aahh bagaimana ini, aku bahkan bertindak bodoh dengan menemui kak Ferdi yang jelas jelas Kau tidak menyukai nya. Bagaimana ini


"Jay" ucap Tania pelan setelah Video berakhir.


"Apa anda sudah mengerti apa yg saya katakan Nona??!!" kembali mengambil tablet nya dan memasukkan nya kedalam saku jas nya.


Benar dugaan ku, lihat lah wajah mu dengan penuh penyesalan itu.


"Apa yang harus ku perbuat sekarang??!!" Tanya Tania dengan nada lemas.


"Pergi ke kantor nya dan meminta maaf. Semoga Tuan memaafkan Nona. Hanya itu saran yang bisa saya berikan." sambil melangkah menjauhi Sekretaris Jay.


Aku saja belum pernah merasakan cinta Nona, kau bertanya saran kepada ku. Bukan kah itu menyebalkan.


"Baiklah, dimaana Bella?! Aku kesana sekarang." seraya berdiri.

__ADS_1


Semoga saja dia memaafkan kebodohan yang sudah ku perbuat.


"Mari saya antar Nona" sambil tersenyum tanpa di ketahui oleh Tania.


Bukan kah ini sangat Lucu??!! Dalam tempo satu jam sifat nya bisa berubah ubah. Aahh aku benci membayangkan jika diri ku jatuh cinta seperti mereka. membayangkan nya saja sudah membuat diri ku menjadi geli.


*


Di perjalanan Tania sangat gelisah,


"Apa masih lama?!" Tanya Tania kepada Bella yang sedang menyetir.


Biasa nya dia tau cara cepat menyetir, ini kenapa kali ini sangat lambat sekali.


"Ini sudah hampir sore Nona, lalu lintas sedikit macet" seru Bella dengan melirik ke arah Sekretaris Jay yg duduk di sebelah nya sesang asik membaca sesuatu di dalam tablet nya.


Apa yang sudah Sekretaris Jay kepada nya, kenapa dia menjadi tidak sabaran seperti ini sih.


Tania kembali duduk tenang, namun hannya sebentar, ia kembali gelisah.


Kenapa dia sangat lambat sekali sih.. Seharusnya kami sudah sampai.


"Kau sangat lambat Bella" ucap nya kesal.


"Sebaik nya anda pikirkan apa yang akan Anda jelaskan Nanti kepada Tuan Nona" Ucap Sekretaris Jay santai tapi pandangan nya tetap pada tablet.


Kemarin aku menyaksikan Tuan seperti ini. Hari ini aku menyaksikan dia seperti ini. huft aku seperti merasakan dejavu saja.


Ucapan Sekretaris Jay membuat Tania terdiam, ia melipat tangan nya dan bersandar, menaikkan ujung bibir nya.


Iihh menyebalkan kau jay.


Setelah beberapa menit kemudian, Mereka memasuki area kantor Wijaya Groub.


Dugh


Bersebar jantung Tania.


Tadi aku ingin sekali cepat sampai, tapi setelah sampai aku malah takut. Aahh kenapa aku jadi sekwatir ini, bagaimana kalau dia tidak memaafkan ku.

__ADS_1


Setelah turun di lobi utama, Tania sudah langsung turun tanpa di bukakan pintu oleh Bella, ia berjalan langsung ke arah lift dengan di ikuti oleh sekretaris Jay, sementara Bella memarkirkan kendaraan nya di tempat parkir VVIP.


Berpikir Tania, Apa tindakan ku setelah sampai dan apa tindakan ku jika maaf ku tidak di terima.


__ADS_2