
Diperjalanan Tania tidak berhenti menghapus air matanya.
"Pernikahan yang sempurna bukan. Untuk apa kau menikahi ku sebenarnya. Apa yang sedang kau rencanakan. Bagaimana bisa kau pergi meninggalkan aku sendiri begini. Kenapa.rasanya sangat sakit" gerutunya dalam hati.
"Silahkan nona" irvan sudah membuka pintu.
Tania turun dari mobil masih memakai gaun pengantin. Dia melihat kemegahan rumah yang ada di depannya.
Semua pelayan sudah menunggu di depan.
Sekretaris Jay sudah memerintahkan agar mereka menyambut kedatangan nona baru mereka.
Semua memberi salam. memperkenalkan diri, termasuk pak sam, ia kepala pelayan di rumah itu. Tania hanya memberikan senyuman sesekali memberikan anggukan.
"Mari nona saya antar ke kamar anda" seorang pria paruh baya berjalan di depan Tania.
"ini hari yang melelahkan nona. selamat istirahat"
"Pak sam, Bisa saya bertanya"
"ia nona"
"Jam berapa Tuan akan pulang"
"saya tidak tau nona. sebaiknya anda istirahat saja" menutup pintu dan pergi meningalkan Tania.
"iihh apa semua orang yang dekat denganmu tidak punya hati. Atau kau sengaja melatih mereka agar tidak punya hati, Dasar aneh" gerutunya.
Dia berbalik badan. Dia kembali terkagum dengan kemegahan kamar itu. kamar mandinya yang luas dilengkapi dengan bathtub yang besar, room closet yang cukup rapi dan luas.
Dan dia duduk di atas kasur. Masih mengagumi ruangan itu. sampai dia akhirnya terlelap masih dengan gaun pengantin yang dipakai.
________________________
Malam hari
"Selamat malam Tuan"
"Dimana dia?"
"Dari tadi nona tidak keluar kamar Tuan"
"Pak sam istirahat saja, saya bisa sendiri"
__ADS_1
"Baik Tuan"
Melangkah menuju kamar. Dia melihat Tania yang sedang terlelap di atas kasur. Dia menuju kamar mandi. Keluar dari kamar mandi dengan mengunakan baju tidur, melihat ketempat tidur Tania masih terlelap. Dia duduk di tepi tempat tidur.
"Bagaimana bisa dia masih terlelap dengan pakaian seperti itu. Bahkan dia tidak mengetahui kehadiranku sama sekali" guman nya dalam hati.
Tiba tiba ponsel miliknya berdering dan membuat Tania terbangun. Mengucek-ucek kelopak matanya.
"Apa kau tidak ingat dengan aturan yang ada"
Suara itu mengagetkan Tania. Langsung berdiri.
"Maaf Tuan, saya ketiduran tadi"
"Bersihkan dirimu"
Tania langsung berlari kekamar mandi.
Sudah sangat lama sekali dia di dalam kamar mandi.
"Apa yang kau lakukan di dalam?? apa kau sedang tidur di dalam sana??" Raka berteriak karna Tania tidak kunjung keluar.
"Tidak tuan, saya"
"Cepat buka pintunya"
terdengar pintu kamar mandi di buka.
Terlihat Tubuh Tania yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi dirinya.
"Maaf tuan, sebelum saya mandi. saya lupa bawa baju, koperku masih di hotel tempatku menginap tadi malam." sembari tangan menutup bidang tubuhnya yang tidak tertutup handuk.
Raka langsung pergi keluar dan segera kembali dengan pak sam membawa pakaian Tania yang baru. Dengan cepat dia kembali masuk kedalam kamar mandi dan memakain pakaian yang sudah di bawa pak sam.
Darimana dia dapat pakaian ini. Bahkan ukurannya juga pas dengan badanku. Apa semua tentang hidupku sudah di ketahuinya. Bahkan size pakaianku juga.
Tania keluar dari kamar. Melihat kearah kasur. Raka sudah terbaring di tempat tidur.
Sepertinya dia sudah tidur. Aahh baik lah. Aku tidur di sofa aja. Karna peraturanya juga kami tidak boleh satu kasur dengan Tuan muda. Nikmatilah malam pertamamu yang sangat indah ini Tania.
_____________
Saat pagi sudah tiba, Tania sudah turun ingin membantu para pelayan memasak. Hanya saja para pelayan meminta Tania untuk naik. Karna mereka tidak ingin di pecat. Akhirnya ia kembali ke dalam kamar. Ia duduk di sofa sambil melihat smarphone nya.
__ADS_1
Melihat raka terbangun. ia langsung berdiri.
"Selamat pagi Tuan"
Tanpa ada sahutan dia langsung menuju kamar mandi.
Lihatlah, betapa dinginnya dirimu. Apakah hatimu terbuat dari es batu Raka sombong.
Sambil mengurutu di dalam hatinya, sembari ia juga menyiapkan pakaian suaminya.
Raka keluar dari kamar mandi. Memakai pakaian yang sudah di siapkan. Melakah turun ke bawah. Di ikuti Tania dari belakang.
Dimeja makan.
"Tuan, apa boleh saya bertanya sesuatu"
Tidak ada jawabapan. Hanya anggukan kecil.
"Apa aku masih bisa kekampus?"
Semoga pertanyaanku tidak salah.
Tidak menjawab.
apa dia tidak punya mulut?.apa susahnya sih memberi jawaban. ia tania silahkan..aahh lebih baik aku makan saja dulu, lapar
Tuan Muda Raka mengambil sandwich yang ada di piring. Menghabiskannya dengan lahap. Tania memilih serapan nasi goreng. Perutnya sudah sangat lapar dari tadi malam dia bahkan tidak makan sama sekali.
"Selamat pagi Tuan/ nona" Jay tiba tiba muncul.
"kita berangkat jay" langsung berdiri. Tania juga ikut berdiri.
Mereka berjalan menuju mobil. Juga di ikuti tania.
mereka masuk kedalam mobil. Membukakan pintu mobil untuk tuan Raka dan menutupnya kembali. Sementara Jay berdiri tepat di hadapan Tania.
"Anda masih bisa pergi ke kampus nona, tapi dengan syarat. Anda tidak bisa pulang terlambat dan jaga Tingkah anda di kuar karna itu menyangkut nama baik Tuan Raka"
"Benarkah??!!" Sambil tersenyum
" Saya permisi nona"
Raka masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Tania langsung balik badan menuju kedalam rumah. Terlihat dari belakang ia sangat girang dari cara jalanya mendengar bahwa ia masih bisa menjalankan aktivitasnya. Raka yang melihat itu berusaha terlihat datar saja, padahal ada senyum tipis di ujung bibirnya.
Setidaknya aku tidak cepat gila tinggal di rumah ini yang hanya melihat wajahnya dan tingkahnya yang dingin.