
Pagi ini berbeda dari pagi sebelum nya, Raka kini terbangun sudah ada Tania di samping nya lagi. Wanita yang benar benar ia cintai sudah kembali ke dalam pelukan nya.
"Selamat pagi" Sapa Raka ketika ia melihat tania mulai membuka mata.
Tania menoleh lalu tersenyum.
"Aku sudah meminta Bella membereskan barang barang mu. Kita pulang hari ini" Ucap Raka dengan posisi saling berhadapan.
"Bisa kah aku disini beberapa hari lagi" Tanya Tania dengan wajah sayu karna baru bangun.
"Tidak bisa. Aku sudah menunggu terlalu lama" Jawab nya cepat.
"Yahh padahal aku masih ingin menikmati hari hari ku seperti anak lajang pada umum nya." dengan senyum nakal.
"wahh seperti nya kau sangat menikmati hari hari mu tanpa aku ternyata. Apa kau ingin ku hukum" Ucap Raka seraya mencubit pipi Tania.
Tania pun tertawa.
*
"Selamat pagi Nona / Tuan?!" Sapa Bella dengan kepala menunduk ketika ia melihat mereka keluar dari kamar.
"Pagi Bella. Terimakasih" ucap Raka seraya menyentuh bahu Bella.
Tania mengerutkan kening.
Ada apa dengan mereka!!
"Kerja bagus, aku akan meminta jay menaikkan gaji mu." Ucap Raka meneruskan ucapan nya.
"Kerja bagus untuk apa sayang?!" Tanya Tania bingung.
"Karna dia sudah menjaga istri ku." Ucap Raka seraya mendekati Tania yang sudah duduk di sofa.
"Maksud nya??!! Jadi selama ini?!" membulatkan mata.
"Maafkan aku Nona. Aku harus berbohong agar bisa dekat dengan Anda. Aku sendiri yang meminta kepada Tuan untuk berpura pura tidak bekerja lagi dengan nya, agar aku bisa menjaga Anda" ucap Bella dengan kepala menunduk.
"Bella. Kau.." dengan wajah kesal.
Jadi selama ini mereka bekerja sama menipu ku
"Maafkan aku Nona. Aku mengkwatirkan Anda." ucap nya merasa bersalah
Tania menaikkan bibir nya, ia cemberut.
"Sudah lah jangan marah, Dia akan selalu di samping mu. Aku mempercayakan mu kepada nya." ucap Raka santai sambil mengelus jemari Tania dengan lembut.
Terimakasih Bella. Aku tau semua nya ini karna kau peduli kepada ku Tapi tetap saja kau menipu ku.
"Dimana Jay?!" Tanya Raka.
__ADS_1
"Saya tidak tau Tuan. Saya sudah coba hubungi dia tapi ponsel nya mati" Jawab Bella.
"ya sudah,, kita sudah bisa pergi?!" Tanya Raka dengan melihat Bella.
"Sudah Tuan. Pak irvan sudah menunggu di bawah" jawab Bella cepat.
"Selagi Jay belum datang, kau urus semua nya. Pass card nya kau berikan kepada Jay nanti"
"Kenapa harus kepada Jay?!" Tanya Tania bingung.
"Kau masih saja polos ternyata. Apartement ini milik ku. Apa kau belum menyadari nya?!" Tanya Raka sambil tersenyum.
"Jadi selama ini!!!" dengan mata terbuka
"Ha ha ha Kau selalu dalam pantauan ku, Tidak benar jika aku membiarkan mu begitu saja," Seraya tertawa dan mencium kening Tania. "Bisa kah kita pergi, aku sudah lapar" ucap Raka manja.
Tania mengangguk dengan wajah kesal.
Cindiiiii kau ternyata bekerja sama dengan Raka. Kemarin kau seolah olah ingin membantu ku. Awas kau nanti akan ku balas...
*
"Selamat pagi Tuan" Sapa Pak irvan di lobi utama dengan membuka pintu.
"Jay belum datang?!" Tanya Raka heran.
"Belum Tuan" jawab pak irvan dengan menundukkan kepala.
