Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Bersikap Dingin.


__ADS_3

30 menit sebelumnya.


"Ada apa Jay. Kenapa wajahmu seperti cemas begitu"


"Nona Tuan" dengan suara pelan.


"Kenapa dengan Tania?" langsung berdiri


"Ferdi menunjukkan sebuah foto. Nona diam diam pergi ke alamat ini Tuan."


"Dia sendirian? Dimana bella?" Tanya nya dengan suara bergetar


"Dia di minta nona untuk membeli sesuatu ke toko xxx itu jauh dari panti. Saat Bella pergi Nona juga langsung keluar dari panti Tuan"


Sekretaris jay sudah mengetahuinya karna terlebih dahulu menghubungi Bella.


"Bukan kah tempat itu milik keluarga Ferdi?" Tanya Raka dengan wajah memerah.


"Baik Tuan saya akan kesana sekarang" Kakinya hendak pergi


"Tunggu. Saya ikut" Langsung berjalan.


Mobil sudah menunggu di bawah saat Jay memberikan perintah. Mereka langsung menuju ke alamat tersebut. Dengan kecepatan tinggi Pak irvan memacu kendaraan.


Apa yang kau lakukan disana? apa kau masih memiliki perasaan kepada nya? berani berani kau menemuinya di belakang ku.


Setelah sampai, Raka yang sudah menahan emosi langsung berlari menuju tempat Tania dan Ferdi.


Dan pandangan yang pertama dia lihat adalah Ferdi memeluk Tania begitu erat, seketika emosi nya memuncak, ia mengepal tangan nya sangat kuat.


*


Saat Raka sudah pergi bersama Tania. Kini tinggal sekretaris Jay dan Ferdi.


"Tuan saya mohon kepada anda untuk berhenti" seru sekretaris Jay.


"ha ha ha apa??? berhenti? Selama ini aku tidak mengusik dia lagi. Tapi setelah kejadian ini, aku yakin Tania pasti sangat tertekan" sembari mengusap darah di sudut bibir nya.


"Saya peringatkan anda Tuan. Jika anda ingin Nona Tania juga aman. Sebaiknya anda jaga sikap anda?" dengan suara tegas.


"Apa kau mengancam ku Jay?"

__ADS_1


"Saya hanya mengerjakan tugas saya Tuan. Permisi"


"Kau sama gila nya dengan Tuan Mu itu" Teriak Ferdi kepada Jay yang sudah meninggalkan nya.


*


Raka menarik tangan Tania hingga sampai di kamar dan melemparkan nya ke atas tempat tidur.


"Sayang dengarkan aku"


"Apa begitu cara mu membalas ku?" Dengan suara bergetar.


"Bukan begitu, kau salah paham. Dengarkan aku dulu"


"Cukup seperti nya aku sudah terlalu baik kepadamu akhir akhir ini" Berdiri


"Sayang dengarkan aku dulu"


Raka acuh, ia mengambil telpon genggam miliknya dan menelpon


"Cepat datang ke ruangan ku sekarang. Bawa berkas berkas nya semua"


Tania ketakutan. Dia tau kemana arah nya ini semua. Ia berdiri dan menyentuh tangan Raka pelan.


Raka menatap tajam wajah Tania. Sejenak ia mulai kasihan kepada nya. Tiba tiba dia ingat bagaimana Ferdi memeluk nya. Tanpa sadar dia menarik tangan tangan Tania kuat membawanya ke kamar mandi secara paksa.


"aw sakit. Sayang tanganku sakit" teriak Tania.


Di angkatnya nya ke dalam bathtub dan di tariknya shower dan mulai menyemprotkan nya ke arah Tania.


Tania yang sudah tidak berdaya mencoba menjelaskan, ia hanya diam saja ketika Raka mencoba menghapus semua yang sudah di sentuh oleh Ferdi.


Aku pikir semua akan baik baik saja sekarang. Tapi setelah melihat mu hari ini aku sangat yakin kau tidak pernah mencintaiku. Aku seorang wanita malang yang berharap karna perlakuan mu. Kemarin kau memberikan sedikit cinta kepadaku. Tapi sekrang kau memperlakukan ku seperti manusia paling menjijik kan. Tania.


Kenapa kau melakukan nya?? Apa aku tidak bisa mengantikan nya di hati mu??? Aku bahkan tidak ingin ada bekas sentuhan nya di tubuh mu. Tidak ada yang bisa menyentuh mu walau secuil pun kecuali aku. Raka


*


"Nona sebaiknya anda makan dulu" Seru Rima dari balik pintu.


"Nanti saya turun Rima"

__ADS_1


Satu minggu sudah berlalu dari kejadian itu. Raka tidak mengizinkan Tania keluar rumah, tidak ke kampus atau ke panti. Tania sangat sedih karna Raka juga sedikit dingin kepadanya. Begitu cara Raka menghukum Tania.


Tania hanya makan jika Raka di rumah. Kemarin Raka tidak makan malam di rumah karna ada urusan pekerjaan. Tadi pagi Raka juga berangkat buru buru jadi tidak serapan dia memilih serapan di kantor.


"Tidak usah beritahu kita akan pulang jay"


"Baik Tuan"


Tiba di rumah.


"Selamat malam Tuan" sapa pak sam.


"Selamat malam pak sam. Apa yang dia perbuat hari ini?"


"Nona tidak keluar dari kamar Tuan. Dia hanya di kamar saja. Nona sudah tidak makan dari kemarin. Saya sudah minta Rima membujuk dia makan tapi jawaban nya hanya ia tapi tidak makan tuan"


Raka mengangguk anggukan kepala nya.


"Baiklah saya bisa sendiri cukup antar tas ku saja"


"Baik Tuan"


Sekretaris Jay melihat Tuan nya masuk ke kamar dia langsung menuju dapur untuk menemui bella.


*


"Sudah pulang" dengan suara serak Tania kaget kedatangan Raka.


Raka tidak menjawab. Ia langsung masuk ke kamar mandi.


Aku harus bagaimana? kenapa dia kembali dingin seperti dulu lagi? Dada ku rasa nya sesak jika melihat dia begitu.


Saat Raka keluar dari kamar mandi, Tania langsung menyerahkan pakaian nya dan keluar dari closet room. Sepintas ia melihat wajah Tania pucat, mata sembab. Sebenarnya ia ingin memeluk Tania, tapi dia tahan nya karna ia ingin memberikan pelajaran kepada Tania.


Raka keluar dari kamar dan langsung di ikuti oleh Tania dari belakang. Sesampainya di meja makan.


Rima menyiapkan makanan di piring.


Kenapa dia sangat dingin!! Kenapa aku sedih dia seperti itu? aku lebih suka saat kau mengancamku daripada bersikap seperti ini.


"Maaf sayang. Aku kenyang, aku duluan ke kamar" Berdiri dan langsung meninggalkan Raka di meja makan tanpa menunggu jawabapan.

__ADS_1


Raka masih saja diam.


__ADS_2