Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Bayangan


__ADS_3

"Hari ini polisi sudah mendatangi kediaman Nona Tuan" ucap Sekrataris Jay dengan menunjukkn sebuah foto.


"Apa ini akan berhasil?" Tanya Raka masih melihat foto yang di tunjukkan Jay kepada nya.


"Yakin Tuan," jawab Aldo yang duduk di sofa.


"Lantas apa selanjut nya?!"


"Kita tunggu saja Tuan" Jawab nya santai.


Maafkan aku Tania, ini tidak akan lama. Aku hanya ingin kau kembali ke dalam pelukan ku.


"Jika tidak ada hal saya akan berangkat bersama Aldo ke kantor polisi Tuan" Ucap Jay kepada Raka.


"Kalian bisa pergi" Ucap nya tanpa melihat


Aldo yang berjalan keluar bersama Sekretaris Jay.


"Ternyata NOna Tania sangat cantik, pantas saja Tuan Raka kepincut" Ucap Aldo sambil tertawa.


"Kecilkan suara mu. Jika tuan dengar bisa bisa lusa kau tidak akan bisa mengeluarkan suara lagi" dengan nada pelan.


"Kenapa begitu?" nada heran.


"Tuan tidak mau ada pria lain yang memuji istri nya kecuali Dia."


"Ha ha ha wah seperti nya Tania ini sangat spesial ya" Ucap nya sambil tersenyum. " ngomong ngmong apa Bella belum punya pacar?" Tanya Aldo datar.


"Bukan nya kalian masih pacaran?" Tanya Jay seraya masuk ke dalam lift.


"Tidak, dia sudah mengakhiri nya saat aku pindah ke prancis" jawab nya dengan nada pelan.


Aldo adalah mantan Bella. Saat mnereka bekerja bersama di Wijaya Groub. Aldo di kirim Raka ke prancis untuk memperkuat ilmu hukum nya disana. Karna itu Bella memutuskan hubungan dengan nya. Karna Bella tidak bisa pacaran jarak jauh, padahal sebenarnya Bella tidak percaya kepada nya. Pesona Aldo terhadap lawan jenis nya cukup membuat Bella kwatir, ia tidak mau merasa sakit hati kemudian hari, ia langsung memutuskan hubungan nya dengan Aldo.


*


Setelah satu jam berlalu. Tania duduk lemas, ia bersandar menggunakan bantal sebagai tumpuan, ia mengurung diri di kamar. Tatapan nya kosong.


Kau benar benar setega itu kepada ku. Kau melaporkan ku kepada polisi, semua seperti mimpi, orang yang ku cintai setega itu kepada ku.

__ADS_1


Tanpa sadar akhirnya ia ketiduran, dengan duduk menyamping.


Seseorang datang dan mengelus pipi nya, Tania yang seperti merasakan sesuatu membuka mata nya pelan, ia melihat seseorang tepat di depan nya. Ia tidak melakukan reaksi apapun, namun air mata nya akhir nya menetes.


'Apa belum cukup semua ini? Apa kau belum puas selalu memberikan penderitaan kepada ku?!" Ucap nya sangat pelan dan lemas.


"Apa salah ku kepada mu? Sekarang aku berusaha membangun hidup ku sendiri, tapi kau masih saja datang setiap hari dan muncul dimana mana.sangat Sakit rasa nya melihat mu sampai melakukan hal setega ini kepada ku, apa kau akan berhenti jika aku mendekam di penjara? itu kah rencana mu sekarang?" dengan air mata terus menetes ia mengucapkan semua nya dengan sangat lemas, masih seperti posisi sebelum nya.


"Saat aku tidur, kau juga ada disana, saat aku terbangun kau juga ada dimana mana. Sekarang saat aku benar benar tidak berdaya, kau juga disini. Kau ingin memastikan aku benar benar menderita, " semakin lemas


Setelah mengucapkan nya Tania kembali kembali menutup mata nya. Ia benar benar merasa itu adalah bayangan Raka, karna semenjak ia keluar dari rumah bayangan raka ada dimana mana. Sampai ia saat ini ia merasa itu adalah bayangan nya.


Apa kau sedang bermimpi??! Kau berpikir aku ini adalah halusinasi??


