
Pelan Tania membuka mata nya, ia melihat Raka di sebelah nya..Kosong, kemudian ia melihat ke arah sofa. Ternyata Raka sedang duduk disana dan sedang berbicara kepada seseorang.
Tania duduk dan menarik selimut sebatas dada karna ia belum mengenakan sehelai benang pun di tubuh nya. Ia memperhatikan Raka dan mengerutkan kening
Tumben dia mengenakan pakaian seperti itu, apa dia tidak bekerja hari ini, apa dia tidak bekerja hari ini?!
Raka duduk dengan mengenakan setelan jeans dengan kaos berwarna putih. Tania belum pernah melihat Rak mengenakan pakaian santai seperti ini.
Setelah selesai berbicara lewat telpon, Raka menoleh ke kasur..
"Sudah bangun" Tanya Raka seraya mendekati nya.
Tania mengangguk.
Raka duduk tepat di sebalah Tania, membelai Rambut nya.
"Sekarang bersihkan diri mu. Pakaian mu sudah ada disana"
"Kita pulang pagi ini ke rumah?!" dengan suara berat karna baru bangun.
"Kau bersihkan diri mu saja dulu. Setelah itu kita serapan" Sambil tersenyum.
Tania menurut, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi.
*
"Sayang kita serapan nya dimana?!" Tanya Tania bingung.
"Sebentar lagi sampai" seraya tatapan tetap ke smarphone nya.
Kini mereka memasuki area bandara,
Loh apa serapan harus jauh jauh pergi ke bandara, bukan kah ini berlebihan.
"Kita sudah sampai Tuan" Ucap pak irfan dari bangku depan.
Raka memasukan hp ke dalam saku dan keluar, Tania mengikuti nya.
"Sayang yakin kita serapan disini?!" dengan wajah bingung.
Raka hanya diam, ia menarik tangan Tania dengan lembut. Tania hanya menurut namun wajah nya terlihat sangat jelas ia sangat bingung.
"Selamat datang Tuan Raka" Sapa salah seorang pramugari.
Raka mengangguk.
Beberapa awak pesawat sedang berbaris menyambut kedatangan Raka. Mereka memberikan hormat kepada Raka dan Tania.
Sebenarnya ada apa sih, apa kami mau pergi tapi kemana.
Raka menaiki tangga masuk ke dalam pesawat pribadi dan di ikuti oleh Tania.
"Tania" Sahut Cindi ketika mereka tiba di dalam pesawat.
__ADS_1
Tania mengerutkan kening.
Loh mereka disini juga.
Berbeda dengan Tania Raka justru membuat tatapan tajam, bahasa lain kau meyebut nama nya di depan ku.
Cindi seolah mengerti arti tatapan Raka.
"Kaka ipar sudah sampai" Ucap nya seraya mendekati Tania.
"Sebenar nya ada apa sih?!" Masih wajah bingung.
"Kaka belum memberitahu mu?!"
Tania menggeleng kemudian melirik Raka.
"Kau duduk disini" menepuk tempat duduk di sebelah nya "Kita akan segera lepas landas" Ucap nya santai
Kenapa dia tidak memberitahu ku, ada apa sebenar nya.
Tania duduk di sebelah Raka, dengan pelan Raka mengenakan safety belt (sabuk pengaman) Tania dan lantas mengenakan untuk nya sendiri.
Setelah lepas landas. Beberapa awak pesawat menghidangkan beberapa makanan di depan mereka.
"Sayang, kau belum memberitahu ku. Kita mau kemana?!" Tanya nya dengan bingung.
"Nanti kau juga tau" sambil memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
"Tapi kau sudah memberitahu mereka. Tapi tidak memberitahu ku" menaikkan ujung bibir nya.
Raka tersenyum.
"Jika aku memberitahu mu artinya tidak akan menjadi kejutan kan"
Tania mengerutkan kening.
Kejutan??! Tumben dia ingin memberikan kejutan kepada ku.
Setelah beberapa saat, Tania dan Raka sudah selesai makan. Tania pindah tempat duduk karna ingin mengobrol dengan Cindi, sementara Sekretaris Jay akan bekerja dengan Raka.