Raka masuk ke dalam mobil. Setelah mobil berjalan ia mulai menghubungi Sekretaris Jay namun tidak aktif..
"Sudah lah, mungkin dia kelelahan.. Sesekali dia terlambat tidak masalah kan" Ucap Tania menenangkan Raka
"Kau benar" jawab nya santai. "Minta Pak sam mempersiapakan serapan, aku sudah sangat lapar" ucap Raka dengan menciumi tangan Tania.
"Baik Tuan" Jawab nya cepat
Mobil melaju dengan kecepatan sedang.
*
"Selamat datang kembali Nona" Ucap Pak Sam menyambut kedatangan Tania kembali ke rumah besar tersebut.
Tania mengangguk seraya tersenyum.
Bukan kah ini memalukan, mereka melihat ku dengan segala amarah ku. aahh ingin sekali rasa nya aku menutup wajah ku karna malu.
"Tidak perlu malu, Yang terpenting kau jangan mengulangi nya lagi" Ucap Raka seolah mengerti pikiran TAnia.
Tania membulatkan wajah nya.
Kenapa dia tau apa yang ku pikirkan, Apa dia bisa membaca pikiran.
__ADS_1
Mereka langsung ke meja makan, Pak Sam sudah menyediakan makanan kesukaan Tania.
"Apa yang kau lakukan hari ini?!" Tanya Tania setelah selesai serapan.
"Aku hanya ingin di rumah, aku masih merindukan mu" jawab nya dengan senyuman nakal.
iih dasar mesum Bukan kah kau sudah membuat ku lelah tadi malam.
"Ayo kita naik. Apa kau tidak merindukan kamar mu?!" Tanya Raka masih menggoda Tania.
"Kau membuat ku malu" sambil menaikkan bibir nya.
Aku merindukan kamar ku, tapi jika begini cerita nya ini pasti akan melelahkan.
*
Sudah hampir dua jam Raka tertidur. Kemudian ia turun dan melihat Pak Sam di ruang Tamu.
"Apa Jay belum datang??!" Tanya Raka kwatir.
"Belum Tuan" Jawab Pak sam dengan wajah menunduk.
Raka langsung masuk ke ruang kerja nya dan di ikuti oleh Tania. Terlihat jelas di wajah nya ia sedang kwatir. Karna Sekretaris kebanggaan nya itu juga belum menunjukkan tanda kehadiran nya. Ia melihat jam tangan nya.
Sudah jam 11, dia juga belum datang. No nya juga tidak aktif. Ada apa sebenar nya dengan mu jay. Kau belum pernah terlambat walau Lima menit pun. Apa sesuatu terjadi pada mu.
Tania yang mengerti kegelisahan Raka langsung menghampiri nya yang duduk di kursi kerja nya.
"Sayang, apa kah saat aku pergi kau juga segelisah ini?!" Tanya Tania serius.
Raka tersenyun, ia menarik tangan Tania agar duduk di pangkuan nya.
"Aku hampir saja gila karna mu" Ucap nya dengan mencium jemari Tania.
"Benar kah? Tapi seperti nya kau baik baik saja" wajah kesal "kemarin aku pernah melihat mu di salah satu stasiun televisi saat wawancara. aku lihat kau seperti nya tidak ada menunjukkan wajah sedih sedikit pun" Ucap Tania kesal.
"Ha ha ha Bukan kah semua pria seperti itu" jawab nya sambil tertawa.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu menghentikan percakapan mereka.
"Masuk" teriak Raka dari dalam.
"Selamat pagi Tuan" Sapa Sekretaris Jay ketika ia masuk ke dalam Ruangan.
"Darimana saja kau. Nomor juga tidak bisa di hubungi" Tanya Raka setengan teriak.
Tiba tiba ia juga melihat Cindi juga masuk dan berdiri di depan Raka.
"Tuan. Maaf kan kelancangan ku. Aku meminta ijin kepada mu untuk menikahi Nona Cindi" dengan kepala menunduk.
__ADS_1
Seketika Tania berdiri dari sebelum nya duduk di pangkuan Raka. Sementara Raka dengan wajah heran tidak berkedip.
"A P A ??!" tanya Tania kaget.