Kemudian Raka duduk di samping nya. Ia memeluk nya sangat erat, melampiaskan Rindu nya selama ini.


"Maafkan aku sayang, aku tidak berniat membuat mu seperti ini, Aku hanya ingin kau tidak menjauh dari ku. Seandai nya kau mendengarkan penjelasan ku mungkin semua tidak akan seperti ini. Tapi sudah cukup aku memberikan mu waktu sampai 1 bulan. Kau tidak akan bisa lari lagi dari ku" Guman Raka dalam hati tanpa melepaskan pelukan nya.


Raka mengelus pipi Tania, ia sangat merindukan orang yang di cintai nya ini, sampai ia tidak menjauhkan pandangan nya dari wajah Tania walau sebentar.


*


"Kita turun ke bawah Nona" Seru Sekretaris Jay sambil menekan tombol lift.


Bella dan Cindi hanya menurut saja walau dengan wajah cemberut, Sesampai nya di bawah mereka memilih untuk minum di salah satu cafe.


"Kenapa kita harus kesini. Kenapa kita tidak bersama Tania di atas?" Tanya Cindi kesal.


"Nona yakin ingin mengganggu suami istri itu?" Tanya Sekretaris Jay dengan senyuman nakal.


Tunggu, kenapa dia senyum seperti itu, sebenar nya apa yang mereka rencanakan.


"Bukan nya Kau sudah melaporkan Tania, sekarang apa lagi rencana kalian??' Tanya Cindi dengan wajah kesal.


"Kami tidak punya rencana Nona," Jawab nya kembali dengan senyum.


"Tunggu, kamu Cindi adik nya Ferdi??!" Tanya Aldo memotong obrolan mereka.


"Iya, Anda kenal kaka ku?!" Tanya Cindi kesal.

__ADS_1


"Kenal dong.. Kamu sudah besar ya, Cantik lagi" dengan wajah kagum


"aawww" Teriak Aldo.


Serentak Bella dan Cindi mengerutkan kening, Ternyata Sekretaris Jay menginjak kaki nya di bawah meja.


Rasakan, bisa bisa nya kau memuji nya di depan ku. Akan ku hajar kau nanti.


"Kaka kenapa??!" Tanya Cindi heran.


"Tidak apa apa" Jawab nya dengan meringis kesakitan.


Sejenak mereka terdiam tidak ada obrolan lagi. Namun Cindi terlihat sangat gelisah,


Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa mereka mendadak datang dan menemui Tania. Apa lagi yang mereka rencanakan sekarang.


"Apa kita sudah bisa kembali ke sana?!" Tanya Cindi mulai tidak tenang, ia berdiri.


Jay dengan cepat menarik tangan Cindi kembali agar duduk.


"Sebaiknya Anda duduk Nona, jangan ganggu mereka. Biarkan mereka menyelesaikan masalah nya sendiri. Mereka hanya butuh bicara saja" ucap jay dengan nada meyakinkan Cindi.


Cindi kembali duduk seperti semula dengan melipat tangan nya. Namun ia masih saja Tidak tenang.


Berbeda dengan Bella, ia berusaha menutupi kegelisahan nya. ia menikmati kopi yang ada di depan nya, namun Aldo mencuri curi pandang dengan Bella, walaupun Bella sadar, ia berusaha cuek.


Sementara Sekretaris Jay sama hal nya dengan Aldo, ia sesekali melirik Cindi yang nampak sangat gelisah.


"Kalau begitu, aku pergi dulu. Aku masih ada jadwal pemotretan sebentar lagi" Ucap nya dengan melihat jam di tangan nya.


"Saya Antar Nona" Jay dengan cepat berdiri.


"Tidak perlu, supir saya sudah akan datang" jawab nya cuek.


Tidak sudi aku, bisa bisa kau mengancam ku lagi nanti.


"Supir?!" Mengerutkan kening " Pria atau wanita?!" Tanya Jay kesal.


"Kenapa kau sangat kepo sih?/!" Tanya cindi kesal.

__ADS_1


Seperti nya Sekretaris Jay tertarik kepada Nona Cindi. Dia selalu bersikap aneh kepada Nona Cindi. Bella.


__ADS_2