"Sebenarnya ada apa sih?!" Dengan suara berbisik kepada Cindi.
"Aku juga tidak tau. Kita tunggu saja" arti lain, aku tidak berani mengatakan nya, bisa bisa kaka akan membunuh ku nanti.
Tania membukatkan wajah.
Kenapa mereka seperti bekerja sama menutupi nya ya.
Sepanjang penerbangan Tania hanya mengbrol dengan Cindi dan berbeda dengan Raka dan Jay yang serius bekerja.
Tania tertidur.
Dear passengers, welcome to … flight to … Flights to … will take us with in … hour and … minutes, with a cruising altitude of … feet above sea level. We need to inform you that … flight is without cigarette smoke, before take off we invite you to hold the chair back, close and lock the small tables that are still open in front of you, tighten the seat belt, and open the window cover. On behalf of … captain … and all the crew on duty congratulated this flight, and thank you
__ADS_1
Setelah mendarat dengan sempurna Raka menoleh ke tempat Tania dan mendekati nya. Mengelus wajah nya dengan sangat lembut.
"Kita ke villa sekarang. Nanti kau lanjut istirahat nya disana " Ucap nya dengan lembut
"Apa kita sudah sampai?!" Tanya Tania pelan.
Raka mengangguk.
Mereka keluar dari pesawat, Sekretaris Jay dan Cindi berdiri tepat di belakang nya.
Beberapa orang sudah menyambut mereka dan siap mengenakan kalung bunga.
"Selamat datang Tuan Raka dan Nona" Ucap salah satu di antar mereka.
"Selamat menikmati liburan" sambung nya lagi.
Tania membalas nya dengan senyuman dan Raka mengangguk.
Tidak lupa Raka menggandeng tangan Tania dengan sangat bangga nya. Walaupun Wajah Tania menggambarkan dia sangat bingung.
Beberapa mobil sudah menunggu kedatangan mereka.
Wahh semenjak kapan Mereka menunggu kami. Kenapa harus banyak ya.
Kemudian ia menoleh ke belakang. Ternyata sudah ada Pak sam dan Beberapa orang lain nya lagi pelayan yang biasa bekerja di rumah.
Loh mereka datang dari mana?! kenapa aku tidak melihat nya tadi. Sebenarnya kami hendak kemana sih, apa kami akan pindah kesini.
Sekretaris Jay duduk di bangku depan, ia mengemudikan mobil. Cindi duduk di sebelah nya. Sementara Raka dan Tania duduk di bangku belakang.
Tania dengan wajah bingung melihat lihat ke arah luar. Mereka melewati pepohonan kemudian ia mulai melihat pantai. Dengan wajah berseri seri ia membalikkan badan melihat Raka.
"Sayang apa kita ke pantai?!" bersemangat.
"Tidak" Jawab nya cepat.
Jangan terlalu cepat senang. ini belum waktu nya.
Tania menaikan ujung bibir nya, cemberut.
Jadi untuk apa kesini. Jangan bilang aku hanya menemani mu bekerja kesini. aahh bukan kah itu menyebalkan.
Cindi melirik Jay yang berada di samping nya lantas tersenyum.
Hingga akhirnya tiba di sebuah villa yang berhadapan langsung dengan pantai. Tania tercengang karna ke indahan nya.. Pasir berwana putih dan warna pantai yang berwarna biru menambah keindahan villa tersebut.
Mereka keluar dari mobil.
Raka langsung berjalan menuju villa tersebut dan di ikuti oleh Tania. Sementara Sekretaris Jay berjalan menuju arah yang berbeda dengan mereka.
"Kenapa mereka kesana?!" Tanya Tania bingung.
"Apa kau ingin mengganggu mereka?!" Tanya Raka dengan masih berjalan.
__ADS_1
Mengganggu?? Sebenarnya ada apa sih.. Kenapa harus ada rahasia rahasia begini. Jika urusan pekerjaan kenapa harus beda tempat.
Raka langsung menarik tangan Tania ketika ia terlihat sibuk dengan pikiran nya.