Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Di ruangan kerja.


__ADS_3

"Bagaimana perkembangan Kasus Andre dan yang Lain nya??" sambil berjalan Raka bertanya setelah selesai meeting.


"Andre sudah di Tahan beserta Anggota nya Tuan. Thomas masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih menyelidiki keterlibatan nya dengan Jendral" Sambil berjalan.


"Andre sudah di sidang?!"


"Sudah Tuan"


"Kita temui Thomas sekarang" suara tegas


"Baik Tuan.


Raka dan Sekretaris Jay berangkat ke kantor polisi. Setelah tiba di kantor polisi.


"Bagaimana?! Tidur mu nyenyak?!" Raka memulai pembicaraan saat Thomas di bawa petugas untuk bertemu Raka.


"Ooh Ternyata aku kedatangan Tamu istimewa" sambil tersenyum sinis.


"Setelah dua minggu tidur disini belum membuka pikiran mu" Tanpa melihat.


"Apa yang kau mau sebenar nya Raka??!!" nada tinggi.


"Jaga bicaramu Thomas." Jay tersulut emosi.


"Sudah Jay. Aku kesini hannya untuk memastikan saja. Siapa pun orang yang sudah mencoba menyentuh orang di sekitar ku tidak akan ku beri ampun sama sekali" dengan suara bergetar.


"Hahaha Pak sipir. Bawa aku masuk. Tidak ada guna nya berbicara dengan nya"


Kurang ajar, dia mencoba mengancam ku lagi.


Pak sipir datang dan menyentuh lengan Thomas untuk di bawa kembali ke dalam Tahanan. Jelas terlihat dia sangat ketakutan, tapi dia tidak menunjukkan nya.


"Eh satu lagi. Sampaikan salam ku kepada Tania" sambil tersenyum sinis "Ayok pak. Kita masuk saja. Aku lebih suka di dalam daripada melihat wajah nya" kembali melangkah.


Raka meremas tangan nya kuat.


Dia mengatakan Salam kepada Istriku? kurang ajar, Berani sekali dia.

__ADS_1


"Jay Kita pulang" sambil berdiri.


"Baik Tuan"


Raka berjalan ke tempat parkiran. Saat Kendaraan melaju dengan kecepatan sedang.


"Kenapa proses hukum nya lama?!"


"Saya rasa dia di ancam Tuan. Dia tidak membuka semua nya. Dia tidak melibatkan siapapun. Itu sedikit mencurigakan"


"Apa dia mengenal Tania?!" Tanya Raka dengan pandangan menghadap ke luar.


"Nona Tania pernah mengajar anak Thomas bernama dea Tuan" sambil melirik.


"Apa Tania sudah tau siapa yang telah menculik nya kemarin??"


"Saya Rasa belum Tuan. Karna saya sudah menutup semua informasi dari media. Saya juga sudah memperingatkan Tuan Anton. Agar Nona Tania tidak perlu tau"


"Tapi Tania ingin bertemu dengan nya. Apa menurut mu itu masalah bagi nya?!"


"Saya rasa tidak masalah Tuan. Dengan begitu barang kali kita bisa mendapatkan informasi juga dari Nona"


Itu akan mempengaruhi psikis nya. Dia sudah cukup tertekan karna masalah ini dulu nya.


"Baik tuan"


*


"Lima menit lagi kami sampai" sebuah pesan masuk.


Tania membaca nya dan mulai berbenah diri dan turun ke bawah.


"Selamat malam sayang" ucap Tania dengan tersenyum.


"Selamat malam" jawab Raka sembari memberikan Tas nya.


Seperti biasa Tania mengantar tas nya terlebih dahulu dan menemui Raka di kamar. Sesampai nya di kamar Tania membantu Raka membuka pakaian dan sementara Raka masih di kamar mandi Tania mempersiapkan Pakaian nya di closet room. Setelah nya mereka makan malam bersama.

__ADS_1


Setelah makan malam, Raka masuk ke dalam ruangan kerja nya sebentar. Tidak seperti biasanya Tania mengetuk ruangan kerja Raka.


Tok tok tok


"Ya masuk" Perintah Raka dari dalam.


"Apa kau sibuk??!" Tanya Tania dengan tubuh mencongkak ke dalam. Hannya kepala nya yang masih melewati pintu.


"Tidak. Kemarilah" sembari mengangkat tangan.


"Aku mau menunjukkan ini." sembari menunjukkan beberapa foto. "Ternyata kantor pusat nya sudah tidak tidak tersentuh hampir 2 Tahun." Sembari menaikkan bibir nya.


Raka menarik tangan Tania agar duduk di pangkuan nya. Tania menurut saja.


"Lantas??! Apa rencana mu?" Tanya raka sambil tanganya memeluk Tania. Tapi wajah nya memperhatikan foto yang di tunjukkan Tania.


"Aku sudah meminta Suci untuk mempekerjakan beberapa orang untuk memperbaiki nya"


"Benar kah? Lantas sekarang apa masalah nya?!" Meletakkan smartphone Tania di atas meja. Kini wajah mereka saling berhadapan, namun Tania masih duduk di pangkuan Raka.


"Aku mau berencana membuat sedikit perubahan disana. Tapi jika kamu setuju" membulatkan wajah nya.


Kenapa dia menatapku seperti itu. Membuat aku tidak konsentrasi saja.


"Lakukan sesuai yang kamu mau. Jika kau butuh sesuatu kau katakan saja pada Suci"


"Eh ia, apa kau yang meminta Suci menjadi asisten ku??" Tanya Tania dengan sedikit menaikkan alis nya.


"Ia, Apa dia membuat masalah?!" Tanyanya tegas


"Tidak tidak. Kenapa aku harus punya Asisten? kan sudah ada Bella"


Apalagi Gaji nya sampai Tiga digit. Apa tidak buang buang duit.


"Dia tugas nya berbeda dengan Bella." datar


"Tapi kan sayang sekali dia hanya menemaniku. Mungkin di kantor mu dia lebih di butuh kan dalam hal lain"

__ADS_1


Pekerjaan ku tidak ada. Tapi punya asisten, luar biasa.


Bersambung.......


__ADS_2