Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Tidak Menginginkan Mu


__ADS_3

Di kantor pusat wijaya groub


"Selamat siang honey" Sapa clara yang tiba tiba menorobos masuk ke dalam ruangan Raka.


Membuat Raka sedikit kaget, ia tau suara siapa yang barusan masuk.


Kau lagi. Terakhir kau membuat Tania ku pingsan, sepertinya aku sudah terlalu mendiamkan mu selama ini.


"Ngapain kamu kesini?!" Tanya Raka Acuh.


Clara tidak menjawab tapi ia langsung mendekati Raka.


Aku harus lebih merayu nya kali ini.


"Pulang lah, sebelum Sekretaris Jay datang dan Dia akan menyeret mu dari sini" Tetap fokus pada pekerjaan nya.


"Honey kau kenapa?! Kenapa kau sangat berubah kepadaku. Bukan kah aku sudah disini sekarang??!!" Berusaha merayu.


"Apa kau Tuli sekarang??! Pergi dari sini Clara. Aku tidak mengusir mu selama ini karna kau pernah hadir dalam hidup ku. Jangan salah mengerti bahwa aku masih menginginkan mu" Ucap nya dengan nada tinggi.


"Kau egois Raka. Aku meninggalkan semua nya demi dirimu tapi apa balasan mu, begini cara mu memperlakukan ku sekarang?!" sambil menangis.


"Apa aku meminta mu untuk kembali?!!" Sambil tersenyum sinis.


"Seperti nya kau belum mengerti juga. Semenjak kau memilih pergi dari mulai saat itu kau tidak memiliki tempat di hatiku, keptusan mu saat itu benar, karna kepergian mu, aku menemukan istri ku yang sangat aku cintai" sambil tersenyum


"Apa kau sudah gila??!!" Dengan melebarkan mata nya.

__ADS_1


Kau memuji istri mu di hadapan ku, dasar tidak punya hati


"Ha ha ha" tawa raka memenuhi ruangan.


Tiba tiba pintu terbuka, Sekretaris Jay masuk ke dalam ruangan tersebut. Wajah nya seketika berubah melihat Clara ada di sana.


Ngapain Dia disini? Apa dia belum menyerah juga!!


"Mari saya antar Nona" seru Jay dengan lembut, berusaha menahan emosi karna Clara sedang menangis.


"Kenapa Kau jadi begini Raka. Aku sudah memperbaiki kesalahan ku dengan meningalkan studi ku demi diri mu" Sambil menyentuh tangan Raka.


"Aku tidak ingin melihat wajah mu lagi. Pergi lah, mulai lah hidup yang baru. Aku sudah menikah dengan wanita yang ku cintai" Sembari melirik sekretaris Jay.


"Jangan paksa saya kasar Nona. Silahkan keluar" Dengan nada yang sedikit mengancam Sembari membuka pintu.


"Begini cara mu memperlakukan ku sekarang??! Kau hanya Sekretaris disini" setengah teriak.


"Jay tangan ku, sakit" sambil meringis kesakitan.


Di lempar nya Clara keluar dari ruangan tersebut.


"Nona saya meminta Anda baik baik. Jika Aku masih melihat Nona berada disini sekali saja, akan ku pastikan Kaki mu tidak akan bisa lagi berjalan ke tempat ini. Mengerti" Ucap nya dengan nada mengancam.


Clara merinding mendengarkan perkataan Sekretaris Jay. Ia tau Jay lebih kejam daripada Tuan nya sendiri.


Sialan, dulu kau sangat menghormati ku, sekarang kau justru mengancam ku begini.

__ADS_1


Clara pergi ke dalam lift sambil menghapus air mata nya. Di dalam lift ia mencoba memperbaiki bedak nya kembali. Dia tidak ingin orang orang melihat nya dengan keadaan seperti itu.


Aku tidak akan menyerah Raka. Tunggu saja.


Sementara Sekretaris Jay pergi ke ruangan bagian ke amanan.


*


"Akhir nya semua sudah hampir rampung ya" Ucap Tania sambil bersandar di dalam mobil.


Tinggal menunggu pembukaan dan mempersiapkan beberapa hal lagi.


"Ia Nona, Anda melakukan nya cukup Baik" Ucap Suci memberikan semangat, sembari tangan nya memasang sabuk pengaman.


"Apa Kita pulang sekarang Nona?!" Tanya Bella sembari melirik dari kaca spion.


"Kita ke kantor Tuan Raka. Aku pengen makan siang dengan nya" ucap nya sambil tersenyum


Bagaimana nanti reaksi nya saat tau aku datang tanpa memberitahu nya ya.


"Baik Nona" ucap Bella sembari menyetir kemudi.


"Apa kalian Tau makanan yang enak disini?!" Sambil melihat hp milik nya.


"Di daerah xxx. Tidak jauh dari kantor ada. Dulu saat bekerja disana saya sering makan di tempat itu"


Aku rindu juga makan di tempat itu, rindu suasa kantor yang lama.

__ADS_1


"Baiklah sebelum ke kantor kita beli makanan disana dulu ya" sembari memasukkan hp nya kedalam tas.


"Baik Nona" sahut bella.


__ADS_2