Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Hari pembukaan 2


__ADS_3

Suasana nya jadi sedikit tegang karna ucapan Ferdi, karna tidak bisa di pungkiri ia masih mengagumi kecantikan Tania. Anton yang menyadari hal itu,


Bukan kah mereka sama sama keluarga Wijaya, tapi kenapa situasi nya jadi tegang begini, Ada apa sebenar nya. Raka juga terlihat kesal dengan ucapan Ferdi barusan,


"Kau benar, dari ia kecil ia selalu saja membuat ku bangga. " seru Anton sambil tersenyum penuh kebanggaan. "Walaupun dulu aku hampir tidak punya waktu untuk nya karna sibuk bekerja" masih dengan tersenyum.


Ketika Ia mendengar Anton berbicara, cemburu Raka seketika mereda. Ia masih menjaga sikap di depan kaka ipar nya itu. Walaupun sebenarnya ia sudah tidak tahan ingin menghajar Ferdi sekarang juga.


"Semua itu kan karna kaka hanya membesarkan aku seorang diri.Kaka sibuk bekerja untuk biaya hidup kita, Justru Tania yang bangga kepada kaka" berbicara dengan sedikit senyum.


Semoga saja situasi nya sudah mereda. Tania.


Kayak nya mereka berdua lagi saling serang deh,, Aku colek dikit nggak papa kali ya, lumayan tontonan gratis. Cindi


"Pantas ya kak Ferdi dulu cepat banget menyukai kaka ipar" Seraya tersenyum, senyum jahil pasti nya."Sebelum sama kak Raka, Kaka ipar kan dekat sama Kak Ferdi. Ia kan kak!!" Tanya cindi seraya melirik Raka.


Ini benar benar mengasikkan, Kak Raka benar benar cemburu.Cindi


Cindi, kau mau cari ribut sepertinya kepadaku, suasana nya sudah tegang begini kau malah menambah nya. Benar benar akan terjadi perang kali ini. Tania


Mereka terlebih dahulu dekat??!! ahh membayangkan nya saja aku tidak sudi. Raka


Aduh Cindi kau benar benar Adik ku yg jahil. sudah tau api lagi berkobar malah di siram bensin, udah lah tamat. Ferdi.


Seketika Tania memberikan tatapan mematikan kepada Cindi. Berbeda dengan Tania, Ucapan Cindi justru membuat wajah Raka memerah, ia benar benar cemburu kali ini.


"Cindi kamu ngomong apa sih, udah ayok.. Ambil kan aku air minum. Aku haus." seraya menarik tangan Cindi


"Ha ha ha Tapi itu kan masa lalu, sekarang dia udah milik nya Kak Raka" Ucap Cindi kembali dengan senyum nakal nya.


Cindi yang sangat menikmati pertunjukan itu merasa lucu. Ia tau kaka nya adalah laki laki yang baik. Ia tidak akan pernah mau ikut campur dalam hubungan Tania dan Juga Raka. walaupun sesekali muncul ide untuk menggoda ke dua kaka nya itu.


oohh jadi dulu nya Ferdi ini juga menyukai Tania, wahh adik ku benar benar di perebutkan keluarga Wijaya ternyata.


Fedi menarik tangan Cindi dengan lembut tapi sebenarnya dia sudah menekan nya sangat kuat.

__ADS_1


Sebaiknya aku bawa dia pergi dari sini sebelum semakin membuat kacau.


"Sekali lagi selamat ya Tania, kami permisi dulu. Mari kak Anton, Raka" sambil menundukkan kepala.


Baru membelakangi Mereka Ferdi sudah mencubit lengan Cindi.


"Kau bicara apa sih tadi, itu akan membuat Tania dalam masalah"mengatakan nya dengan nada berbisik, Seraya berjalan menjauh dari Raka dan Tania.


"Ha ha ha kapan lagi dapat tontonan gratis kak" seraya tertawa meninggalkan Ferdi."kak haus kan, Sebentar aku ambil minuman dulu" masih dengan tertawa jahil


"Dasar adik durhaka" seru Ferdi namun tidak di dengar lagi oleh cindi.


