Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Kak Ferdi


__ADS_3

"Aku tidak mau, ganti atau kita tidak pergi" acuh.


Membayangkan nya saja jika dia melihat mu nanti aku tidak sudi.


"Sayang,, Cindi sudah sangat berharap kita kesana dan tadi siang aku juga sudah beli kado untuk nya. Dia mungkin akan sangat sedih jika kita tidak datang" sembari duduk tempat di samping Raka.


Raka acuh, ia melihat ke arah yang berbeda. Tania kemudian memeluk Raka dengan sangat peluk dalam posisi duduk.


"Kita berangkat sekarang ya. Nanti kita telat, besok aku tidak akan pakai pakaian seperti ini lagi. Tapi untuk malam ini saja biarkan lah, karna sudah tidak sempat lagi" sambil mempererat pelukan.


Luluh Lah, aku bahkan sudah tidak menjaga harga diriku di depan Mereka semua hannya untuk merayu mu.


"Baiklah, tapi kau tidak bisa jauh dari ku. Apa kau mengerti??! " sambil menghadap Tania.


Tidak akan ku biarkan dia melihat mu nanti.


"Ia sayang"


Hancur sudah reputasi ku di depan bella dan Suci. Aku sudah seperti wanita genit.


Bella dan Suci menahan senyuman. Jelas terlihat dari wajah Raka jika dia cemburu melihat Tania berpenampilan seperti itu. Berbeda dengan Sekretaris Jay, Dia terlihat kesal melihat Tuan nya bertingkah seperti bocah.


Apa kau sudah kehilangan akal Tuan. Kau tidak menjaga wibawa mu di depan mereka semua. Ini kenapa aku tidak suka jatuh cinta, aku tidak mau terlihat seperti bocah. Jay.


*


"Selamat Ulang Tahun" Ucap Tania kepada Cindi sembari memeluk.


"Terimakasih sudah datang ya." Membalas pelukan.

__ADS_1


"Aku bawa kado untuk mi" Sembari memberikan sebuah kotak.


"Wahh terimakasih Tania" Sambil melirik ke arah Raka yang berdiri di samping Tania. "Eh maksudku kaka ipar" sambil tersenyum.


Setelah nya Raka juga memberikan ucapan kepada Cindi. Acara ulang Tahun Cindi di rayakan cukup mewah. Beberapa kolega bisnis ayah nya juga turut hadir, ibu ibu teman dokter mama nya juga.


"Selamat ulang Tahun Nona" ucap Sekretarsi Jay sembari memberikan sebuah kotak.


"Anda datang juga ternyata. Terimakasih sudah datang" sambil menerima kotak.


Saya harus datang karna permintaan Tuan Raka nona. Anda sendiri yang meminta nya bukan.


"Kau terlihat ganteng mengenakan pakaian seperti itu Sekretarsi Jay?!" dengan suara pelan.


Apa?? Apa yang barusan aku katakan?? ha ha ha aku pasti sudah gila


dugh bergetar jantung Sekretaris Jay mendengarkan itu.


Apa yang sudah kukatakan??!! benar benar memalukan.


Cindi tersenyum mendengarkan yang barusan Jay ucapkan.


"Maaf Nona, saya permisi. Sekali lagi selamat untuk anda" Sambil tersenyum kemudia ia pergi.


Apa barusan dia tersenyum kepada ku?? waah aku baru tau kalau Robot juga bisa tersenyum,


*


Raka dan Tania duduk di sebuah sofa sedikit jauh dari tamu undangan tapi masih bisa melihat keseluruhan acara.

__ADS_1


"Sayang aku haus" ucap Tania sambil melirik. "Aku ambil sebentar ya" hendak berdiri.


"Jangan lama" ucap nya tegas.


"Ia"


Kenapa sih, disini kan banyak orang. Apa kami hannya duduk saja disini sampai acara nya selesai.


Tania berjalan ke arah pantry. Mengambil dua gelas minuman dan hendak kembali ke tempat Raka.


"Waah cantik sekali anda malam ini Nyonya wijaya" ucap Ferdi yang tiba tiba muncul dari belakang


"Eh kak Ferdi, ngagetin aja" sambil berbalik.


waduhh kenapa harus ketemu disini. semoga tidak akan ada masalah kali ini


"Dimana suami mu?!" ucapnya sambil melihat kanan kiri.


"Dia ada disana kak, Apa kabar kak?!" ucap nya sedikit kwatir.


Aduh Tania pergi lah dari sini. Jika kau masih ingin selamat.


"Sehat, Kau sendiri??!


"Sehat kak. Aku pergi dulu ya. Suami ku menunggu ku disana" sambil menunjuk.


"Kenapa buru buru sih??!" Ferdi berusaha menahan.


Aku mau lihat reaksi wajah nya, jika melihat kita bersama disini, aku sangat yakin dia akan sangat cemburu ini akan sangat menarik.

__ADS_1


Raka melihat Ferdi berbicara dengan Tania dari jauh. Dia mengepal tangan nya kuat, dia sudah sangat emosi. Kemudian berjalan mendekati Tania dan Ferdi.


__ADS_2