Cindi pergi ke arah pantri untuk mengambil minuman yang di minta oleh Ferdi.


"Apa kalian sudah paham dengan yang saya jelaskan. Karana ini tidak siaran langsung, masih bisa di edit. Jangan ada kesalahan saat menyiarkan acara hari ini. Potong gambar yang meliput Tuan Muda, apa kalian mengerti?"


Terdengar suara Sekretaris Jay sedang berbicara kepada orang lain. Tanpa ia sadari ia berjalan mendekati ruangan asal suara.


Dia sedang apa?? kenapa seperti nya sangat serius begitu..


"Pastikan sebelum menyiarkan nya kirim kepadaku terlebih dahulu" kembali terdengar suara Sekretaris Jay.


Kemudian ia hendak pergi, kaki nya baru melangkah 3 langkah tiba tiba


brukkhh


Minuman yang di pegang oleh Cindi tumpah dan mengenai baju nya sendiri.


"Yahh baju ku" ucap nya seraya memperhatikan pakaian nya yang sudah basah dan sedikit tembus pandang.


"Maaf Nona, saya tidak tau anda disini" seraya mengambil gelas yang sudah jatuh,


Dia lagi, sedang ngapain dia di ruangan ini, bukah kah tamu seharus nya ada di taman.


"Baju ku jadi basah deh," sambil mengibaskan tangan nya ke pakaiannya yang sudah basah dengan wajah cemberut.

__ADS_1


Malu nya, apa yang dia pikirkan nanti nya kalau aku menguping sedikit pembicaraan mereka tadi, ahh lagian ngapain aku kesini tadi, baju jadi basah, apes.


Sekretaris Jay dengan sigap membuka jas nya dan memakaikan nya kepada Cindi.


Cindi justru jadi grogi saat Sekretaris Jay mengenakan jas kepada nya tanpa permisi,


Apa yang sedang dia perbuat, Kenapa aku jadi deg deg an begini.


"Maaf Nona, dengan begini pakaian anda yang basah tidak terlihat oleh orang lain. Di dekat sini ada butik, mari saya antar" dengan nada datar.


Setiap kali bertemu dengan mu Tetap saja kau menambah pekerjaan ku Nona.


"Terimakasih, tapi saya rasa tidak perlu. Toh acara nya sudah selesai" jawab nya dengan nada kesal.


"Anda Yakin Nona?" Tanya sekretaris Jay memastikan dengan menatap wajah Cindi


Tanpa menjawab nya Cindi langsung pergi meninggalkan Sekretaris Jay, dengan wajah yang sedikit kesal.


Ahh sebaiknya aku pergi saja, dia melihat ku dengan tatapan seperti itu bisa bisa jantungku copot. Arrghh apa yang kau pikirkan Cindi, pikirkan saja pakaian mu ini.


Tania yang memperhatikan Cindi dari kejauhan langsung mendekati nya.


"Kamu kenapa?!" Tanya nya dengan memperhatikan pakaian Cindi yang sudah basah.


"Sekretaris kesayangan Kak Raka nih yang buat" dengan cemberut menaikkan ujung bibir nya,


"Sekretaris Jay maksud nya??!" Melirik Sekretaris Jay yang masih tepat di belakang cindi dari tadi, ia masih mengikuti Cindi.


Dasar tukang ngadu, jelas jelas dia yang menumpahkan nya sendiri. Kenapa seolah olah kau jadi pelaku nya.


"Saya sudah meminta Nona untuk menggati nya karana kebetulan di dekat sini ada butik Nona" ucap Jay. Justru membuat cindi kaget karna tidak mengetahui Sekretaris Jay ada di belakang nya.


Dia masih disini juga, apa di mengikuti ku?! Kan ketahuan kalau aku bohong.


"Kau ganti saja. Nanti kamu masuk angin" tiba tiba Raka juga ikut dalam pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Baik tuan" jawab Sekretaris Jay, ia langsung menarik tangan Cindi membawa nya ke parkiran mobil.


Seandainya kau menurut dari tadi, Tuan tidak perlu tau masalah ini. Apa semua wanita memang ribet ya.


__ADS_2